Nah loe..:)

========================
--http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=136941

Singkawang,-  Seorang turis asing asal Jerman, menilai masyarakat Singkawang 
kurang ramah. Sehingga dia mengaku sedikit kecewa karena keberadaan mereka 
di Singkawang tidak begitu diperhatikan.

Tom, turis asing asal Jerman tersebut mengatakannya saat berlibur di Taman 
Impian Pasar Panjang Indah (TPPI ) Sabtu (28/4) sore. Menurut dia, 
masyarakat Singkawang tidak seperti masyarakat yang ada di Pulau Sumatera.

"Di Pulau Sumatera, masyarakat di sana cukup ramah. Kami diajak bicara 
bahkan dirangkul tanpa ada rasa sungkan," kata Tom yang saat itu berbicara 
dengan bahasa Inggris.

Keramahan masyarakat di sana kata dia, menimbulkan kesenangan bagi dirinya 
dan membuat dia kerasan. Suasana keakraban juga terjalin ketika itu, walau 
pun sebelumnya mereka tidak pernah kenal. Berbeda ungkapnya dengan 
masyarakat di Singkawang. Dari sekian banyak orang yang ditemuinya di TPPI 
tersebut, hanya ada beberapa orang yang menyapa serta bersikap ramah selain 
pengelola TPPI itu sendiri.

Meski demikian kata Tom, dirinya yang saat itu sedang berlibur bersama teman 
perempuannya, tetap berupaya untuk "enjoy". Karena kehadirannya di tempat 
wisata tersebut sebagai tamu, maka harus menyesuaikan diri.

Satu harapannya, agar ke depan masyarakat Singkawang lebih ramah ketika 
bertemu atau berhadapan langsung dengan para turis. Sebab mereka pada 
dasarnya juga perlu suatu komunikasi dan interaksi yang baik di negeri asing 
baginya.

Hal itu mesti diperhatikan karena di sisi lain kata Tom, Singkawang 
khususnya Pasir Panjang Indah, merupakan satu kawasan wisata yang menarik. 
"It's beautiful and natural,". Berbeda dengan Bali, diakuinya seumur 
hidupnya dia tidak pernah singgah ke Bali. Alasannya, di Bali sudah terlalu 
banyak orang dan suasana naturalnya sudah mulai memudar. Sementara di Pasir 
Panjang Indah Singkawang, tempatnya seindah namanya.

"Saya berharap akan datang kembali ke kota ini untuk liburan berikutnya 
setelah liburan pertama ini," kata Tom yang bekerja di sebuah perusahaan 
mobile di Jerman ini, sambil tersenyum.

Kadis Budpar Singkawang, Drs Syech Bandar M.Si ketika diminta tanggapannya 
perihal komentar turis tersebut mengatakan jika itu yang terjadi, pihaknya 
akan berupaya memperbaikinya. "Kami akan berupaya melakukan gerakan sadar 
wisata bagi pengelola dan masyarakat di sekitar ODTW (objek daerah tempat 
wisata)," kata Bandar menjawab Pontianak Post, kemarin.

Gerakan sadar wisata yang akan dilakukan diantaranya berupa pelatihan dalam 
menghadapi para turis. Serta melatih mereka dalam berbahasa asing, salah 
satunya bahasa Inggris. Ini perlu, karena menurut Bandar, salah satu factor 
masyarakat tidak berbicara dengan turis asing itu lantaran terkendala 
bahasa. Mungkin masih banyak yang tidak bisa bahasa Inggris, sehingga mereka 
sungkan untuk berbicara sampai akhirnya terkesan kurang ramah.

"Upaya ini akan kita lakukan, seiring visi dan misi Singkawang menjadikan 
kota ini sebagai kota pariwisata. Serta kota tujuan wisata, Tamannya Kalbar. 
Mudah-mudahan kita bisa melakukan upaya ini dengan baik," harapnya. (vie) 

Kirim email ke