Dulu wkt g masih bantu mama jualan kopi di stasiun, sering byk 
ketemu turis2 asing yg nunggu bis di stasiun, byk yg hampiri n 
ngajak omong kog ( ternyata byk jg supir2 yg pinter bhs english), tp 
itu dulu, gak tau skr....Mereka merasa masyarakat skw gak ramah, 
mungkin karna kebanyakan  gak berani ngajak ngomong ( ada yg emang 
gak bisa ngomong bhs english, ada jg yg mungkin gak berani ngomong, 
takut salah....dll), kalo di Bali kan rata2 semua bisa english, 
setidaknya bisa "say hi ato nice to meet u ato hope u'll 
enjoy....dll", apalagi mereka kan byk yg nyari penghasilan dr para 
wisatawan...., bagi g sendiri, kalo bisa ngobrol ama turis asing, 
wah....seneng banget, soale bisa langsung praktek english 
hehehhehhehe...cuman kdg situasi n kondisi gak nyambung sich 
hehehehheehe...tp kalo g yg dulu, jg gak berani kog 
wkkakakkakakkaka...malu...
Malu....mungkin inilah sebabnya mengapa kita org2 skw dianggap gak 
ramah....bukannya gak mo ramah, tp gmn?..ini nurut g pribadi loch...

Alang, HK
--- In [email protected], "TJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nah loe..:)
> 
> ========================
> --http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?
Berita=Singkawang&id=136941
> 
> Singkawang,-  Seorang turis asing asal Jerman, menilai masyarakat 
Singkawang 
> kurang ramah. Sehingga dia mengaku sedikit kecewa karena 
keberadaan mereka 
> di Singkawang tidak begitu diperhatikan.
> 
> Tom, turis asing asal Jerman tersebut mengatakannya saat berlibur 
di Taman 
> Impian Pasar Panjang Indah (TPPI ) Sabtu (28/4) sore. Menurut dia, 
> masyarakat Singkawang tidak seperti masyarakat yang ada di Pulau 
Sumatera.
> 
> "Di Pulau Sumatera, masyarakat di sana cukup ramah. Kami diajak 
bicara 
> bahkan dirangkul tanpa ada rasa sungkan," kata Tom yang saat itu 
berbicara 
> dengan bahasa Inggris.
> 
> Keramahan masyarakat di sana kata dia, menimbulkan kesenangan bagi 
dirinya 
> dan membuat dia kerasan. Suasana keakraban juga terjalin ketika 
itu, walau 
> pun sebelumnya mereka tidak pernah kenal. Berbeda ungkapnya dengan 
> masyarakat di Singkawang. Dari sekian banyak orang yang ditemuinya 
di TPPI 
> tersebut, hanya ada beberapa orang yang menyapa serta bersikap 
ramah selain 
> pengelola TPPI itu sendiri.
> 
> Meski demikian kata Tom, dirinya yang saat itu sedang berlibur 
bersama teman 
> perempuannya, tetap berupaya untuk "enjoy". Karena kehadirannya di 
tempat 
> wisata tersebut sebagai tamu, maka harus menyesuaikan diri.
> 
> Satu harapannya, agar ke depan masyarakat Singkawang lebih ramah 
ketika 
> bertemu atau berhadapan langsung dengan para turis. Sebab mereka 
pada 
> dasarnya juga perlu suatu komunikasi dan interaksi yang baik di 
negeri asing 
> baginya.
> 
> Hal itu mesti diperhatikan karena di sisi lain kata Tom, 
Singkawang 
> khususnya Pasir Panjang Indah, merupakan satu kawasan wisata yang 
menarik. 
> "It's beautiful and natural,". Berbeda dengan Bali, diakuinya 
seumur 
> hidupnya dia tidak pernah singgah ke Bali. Alasannya, di Bali 
sudah terlalu 
> banyak orang dan suasana naturalnya sudah mulai memudar. Sementara 
di Pasir 
> Panjang Indah Singkawang, tempatnya seindah namanya.
> 
> "Saya berharap akan datang kembali ke kota ini untuk liburan 
berikutnya 
> setelah liburan pertama ini," kata Tom yang bekerja di sebuah 
perusahaan 
> mobile di Jerman ini, sambil tersenyum.
> 
> Kadis Budpar Singkawang, Drs Syech Bandar M.Si ketika diminta 
tanggapannya 
> perihal komentar turis tersebut mengatakan jika itu yang terjadi, 
pihaknya 
> akan berupaya memperbaikinya. "Kami akan berupaya melakukan 
gerakan sadar 
> wisata bagi pengelola dan masyarakat di sekitar ODTW (objek daerah 
tempat 
> wisata)," kata Bandar menjawab Pontianak Post, kemarin.
> 
> Gerakan sadar wisata yang akan dilakukan diantaranya berupa 
pelatihan dalam 
> menghadapi para turis. Serta melatih mereka dalam berbahasa asing, 
salah 
> satunya bahasa Inggris. Ini perlu, karena menurut Bandar, salah 
satu factor 
> masyarakat tidak berbicara dengan turis asing itu lantaran 
terkendala 
> bahasa. Mungkin masih banyak yang tidak bisa bahasa Inggris, 
sehingga mereka 
> sungkan untuk berbicara sampai akhirnya terkesan kurang ramah.
> 
> "Upaya ini akan kita lakukan, seiring visi dan misi Singkawang 
menjadikan 
> kota ini sebagai kota pariwisata. Serta kota tujuan wisata, 
Tamannya Kalbar. 
> Mudah-mudahan kita bisa melakukan upaya ini dengan baik," 
harapnya. (vie)
>


Kirim email ke