2008/2/9 United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> Dalam pertemuan yang hanya berlangsung sekitar 15 menit tersebut, Hasan
> Karman juga menitipkan dua buah pemikirannya. Dua buah pemikiran tersebut
> juga pernah ditulis dalam dalam situs United 
> Singkawang<http://www.singkawang.us>.
> Buah pikiran tersebut berisikan bagaimana Capgomeh mendatangkan added-value
> (nilai tambah) kepada masyarakat luas.


Berikut di bawah tulisan Pak Hasan di situs United Singkawang yang
dimaksudkan artikel di atas.

Salam,
Hendy Lie

*Quo Vadis,** Capgomeh Singkawang?

Peristiwa Budaya yang Mengesankan**
*          Tanggal 12 Maret 2006 ini genap satu bulan berlalunya perayaan
Capgomeh 2006. Segala hingar-bingar dan *euphoria* Capgomeh telah usai.
Pelbagai tv-swasta yang berlomba untuk menjadi stasiun pertama yang
menayangkan peristiwa budaya eksotis ini, kini senyap. Pengunjung kelahiran
setempat yang kini merantau dan tamu-tamu dari daerah lain, dalam maupun
luar negeri, sudah menghilang dari hotel dan tempat penginapan yang penuh
terisi sebulan yang lalu. Mereka meninggalkan Kota Singkawang dengan kesan
yang mendalam. Hingar-bingar itu baru akan terulang lagi awal tahun depan.
Sementara Singkawang kembali kepada rutinitas seperti biasa.

           Dua tahun terakhir perayaan Capgomeh Singkawang telah menjadi
buah bibir, bahkan tahun ini tak kurang koran nasional yang prestisius
seperti *Kompas *dan majalah *Tempo* mengangkat tema Capgomeh Singkawang dan
daerah lainnya dalam liputan *human* *interest*nya. Tak berlebihan jika
dikatakan berita Capgomeh Singkawang, menempati urutan pertama jika
dibandingkan dengan daerah lain yang juga merayakannya. Perayaan tersebut
bukan sekedar *go national*, namun juga *go international*, karena hadirnya
turis mancanegara dan konon juga wartawan dan tv-swasta luar negeri turut
merekam dan menyiarkan perayaan itu.

          Usainya perayaan Capgomeh menyisakan beberapa pertanyaan besar:
Apakah perhelatan pesta rakyat dan peristiwa budaya yang merupakan agenda
pariwisata pemerintah lokal ini mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat
banyak seperti kemeriahan yang tampak dari luar? Jika hanya enak dilihat,
namun tidak produktif dan tidak mendatangkan manfaat bagi masyarakat banyak,
*quo* *vadis* Capgomeh?

Selengkapnya bisa baca di sini:
http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=65

Kirim email ke