http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=70051
*Kamis, 14 Februari 2008* *Naga Raksasa Jadi Kenyataan * *Singkawang,-* Naga bukan lagi sebatas dongeng. Setelah Sinse Aleng berhasil merealisasikan mahluk suci yang mencapai 288 meter. Kini siap dipamerkan di Gedung Indoor STIE Mulya, Kota Singkawang selama delapan hari sejak Rabu (14/2) malam. "Naga raksasa telah rampung. Kita nyakin bisa memecahkan rekor MURI, dan menjadi naga lampion terbesar di dunia," tukas pimpinan Sanggar Mandala Pontianak ini. Naga yang juga dipercaya sebagai kendaraan dewa tersebut memiliki lingkaran dan tinggi kepala masing-masing lima dan delapan meter. Bahkan kepala naga tersebut memiliki bobot mencapai 100 kilogram. "Naga ini menghabiskan sekitar 1.000 meter kain untuk menutupi seluruh badannya," tandas A Leng ditemui di Pondok Daun, Rabu (13/2) sore. Grand Opening Pameran Naga Raksasa Terbesar di Dunia sebut A Leng berlangsung malam ini, Kamis (24/1) sekitar pukul 19.30. Bila tidak ada aral melintang, Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH, Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM dan pejabat Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI turut hadir dan memberi sambutan. Pameran perdana tersebut terbuka untuk semua masyarakat dan gratis. Pengunjung diperkenankan masuk dan berjalan di sepanjang perut naga. Dengan catatan, tidak boleh merokok guna mencegah kebakaran. "Kita juga menampilkan tarian naga dan tiga baju dari etnis berbeda," timpal Shinse yang juga pada tahun 2007 sukses menggelar arak-arakan naga terpanjang se-Asia Tenggara. Jari-jari naga raksasa menurut Aleng, hasil karya yang sedemikian rumit. Berhubung dijahit secara teliti dan bukan ditempel seperti naga umumnya. Sebelum pertunjukan Sinshe Aleng lebih dahulu menggelar ritual. Masyarakat katanya dapat menikmati keberadaan naga simbol legenda kuno secara utuh luar dalam. "Ini hasil kerjasama Panitia Cap Go Meh, Pemkot Singkawang dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," akunya. Dari pantuan Equator di lapangan, di Indoor STIE Mulya tampak sedikitnya 14 pekerja bahu membahu merakit naga. Sebagian menggergaji rotan, sedangkan yang lain membenahi kepala naga. "Saat ini masih dalam tahap pengerjaan rangka. Berhubung lampu belum selesai instalasi listriknya," tandas Budi, satu dari anggota Sanggar Mandala dan dibenarkan oleh Aleng. Biaya pembuatan naga mencapai Rp 400 juta dengan waktu sekitar 4 bulan. Keberadaan naga raksasa turut memeriahkan Cap Go Meh di Kota Seribu Kuil. Sementara Panitia Cap Go Meh yang diketuai Chin Miauw Fuk, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs Syech Bandar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang Drs Yohanes Urip, Kabag Ops Polres Kota Singkawang beserta Sinshe Aleng tampak sibuk mengelar rapat. Pihak PLN Cabang Kota Singkawang, Mawardi mengatakan, berusaha mensuplai listrik semaksimal mungkin guna mendukung Pameran Naga Raksasa. "Selama ini pasokan listrik cukup lumayan. Ditandai tidak adanya pemadaman, kecuali ada kerusakan teknis," tandas Mawardi di hadapan rapat. Tokoh masyarakat Tionghoa, Iwan Gunawan berharap, pameran naga raksasa dapat memperkenalkan Kota Singkawang ke seluruh dunia. Guna mewujudkan visi Kota Singkawang sebagai kota pariwisata. "Kegiatan ini harus digaungkan dan didukung seluruh masyarakat," ajaknya. (man)
