http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=KalbarRaya&id=70334

*Senin, 25 Februari 2008*
*Pabrik Pupuk Organik Terbesar di Dunia
* *Mampu Produksi 300 Ribu Ton Pertahun *

*Pontianak,-*  Kabar gembira buat petani. Pada Juli depan, Kalbar akan
memiliki pabrik pupuk organic yang dibangun di Kota Singkawang. Kabarnya,
pabrik pupuk organic tersebut merupakan terbesar di dunia. Pabrik tersebut
bisa memproduksi pupuk 300 ribu ton pertahun.

 "Kalbar akan sumber daya alam untuk memproduksi pupuk organic. Dengan
potensi ini, maka akan dibangun pabrik pupuk organik terbesar di dunia di
Kota Singkawang. Menurut rencana pabrik tersebut mampu memproduksi 300 ribu
ton pupuk organic. Sementara di tingkat dunia, hanya mampu memproduksi 50
ribu ton pertahun," ungkap Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi
Kalbar Drh. Abdul Manaf Mustafa di ruang kerjanya Jumat (22/2) lalu.

Manaf yang ditemui usai mengunjungi pabrik tersebut, mengatakan pabrik
tersebut sedang dalam tahap pembangunan gedung. Untuk mesinnya sekarang ini
sedang di-packing untuk dikirim ke Pontianak. "Kami sudah meninjau bersama
dengan anggota Kawasan Industri Terpadu (Kapet, red) dan Dinas Pertanian
Kalbar ke lokasi. Diperkirakan, awal Juli tahun ini sudah dapat diresmikan
oleh Wakil Presiden," jelas Manaf.

Menurut Manaf, sebenarnya di Kota Singkawang telah ada pabrik pupuk organic,
hanya saja kapasitas produksinya kecil. Dengan adanya pembangunan pabrik
yang berkapasitas produksi lebih besar tentunya nanti diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan pupuk organic secara nasional.

"Pupuk organic ini keuntungannya banyak, serta ramah lingkungan.
Tanaman-tanaman yang mendapatkan pupuk organik ini tentunya akan
menghasilkan produk-produk yang aman. Selama ini sebagian orang takut dengan
adanya penggunaan pupuk anorganic dari pabrik kalau pemakaiannya melebihi
ketentuan yang ada," jelas Manaf.

Lebih lanjut Manaf mengatakan, jika dihitung penggunaan pupuk organic sangat
murah. Tentunya, hal tersebut membantu upaya pemerintah untuk menyediakan
pupuk organic yang dekat dengan lokasi pertanian. "Karena pabriknya ada di
Singkawang, maka untuk keperluan di Kalbar tentu akan terpenuhi dan tidak
tergantung pada cuaca," urainya.

Untuk bahan bakunya, dijelaskan Manaf, membutuhkan lebih kurang 75 persen
kotoran ayam, dan Kalbar dapat memenuhi kebutuhan itu. Sebab, satu hari
Kalbar dapat menghasilkan 150 ton kotoran ayam yang terkonsentrasi.

"Kemudian penggunaan pupuk organic ini juga merupakan pencanangan yang
dilakukan oleh Menteri Pertanian belum lama ini saat raker nasional di
Jakarta. Untuk mendukung pembangunan pabrik pupuk ini, kami sudah
berkoordinasi dengan baik, kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas
Pertanian, Kawasan Perindustrian Terpadu (Kapet), Bakomapin dan Dinas
Perindustrian dan Perdagangan," terangnya seraya menambahkan dengan
dibangunnya pabrik pupuk ini juga ikut serta dibangunnya Pelabuhan Sintete
yang termasuk dalam wilayah Kawasan Industri Simparuk (KIS). (ian)

Kirim email ke