Tak Punya Uang Berobat, Iis Meninggal

Kamis, 13 Maret 2008 | 12:30 WIB

*TANGERANG, KAMIS-*Warga miskin (gakin) bernama Iis Maya (20) meninggal di
rumahnya karena tidak memiliki biaya berobat, pada hari Kamis (13/2) sekitar
pukul 08.00 WIB, di RT 04/03 Kelurahan Poris Plawad Indah Kecamatan Cipondoh
Kota Tangerang. "Korban tidak pernah mengeluh sakit apa sehingga keluarga
tidak ada yang tahu dia meninggal," kata Kakak korban, Saodah (30), di
Tangerang, Kamis (13/3).

Saodah mengatakan, selama ini adiknya itu tidak pernah mengeluh penderitaan
sakit dan mengadu kondisi masalah ekonominya yang terbilang kurang mampu.
Namun demikian Saodah yang tinggal di Sanghiang, Kota Tangerang, mengetahui
sejak dua tahun lalu, Iis merasakan ada gangguan pada tenggorokannya
(gondongan) dan terakhir kali korban sempat tidak makan tiga hari sebelum
meninggal akibat kambuh sakit pada tenggorokan.

Sedangkan suami korban Juanda (35) yang berprofesi sebagai kuli angkut ikan
di Pasar Baru, Kota Tangerang tersebut, menceritakan awal kejadiannya saat
dirinya pulang kerja sekitar pukul 07.30 WIB, dikejutkan ketika menemukan
sang istri dengan posisi jongkok kesakitan sambil memegang lehernya.

Tidak lama setelah 15 menit kemudian, Juanda melihat istrinya tidak bernafas
dan kemungkinan besar sudah tidak bernyawa di salah satu ruangan di rumah
kontrakan berukuran 2 meter X 3,5 meter. Juanda juga mengaku tidak pernah
mendengar ada keluhan dari Iis, namun demikian sesaat setelah Iis meninggal,
Juanda menemukan ada secarik kertas yang diduga ditulis korban sehari
sebelum dijemput ajal.

Kertas tersebut bertuliskan "Saya hidup tidak pernah bahagia tapi meskipun
miskin, saya akan tetap menjaga Mas Juanda sampai kapanpun", selain itu Iis
juga menulis nomor telepon selular salah keluarganya yang berada di Cirebon,
Jawa Barat bernama Sodikin. Juanda menuturkan, dirinya memang termasuk
keluarga yang tidak mampu karena penghasilan yang tidak menentu sebagai kuli
angkut ikan di pasar.

Meskipun termasuk kategori keluarga tidak mampu, Juanda tidak pernah melapor
kondisinya ke kantor kelurahan, pasalnya tidak mengetahui prosedur untuk
mendapatkan kartu pengobatan gratis di puskesmas atau di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) setempat.

Sementara itu, pemilik rumah yang dikontrak korban, Haji Sini (65)
mengatakan, Juanda tinggal dikontrakannya sejak tujuh bulan lalu dengan
harga Rp110 ribu per bulan, bahkan Sini melihat korban termasuk keluarga
miskin karena menunggak bayaran kontrakan.

Di tempat terpisah petugas Puskesmas Cipondoh yang mengunjungi rumah korban,
dr. Mian mengungkapkan, selama ini puskesmas tidak pernah merujuk pengobatan
gratis bagi korban ke RSU, karena tidak pernah ada laporan dari aparat
kelurahan maupun kecamatan. Disinggung dugaan Iis sebagai korban gizi buruk,
Mian mengatakan, kemungkinan besar almarhumah meninggal karena penyakit
bukan disebabkan kurang makan atau gizi buruk.

Camat Cipondoh, Sachrudin mengatakan, korban tidak mendapatkan kartu gakin
gratis pengobatan karena statusnya sebagai warga pendatang sehingga tidak
tercatat sebagai gakin di kelurahan atau kecamatan. Iis meninggalkan suami
dan satu anak laki-laki bernama Ramadani (3), sementara itu jasad korban
langsung dibawa ke daerah asalnya di Cirebon, Jawa Barat sekitar pukul
10.15WIB dengan menggunakan mobil bernopol B-1061-VX.
*(ANT/ROY)*

Kirim email ke