Saya masih ingat ketika tahun 70+ an, (jaman papa saya), mencari pekerjaan
begitu mudahnya. Paman saya buka garmen (Konpeksi) di Jakarta hanya dengan
modal bordir setangkai bunga pada kaos produksinya sudah bisa laku beratus-
ratus lusin dalam 1 minggu. Begitu juga rata2 yang merantau dari Kalbar, 80%
yang pulang kalbar terdengar sukses.
Tapi tahun semakin berganti diiringi dengan perubahan jaman yang semakin
ketat dengan segala persaingan. Seterusnya .......... perdagangan wanita dari
kalbar ke taiwan (kalimat halusnya mencari kerja ke taiwan, tapi dibalik itu
rata2 mencari suami, *maaf*), sampai pada pengusiran etnis madura, semua itu
menandakan bahwa jaman sudah berubah. Karena apa? Karena hanya ingin mencari
makan. Bukan saja kita sebagai manusia, anjing2 saja kalau soal makan pasti
berebut dan berantam dulu. Syukur kita masih manusia sebagai makluk Tuhan yang
dikenal mulia, masih mengenal etika kalau soal mencari makan, walau kadang
terjadi sedikit sikut menyikut, tapi itu masih dibilang lumrah.
Seterusnya apa yang gampang sekarang? Buka toko (toko lebih banyak dari pada
pembeli), cari suami di taiwan. (yang tua2 sudah habis dikawinin, sebagian
sudah mati, masih ada tapi rata2 baru umur 12-15 thn belum gede), Buka konpeksi
(wong sekarang orang pake baju kadang 1 minggu gak ganti2 kok), Buka restourant
(Itu kalo bisa masak, belum harga sembako yang semakin naik), Cari kerja aja
(boleh! Asal mau antri masih ada 10.000 pelamar yang belum dipanggil), Cari
janda atau duda kaya (nah ini masih lowong, asal bisa ekting dan cakep, tapi
itu juga 1000 banding 1).
Terus apa yang abadi sekarang?. Tidak ada!. Kita harus ingat, hidup dijaman
yang penuh konflik sekarang ini kita harus pintar2 sendiri. Pada saat panen
kumpulkan sebanyak-banyaknya pada lumbung padimu, jadi pada saat kemarau kita
pasti ada persediaan. KIta harus ingat semua ada masanya. Tidak selamanya uang
atau harta yang ada pada kita ditangan saat ini, terus menetap dan mengikuti
kita. (lha istri aja besok2 bisa pindah tangan kok?). Jadi menurut saya, sudah
bukan masanya lagi mendirikan rumah gedung yang mewah disekitar pemukiman
miskin. Pasti ada dampak kecemburuan sosial, Ujung2nya kita akan dipersulit
oleh oknum2 polisi, pemerintah, pajak, undangan perkawinan, dll. (ingat hukum
alam: pohon besar yang berdiri di sekitar semak-semak pasti akan lebih besar
menerima terpaan angin ribut. Walau pohonnya kokoh, tapi sebagian daun2nya
sudah rontok. jk kita memikirkan bahwa daun2 adalah setiap anggota keluarga
kita, berarti anggota keluarga kita akan hidup dibawah bayang2
ketakutan dan kecemasan yang seterusnya akan mempengaruhi hidup kita
seterusnya, misal; akibat cemas yang berlanjut akan timbul penyakit jantung,
gula, struk, dll).
Juga bukan waktunya lagi hidup berfoya2, mobil mewah, memakai emas dan cincin
berlian yang berlebihan. Ingat semua ada masanya!. Jika anda ingin
menghabiskan dalam 1 malam, silakan saja! seterusnya kita ucakpan selamat "Good
Bye my love dunia", saya mau pergi ke alam baka menagih hutang kepada Suharto,
itu gak apa-apa. Tapi jika kita mau sedikit berpikir akan kondisi alam dan
perubahan jaman yang semakin tidak jelas sekarang ini, lebih-lebih melihat
keadaan disekitar kita, mulai dari anak sendiri yang masih butuh banyak
kebutuhan, ortu yang sakit2an, saudara2 yang mungkin masih hidup dibawah
kemiskinan, saran saya sebaik menabung saja, toh kita tidak tahu apa yang bakal
terjadi dikemudian hari. Tapi jika kita punya lebih ya boleh lah sekali kali
tidur di hotel bintang tujuh, supaya tidak jenuh dan stres, atau pesisir
dipantai (itu juga mudah2an gak sutnami lagi). Tapi jangan sering2, nanti habis
tabungannya :))
Jadi kesimpulan saya: Memiliki harta yang tidak tampak oleh umum lebih abadi
untuk dikemudian hari. Harta yang tak tampak ibarat keajaiban. Kita bisa
menolong sesama, saudara, teman pada waktunya. Dan itu jauh lebih bahagia dari
pada kita sekali makan kenyang di restouran mewah dan mabuk2an.###
*Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita
inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita
tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita
menjadi lebih bahagia.
*Lahir, hidup dan mati hanya ada 1x
Maka nikmatilah hidup ini sebaik-baiknya
Bagikanlah kasih sayangmu kepada semua orang yang kau kasihi
Maka Niscaya kamu akan memperoleh surplus dari sang kasih sayang
Ingat, air sumur tidak akan bertambah jika tidak ditimbah
Dan air samudra akan cepat kering jika tidak disirami hujan!