ass wrb ita..

kemaren lama saya  mencoba menghubungi seorang teman..di Kalimanatan.
seorang ahli medis yang lama menuntut ilmu  ( S3 ) di jepang mengambil
jurusan pendalaman perawatan LUKA  PASCA BEDAH.
saya berdiskusi  lama sekali...tentang kasus almarhumah ibu saya dan kasus
Fara.
Hampir sama tapi agak berbeda..
Yang bikin sama, almarhumah ibu saya : - Gizi Buruk tipe marasmik
                                                             -Infeksi
Sekunder

Luka infeksi / tidak menutup nya lagi luka pasca bedah  dengan waktu  cukup
lama dan tadinya  ada di tubuh almarhumah akibat tindakan op yang dilakukan
sebuah RS di Pontianak yang dilaksanakan seorang dokter bedah terkenal.
Insya Allah tindakan  operasi yang dilaksanakan tersebut mungkin yang paling
terbaik bagi ibu , walaupun di belakang hari ini.. saya tau ada tindakan
lain yang dapat diambil mengatasi masalah tersebut.
Luka tersebut tidak menutup padahal si pasien tidak mempunyai riwayat
Diabetes.
Ternyata perlu diketahui.. tubuh pasien tidak mampu menghasilkan ALBUMIN
yang harusnya di produksi HATI.
proses terjadinya kekurangan ALBUMIN karena salah satunya asupan gizi dan
protein serta kabohidrat yang sangat kurang pada tubuh kita. Hingga kadang
pasien perlu mendapat tranfusi albumin yang harganya rata-- rata 1 juta per
botol kecil. almarhumah pernah mendapat tranfusi 4 botol dalam sehari..
karena kadar albumin dalam tubuh sangat rendah. dan itu berlangsung terus
menerus...

Saya bertemu teman ini  . beberapa bulan sebelum ibu menutup mata, dia
menawarkan membantu merawat luka yang besar akibat op tersebut..
Beliau punya klinik kecil yang ada di Jalan Penjara atas bantuan PKU
Muhamaddiyah.
( klinik Kitamura) .

Sungguh ALLAH maha besar.. dalam rawatan tim nya.. Luka menganga berbentuk
lobang besar dengan kedalam yang menakutkan.. pelan2 tertutup kembali hanya
dalam waktu kurang lebih  2 bulan.
Ibu tidak melakukan tranfusi albumin sewaktu dirawat tim beliau.
Metode perawatan Pasca Bedah yang dilakukannya betul2 berbeda dengan
perawatan yang selama ini banyak dilakukan di Rumah Sakit. walaupun
penanganannya sama2 medis.
Beliau banyak mengajurkan ibu mengkomsumsi ikan yang mempunyai sisik
tebal... terutama Ikan GABUS..  hasil tim air ikan tersebut dapat
meningkatkan kadar albumin dalam tubuh dan membantu proses kesembuhan luka
pada tubuh kita.
Yang perlu diketahui... TERNYATA beliau adalah  salah satu dari 15 orang
ahli luka pasca bedah yang di miliki Indonesia.  Dan  memeperdalam S3 di
jepang khusus meneliti  perawatan luka pasca bedah.

Saya sempat.. tanya,, kenapa metode ini tidak dipakai atau di ajarkan kepada
semua RUMAH SAKIT yang ada . sehingga orang tidak memerlukan waktu lama dan
membuang sedemikian banyak uang untuk perawatan luka dengan kasus infeksi
akut sekunder.
Beliau menjawab,, sudah pernah diajak para dokter bedah menjalin kerjasama..
tapi mungkin karena beliau bukan DOKTER tetapi perawat yang sekolahnya
hingga S3. tidak mudah menyakinkan para Dokter tersebut.
Hingga beliau bertekad membantu setiap orang yang mempunyai masalah infeksi
akut pasca bedah  melewati klinik Kecil  ( KITAMURA)
Yang perlu disikapi... semoga di rumah sakit tempat fara dirawat... sudah
mempunyai ahli  penanganan INFEKSI SEKUNDER pasca bedah denga metode paling
baru dan tepat.

Tulisan saya ini... tidak atas permintaan siapapun , hanya panggilan hati.
semoga dapat bermanfaat buat siapapun yang membacanya.
Semoga Pak Suryadi ( Pagi hari berdinas  di RS Sudarso) dapat memakluminya..
jika membaca tulisan ini... itulah penilaian dan ucapan terimakasih keluarga
besar kami atas bantuan dan perawatan beliau kepada Almarhumah yang baru
beberapa hari dipanggil ke Hadapan ALLAH.
Semoga siapapun yang membaca.. mempunyai sanak saudara yang mengalami
Infeksi Akut Pasca bedah walaupun  itu akibat diabetes.. dapat memberikan
pilihan lain dalam penanganan dan perawatan  luka tersebut.
Saya hanya dapat mendoakan.. Semoga usaha bapak dan tim tanpa lelah membantu
banyak orang  tanpa melihat suku dan agama dapat menjadi perhatian
Pemerintah.
Kita akan merasa beruntung... jika dapat membantu orang lain.. walau hanya
sedikit.

wasalam

 Budi Rahayu



>

Kirim email ke