Kamis, 27 Maret 2008 06:19 WIB
PM Belanda Surati PB NU Terkait Film 'Fitna'

*JAKARTA--MI:* Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menyurati Ketua
Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi terkait kasus
film *Fitna* karya anggota Parlemen Belanda Geert Wilder yang diduga
melecehkan Alquran.

Surat tersebut diantar langsung oleh Sekretaris Pertama Kedutaan Besar
Belanda untuk Indonesia Alexander Kofmanke ke Kantor PB NU, Jakarta, Rabu
(26/3).

Kepada wartawan Hasyim menjelaskan, dalam surat itu Balkenende menyatakan
bahwa Wilder tidak mewakili Belanda. Konsepsinya tentang Islam sama sekali
tidak mewakili pandangan dan kebijakan pemerintah Belanda.

Pemerintah Belanda memahami kekecewaan PB NU bersama sejumlah organisasi
keagamaan lain yang tergabung dalam Komunitas Umat Beragama Indonesia
(KUBI).

Namun, dalam konstitusi Belanda tidak mungkin untuk melarang pemutaran film
yang isinya saja belum diketahui. Jika film tersebut sudah disiarkan,
kejaksaan Belanda dapat menginvestigasi apakah ada aspek kriminal dalam film
tersebut atau tidak.

"PM Belanda dalam suratnya juga sepakat untuk menghindari adanya kekerasan
jika film tersebut benar-benar dirilis di internet, baik di Belanda maupun
secara internasional," katanya.

Hasyim menyatakan akan segera menyebarluaskan surat tersebut pada Ketua Umum
PP Muhammadiyah, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia dan Ketua
Konferensi Waligeraja Indonesia.

Sebelumnya, terkait film itu KUBI mengirimkan surat ke pemerintah Belanda
pada 13 Maret 2008 karena menilai, pemutaran film itu pastinya akan sangat
menyakiti perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi
peradaban dunia, termasuk antara para pemeluk agama.

Karena itu, pemerintah Kerajaan Belanda diharapkan dapat berusaha secara
maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya. (ANt/OL-03)

Kirim email ke