Sebuah cerita untuk mereka yang telah 100 hari bekerja Alkisah,seorang ayah dan anaknya sedang menuju kota dari sebuah desa.Perjalanannya cukup jauh,dan mereka hanya punya seekor keledai kurus. Mulanya,ayah dan anak naik keledai bersama sama.Ketika melewati sebuah kampung,mereka diejek penduduk kampung.Me reka dianggap kejam dan tak berperasaan,tega menyiksa kele dai.Keledai kurus,kok tega teganya dinaiki berdua,begitu kri tik dan cemohan penduduk. Terpaksa sang ayah turun,berjalan kaki sambil meuntun ke ledai.Ketika melewati kampung kedua,kembali mereka diejek pen duduk kampung.Sang anak dikatakan durhaka,karena membiarkan ayahnya yg tua itu berjalan kaki.Ia sendiri enak enak naik ke ledai. Serba salah,akhirnya sang anak merasa tak enak hati.Ia la lu turun,dan bertukar posisi dgn ayahnya.Melewati kampung ke tiga,lagi lagi mereka diejek.Giliran sang ayah yg dikatakan kejam,lantaran tega membiarkan anaknya yg masih kecil kelelah an berjalan kaki.Ia sendiri enak enak naik keledai. Ayah dan anak menjadi serba salah.Setelah berunding di te pi jalan,mereka memutuskan akan berjalan kaki sambil menuntun keledai.Cara demikian ternyata tak manjur juga.Di kampung be rikutnya mereka ditertawakan karena dianggap bodoh.Punya kele dai kok gak dimanfaatkan. Ayah dan anak hanya bisa garuk garuk kepala.Apapun yg mere ka kerjakan,selalu saja ada yg tak puas dan mencela.
