04/04/2008 11:19 WIB Pejabat Setor Sendiri Angpao Hajatan ke Kas Negara Niken Widya Yunita - detikcom
Jakarta - Pejabat yang menerima angpao lebih dari Rp 1 juta dari pernikahan anaknya harus menyetor ke kas negara. Penyetoran dilakukan langsung oleh pejabat tersebut. "Yang menyerahkan ke kas negara dia (penyelenggara negara) juga. Kan uangnya di dia. Dia nanti menyampaikan buktinya ke kita," ujar Wakil Ketua Bidang Penindakan, Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Haryono Umar kepada detikcom, Jumat (4/4/2008). Haryono menuturkan, peraturan pejabat boleh menerima angpao kawinan maksimal Rp 1 juta bukan hanya di pesta pernikahan saja. Melainkan di pesta lainnya, seperti ulang tahun dan pesta perpisahan. Dijelaskan Haryono, usai hajatan, pejabat harus lapor uang yang diterimanya kepada KPK. Setelah itu KPK akan mengklarifikasi dalam waktu 30 hari. Kalau pejabat tidak lapor, lanjut Haryono, KPK akan menyurati penyelenggara negara tersebut. Bila tidak juga melapor, KPK akan segera mendatangi pejabat tersebut. "Kalau tidak melapor kita akan katakan kalau itu melanggar UU tentang Gratifikasi," jelas Haryono. Dalam mengklarifikasi angpao hajatan pejabat tersebut, Haryono menuturkan, bila uang diterima dari sanak famili, KPK tidak merisaukan. Yang dipersoalkan jika uang itu berasal dari rekan kerja pejabat tersebut. "Kalau ada atasan, bawahan, mantan anak buah, dan teman lama yang ada hubungan dengan kerja, itu yang kita klarifikasi atau tanya-tanya" ucap Haryono. ( nik / nvt ) LINK : --http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/04/time/111933/idnews/918264/idkanal/10 ----- Original Message ----- From: Ali Hartono To: [email protected] Sent: Friday, April 04, 2008 11:20 AM Subject: Re: [Singkawang] Pesta Rakyat hello (Ms. / Mrs.) Lidya... Sebelumnya, kenalin nama saya Ali. Saya hanya mau sedikit berkomentar mengenai tanggapan Ibu mengenai Pesta Rakyat ini. Saya pikir, sebagai sesama penduduk Kalimantan Barat khususnya, bukankah sudah seharusnya kita semua ikut berbahagia akan pernikahan setiap pasangan yang akan memulai hidup baru... ? :) Mengenai ukuran besar atau kecilnya ukuran pesta yang digelar, ya tergantung daripada kekuatan finansial dari kedua mempelai tersebut, jadi tidak seharusnya kita mengomentari sampai dihubung-hubungkan dengan kondisi perekonomian KalBar. Bukankah jika kita sekalipun, jika ada anggota keluarga yang akan menikah, juga akan dirayakan se-meriah mungkin ? Seperti yang dilakukan oleh salah satu konglomerat asal Indonesia di Singapura ? :) Just comment, doesn't mean to stick to any side... Peace... :)
