*Kamis, 3 April 2008*
*Gelar Pesta Tiga Hari, Sebarkan 13.000 Undangan
* *Pernikahan Karolin-Adhy; Pesta Seluruh Rakyat*

[image: PELAMINAN: Beberapa petugas sedang mendekorasi pelaminan untuk acara
pernikahan Karolin-Adhy. (FOTO: BUDI MIANK)]

*Pontianak,-*  Pendopo gubernur berhias. Merah dan putih mendominasi.
Motif-motif khas Dayak terlukis apik. Sebuah pelaminan suci sedang
dirancang. Tiga hari mendatang, pesta perkawinan putri sulung Cornelis akan
berlangsung.

Budi Miank, Pontianak

Empat tenda merah putih terpasang di pendopo gubernur. Dua di antaranya
terletak di sisi kiri. Belum ada kursinya. Petugas dekorasi masih terus
berbenah. Ada yang memasang motif-motif khas Dayak. Ada pula yang mewarnai
dengan cat minyak dinding pendopo. Merah putih tetap mendominasi.

Di aula pendopo, puluhan meja bundar terpasang. Enam kursi berselimut kain
katun putih tersusun mengelilingi meja. Sangat apik. Serasi dengan warna
hiasan panggung.

Panitia juga membuat beberapa 'rumah' tambahan.  Walau terbuat dari kayu dan
triplek, rumah tambahan ini kokoh. Sound system, pemain musik tersusun di
rumah tambahan itu.

Tiga hari mendatang, pendopo akan semarak. Cornelis, Gubernur Kalbar akan
menerima menantu. Putri sulungnya, Karolin Margret Natasa akan menikah
dengan Adhy Nugroho. Pasangan muda yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.


Karolin merupakan putri  pertama dari pasangan Cornelis dan Frederika.
Sedangkan Adhy adalah putra dari pasangan JC Sanyoto dan Maria Sri Marpiah.
Sakramen pernikahan akan dilangsungkan Kamis (4/4) di Gereja Katedral St.
Yosef, Pontianak.

Pernikahan yang bertajuk pesta rakyat ini akan digelar selama tiga hari.
Mulai Rabu (3/4) dan berakhir Jumat (5/4). Pestanya juga beragam. Hari
pertama akan diisi dengan pesta adat Jawa.

Hari kedua akan diisi dengan pesta bernuansa nasional. Ini pesta yang sama
dengan kebanyakan orang saat melangsungkan pesta pernikahan. Pesta ini
mengundang sekita 13.000 orang, selama tiga hari.

Puncaknya hari ketiga. Pesta pernikahan yang dilakukan sesuai adat istiadat
Dayak Kanayatn. Namun sehari sebelumnya, juga akan dilangsungkan ritual
adat. "Persiapan sudah final," kata Ignatius Lyong, ketua Panitia Perkawinan
Adat Dayak.

Menurut dia, pesta perkawinan adat akan menghidupkan nuansa kampung.
Layaknya upacara adat perkawinan di kampung. Tak mengherankan, jika pestanya
tanpa kursi. Tetamu akan lesehan. Duduk di lantai menikmati penganan khas
Dayak Kanayatn.

"Ini benar-benar pesta yang merakyat. Menghidupkan perkawinan gaya kampung
di alam perkotaan," ungkap Lyong.

Karolin dan Adhy mengakhiri masa lajangnya. Keduanya berbahagia. Pun begitu
dengan ibu bapaknya. Rakyat Kalbar juga gembira. Pesta Karolin-Adhy, pesta
kita semua. Selamat berbahagia. Proficiat. (*)

Kirim email ke