Yang ini kisah benaran. Kisah ini bukanlah utk dikasihani, 
Tapi layak utk dikagumi. Mereka gak pernah menyerah pada 
nasib. Kisah ini saya kutip dari majalah Perak edisi april 
2008.



Singkawang, 
Yong Siau Thian atau Lena,baru berusia 14thn.Ia merupakan 
anak ke-4 dari 14 bersaudara. Ia mengaku harus menjual sa 
yur karena sang ayah menderita katarak sejak 8 thn lalu. 
Dan dlm 2 thn terakhir ini tidak bisa melihat dgn jelas. 
Lena sudah 2 thn ini berjualan sayur keliling kampung, 
utk membantu keluarganya agar terus bisa makan. Dalam 
sehari ia mengaku bisa mendapatkan keuntungan sekitar 
Rp 15 ribu hasil penjualan sayur. Dengan penghasilan itu 
Lena rela meninggalkan kebahagiaan masa kecilnya utk 
keluarga. Kecintaannya terhadap keluarga memang sgt besar, 
terutama kepada adik-adiknya yg masih kecil. Aktivitas 
menjual sayur itu, diakuinya tdk mengganggu rutinitasnya 
di bangku sekolah. 
Meski harus menjadi penjual sayur,Lena tak perlu merasa 
malu dgn kawan-kawannya. Pasalnya ,ia merasa telah melaku 
kan hal yg benar, jadi kenapa harus malu. Bahkan seharusnya 
temannya bangga mempunyai teman spt Lena,yg terbukti bisa  
membagi waktu antara sekolah dan mencari sesuap nasi utk 
keluarga.
Lena memang tdk mungkin berjuang sendiri,sang ibu juga tu 
rut menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari,sang ibu 
membuat kerupuk ubi dan dijual dgn menitipkannya di warung 
warung.
Sebagai anak-anak yg mempunyai banyak impian,Lena tidak 
terlalu berharap,prioritas baginya adalah agar sang ayah 
bisa sembuh dan bekerja spt dulu. Sekarang di dlm rumah 
tidak ada yg jadi tulang punggung. Saya berharap ayah bisa 
sembuh dari penyakitnya,kata Lena.



    *Tetap semangat dan berjuang ya,Len.
     Jangan mau jadi Siti Nurbaya dan tergoda sama rayuan 
     datuk maringgi oriental.
    
Dear,Bung Yakop Sen/Perak

Teman teman tanya,kalo mau mendapatkan atau berlangganan 
majalah Perak,gimana caranya ya. Apa boleh kami minta foto 
Lena yg berwarna. Terima kasih.
Salam.

Kirim email ke