*Rabu, 30 April 2008*
*Diknas Segera Razia Ponsel Porno di Sekolah
*
*Singkawang,-*  Dinas Pendidikan Kota Singkawang menyambut positif wacana
tentang razia telepon genggam (telgam) atau ponsel berisi gambar atau video
porno. Bahkan, instansi ini pun sudah mengambil ancang-ancang untuk
melaksanakannya. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Drs Sofyan
MSi, mengatakannya, kemarin.

"Itu memang perlu. Beberapa waktu lalu kita sudah berencana untuk
melaksanakannya," ujar dia. Namun, tambah Sofian, razia tersebut tidak dapat
dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Soalnya, saat sekarang para siswa masih
disibukkan dengan ujian nasional. Kemungkinan, razia baru dapat dilaksanakan
setelah masa-masa ujian selesai.

Sofian juga menyatakan prihatin atas perkembangan yang terjadi saat ini yang
mana para siswa terlalu bebas dalam mengakses teknologi seperti telepon
genggam. Informasi tentang beredarnya gambar-gambar atau tayangan berbau
porno, yang ditransfer antar-telepon genggam atau diambil dari internet di
kalangan para siswa sudah sering terdengar. Oleh karena itu, upaya-upaya
antisipasi seperti pelaksanaan razia dianggap penting.

Meski belum menetapkan jadwal razia secara pasti, Sofian menyebutkan bahwa
dalam pelaksanaannya nanti Dinas Pendidikan akan bekerjasama dengan
masing-masing sekolah. Apakah akan melibatkan kepolisian? Sejauh ini
pihaknya juga belum memutuskan soal itu. "Akan kita lihat dulu nanti. Kalau
dirasakan cukup secara internal, ya kita internal Diknas saja," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dedy Suryadi dari LSM Opini meminta agar
Dinas Pendidikan dan kepolisian merazia telepon genggam yang berisi video
atau gambar porno di sekolah-sekolah atau toko-toko/counter ponsel. Soalnya,
kata Dedy, peredaran video dan gambar mesum melalui telgam dinilai sudah
sangat menggejala di masyarakat Kota Singkawang, terutama di kalangan
generasi muda atau pelajar.

Pemerintah, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi terkait dan para
orang tua diharapkan ikut memikirkan persoalan ini dan mengambil langkah
antisipasi. Jika gejala tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan dampaknya
semakin meluas. Di Kota Pontianak, razia semacam ini sudah digencarkan sejak
beberapa waktu lalu.(rnl)

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=156870

Kirim email ke