http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=156027

*Jumat, 18 April 2008*
*Presiden akan Resmikan Pabrik Pupuk
* *Terbesar di Asia Tenggara*

*Singkawang,-*  Wali Kota, Hasan Karman SH MM, mengatakan, pabrik pupuk
organik Singkawang direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI, Agustus
2008 nanti. Pabrik pupuk tersebut merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

"Produksinya kira-kira mencapai 300 ribu ton per tahun," katanya, baru-baru
ini di Aula I. Bahan baku yang akan digunakan untuk produksi pupuk tersebut
yakni berupa kotoran ayam. Seperti diketahui, sumber daya di Kota Singkawang
sangat mendukung untuk itu karena ada beberapa peternakan ayam yang
beroperasi.

Menurut Hasan, pembangunan pabrik pupuk organik ini sangat strategis dan
dapat menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang.

Di samping pabrik pupuk organik, ada beberapa program pembangunan strategis
lain yang juga akan dilaksanakan misalnya pembangunan bandara dan pelabuhan
laut, pembangunan terminal Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) tipe B dan
Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) tipe A yang memerlukan dana
sekitar Rp45 miliar.

Bukan cuma itu, juga ada program pembangunan jaringan listrik Sambungan
Udara Tegangan Tinggi (SUTT), pembangunan pasar terpadu dan pembangunan
jaringan air bersih Singbebas.

"Itu adalah hal-hal ideal yang kita impikan dan membutuhkan dukungan semua
pihak," katanya.

Terkait masalah pabrik pupuk, Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan Kalbar,
drh Abdul Manaf Mustafa juga pernah menyinggung tentang pembangunan pabrik
pupuk ini. Seperti dilansir oleh Badan Komunikasi, Informasi dan Kearsipan
(BKIK) Kalbar, Manaf mengatakan, dengan pembangunan pabrik ini, diharapkan
ke depan Kalbar tidak akan lagi kekurangan pupuk organik. Bahkan, Kalbar
juga dapat memenuhi kebutuhan daerah lain. Pabrik pupuk tersebut menurutnya
menghabiskan investasi tidak kurang dari Rp48 miliar.

Menanggapi persediaan bahan baku yang terdapat di Kalbar, Manaf optimistis
daerah ini dapat memenuhinya. Menurut data dari Dinas Kehewanan dan
Peternakan di Kalbar, saat ini terdapat 2,9 juta ekor ayam yang tersebar di
berbagai daerah. Dari jumlah ayam tersebut, per harinya diperkirakan dapat
menghasilkan 150 ton kotoran yang dapat dijadikan bahan pembuatan pupuk
organik.

Selanjutnya Manaf juga mengatakan, keberadaan dan pemakaian pupuk organik
dianggap memberi keuntungan yang lebih dibandingkan dengan pupuk kimia.
Pemakaian pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan sehingga tidak
menimbulkan kejenuhan pada tanah. Hal ini berbeda jika yang digunakan adalah
pupuk kimia. Setiap tanaman yang menggunakan pupuk organik pun hasilnya akan
lebih aman untuk dikonsumsi.(rnl)

Kirim email ke