Apakah membicarakan oranglain itu dosa ???? nanti mau nanya guru agama dulu lah ....
he he he Clement lee <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Not because he can but he needs the car for his job. Sebagai SALEMAN kota Skw , masak para calon investor dari luar atau dalam negeri dan tamu2 lainnya diajak berjalan kaki atau naik gerobak. Pernah liat seorang saleman datang naik becak? Mengenai penarikan mobil dari mantan wakota, kemungkinan HK terbentur dgn birokrasi yg kita tidak ketahui. Kalo mantan wakota berani utk tidak mengembalikan mobil dinasnya, pasti ada alasannya yg kuat. Kenapa bukannya kita membantu HK utk mendesak mantan wakota utk mengembalikan modas nya secara suka rela? Saya belum pernah baca sdr Rudy Hardjana dan Andy Januar menanyakan ke mantan wakota kenapa beliau tidak mengembalikan mobil dinasnya. Let's help HK do his job. Let's put pressure on mantan wakota. Peace. Clement --- On Tue, 8/12/08, Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Singkawang] Belum berhasil bangun kota Singkawang,minta hadiah dulu. To: [email protected] Date: Tuesday, August 12, 2008, 7:47 PM ha ha ha ha marah ya? you know why he want a new car? because he can. --- On Tue, 8/12/08, Budiman Chang <legendamotor@ yahoo.com> wrote: From: Budiman Chang <legendamotor@ yahoo.com> Subject: [Singkawang] Belum berhasil bangun kota Singkawang,minta hadiah dulu. To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Date: Tuesday, August 12, 2008, 2:13 PM Belum berhasil bangun kota Singkawang Spektakuler, minta hadiah dulu.Padahal jarak rumah dinas dan kantor wako cuma berjarak 2km.Tidak perlu mobil baru.Coba naik sepeda ke kantor,sehat dan teladan .Program naik sepeda pernah disarankan oleh bos Permasis,Pak Lio .Mengapa tidak diikuti oleh wako kita? salam, Budiman --- On Tue, 8/12/08, united.singkawang <[EMAIL PROTECTED] us> wrote: From: united.singkawang <[EMAIL PROTECTED] us> Subject: [Singkawang] Equator - Rencana Beli Mobnas Baru Wako Dinilai Tak Miliki Sense of Crisis To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Date: Tuesday, August 12, 2008, 9:33 AM Rencana Beli Mobnas Baru Wako Dinilai Tak Miliki Sense of Crisis Singkawang, Rencana pembelian mobil dinas (mobnas) untuk Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM bernilai ratusan juta yang bersumber dari APBD menuai berbagai kritik dan cibiran. Mengingat, teramat banyak jumlah rumah tangga miskin di Kota Singkawang. "Sense of crisis Wali Kota benar-benar sudah hilang. Sementara, masyarakatnya masih banyak yang susah makan walaupun telah bekerja keras," sesal Rudy Hardjana, Pengamat Hukum Kota Singkawang, Kamis (7/8) sore. Secara tegas Rudy meminta Wali Kota Singkawang mengurungkan niat tamak tersebut. Pasalnya, sangat mencederai dan melukai perasaan wong cilik di Kota Seribu Kuil ini. "Terlalu banyak uang negara yang dihambur-hamburkan. Padahal untuk Wali Kota Singkawang sudah disediakan Toyota Harrier sekitar Rp 700 juta dan Nissan X-Trail sekitar Rp 200 juta," bebernya. Jika Hasan tidak berani dan tak punya keberanian menarik mobil dinas dari mantan Wali Kota Singkawang Drs Awang Ishak, Rudy memastikan bersedia sebagai relawan mengambilnya. "Harusnya anggaran ratusan juta rupiah itu untuk masyarakat. Dan sebagai pemimpin, Hasan bisa lebih fokus kepada pemenuhan listrik dan air di Kota Singkawang," cetusnya. Senada, aktivis pemuda Andi Yanuar menyerukan kegeramannya dengan rencana gila tersebut. "Hasan memiliki otoritas menarik Toyota Harrier. Hanya saja enggan menggunakan otoritas tersebut sebagai alasan untuk membeli mobil dinas lagi. Saya juga berani mengambil langsung mobil dinas yang masih digunakan mantan Wali Kota kalau memang Hasan benar-benar sudah sangat ketakutan dengan pendahulunya, " timpalnya berapi-api. Bila dikilas balik, dalam pelantikan menjadi Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM pada 17 Desember 2007 lalu, secara terbuka menolak pembelian mobil dinas baru. Hanya saja, sikap orang nomor satu di Kota Singkawang tersebut berubah 180 derajat pasca tujuh bulan memerintah. "Kok sekarang Wali Kota Singkawang enak saja menerima rencana pembelian mobil dinas baru. Sementara pada pelantikan secara jelas dalam koran bersikap menolak," cibir Fui Men, salah seorang warga yang bermukim di Jalan GM Situt. Jalan terbaik tambah Fui, Hasan membeli mobil mewah dari kocek sendiri saja. Tanpa mengotak-atik uang APBD yang notabene untuk kepentingan rakyat banyak. "Saya memperkirakan mobil dinas yang sudah ada (X-Trail, red) nanti diberikan kepada istrinya. Sedangkan Hasan menggunakan mobil dinas baru yaitu Toyota Harier," tandasnya Senada, M Firdaus yang menjabat Ketua RT di Roban menyebut, tak hanya membeli mobil, tapi menurutnya sah-sah saja jika Wali Kota Singkawang misalnya mau membeli helikopter. Hanya saja, mutlak disertai kajian yang matang dan payung hukum yang jelas. Terhadap rencana pembelian mobil dinas baru tersebut, Sekretaris Daerah Kota Singkawang Drs H Suhadi Abdullani membenarkan. Dia menyebut, pengumuman lelang pun sudah dimuat di koran. Walaupun SPK (Surat Perintah Kerja)-nya belum terbit. Senada, Asisten Administrasi Umum Kota Singkawang Ramzi Nurdin SSos mengaminkan pengadaan mobil dinas tersebut. Hanya saja, alokasi dalam APBD masuk item pengadaan mobil jenis jeep. "Rangkaian proses lelang sudah selesai dilaksanakan. Demikian juga pemenangnya yang tinggal menandatangani kontrak. Harganya sekitar Rp 430 juta," tukasnya. Terhadap mobil dinas yang sudah ada, yakni Nissan X-Trail, diperkirakan Ramzi akan dialihkan menjadi kendaraan dinas pejabat lain. Entah itu Sekretaris Daerah, DPRD dan sebagainya. Tergantung hasil pengkajian sisi protokoler. "Untuk menghindari permasalahan protokoler jika kemungkinan Wakil Wali Kota dan Sekda sama-sama menggunakan X-Trail, bisa saja tahun 2009 kembali dianggarkan pembelian mobil dinas untuk Wakil Wali Kota," tandasnya. Terhadap mobil Toyota Harrier yang masih parkir di garasi mantan Wali Kota Singkawang, Ramzi memastikan belum ada proses dum (pemindahtanganan) . Pasalnya, rapat pembentukan panitia dan permintaan persetujuan dari legislatif belum ada. Dalam Permendagri No 17 Tahun 2004 pasal 62 ayat 2 disebutkan, penjualan kendaraan perorangan dinas yang dipergunakan pejabat negara yang berumur lima puluh tahun atau lebih dapat dijual satu unit kepada yang bersangkutan, setelah masa jabatannya berakhir. Namun, prosesnya harus sesuai aturan yang berlaku. "Ingat, kemampuan daerah mengganti mobil dinas menjadi pertimbangan. Demikian juga persetujuan Dewan," tegasnya. (man) Source : http://www.equator- news.com/ index.php? mib=berita. detail&id= 5011 --------------------------------- Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain!
