Belum berhasil bangun kota Singkawang Spektakuler,minta hadiah dulu.Padahal 
jarak rumah dinas dan kantor wako cuma berjarak 2km.Tidak perlu mobil 
baru..Coba naik sepeda ke kantor,sehat dan teladan .Program naik sepeda pernah 
disarankan oleh bos Permasis,Pak Lio .Mengapa tidak diikuti oleh wako kita?
 
salam,
Budiman

--- On Tue, 8/12/08, united.singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: united.singkawang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Singkawang] Equator - Rencana Beli Mobnas Baru Wako Dinilai Tak 
Miliki Sense of Crisis
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 12, 2008, 9:33 AM






Rencana Beli Mobnas Baru
Wako Dinilai Tak Miliki Sense of Crisis

Singkawang, Rencana pembelian mobil dinas (mobnas) untuk Wali Kota
Singkawang Hasan Karman SH MM bernilai ratusan juta yang bersumber
dari APBD menuai berbagai kritik dan cibiran. Mengingat, teramat
banyak jumlah rumah tangga miskin di Kota Singkawang. "Sense of crisis
Wali Kota benar-benar sudah hilang. Sementara, masyarakatnya masih
banyak yang susah makan walaupun telah bekerja keras," sesal Rudy
Hardjana, Pengamat Hukum Kota Singkawang, Kamis (7/8) sore.
Secara tegas Rudy meminta Wali Kota Singkawang mengurungkan niat tamak
tersebut. Pasalnya, sangat mencederai dan melukai perasaan wong cilik
di Kota Seribu Kuil ini. "Terlalu banyak uang negara yang
dihambur-hamburkan. Padahal untuk Wali Kota Singkawang sudah
disediakan Toyota Harrier sekitar Rp 700 juta dan Nissan X-Trail
sekitar Rp 200 juta," bebernya.
Jika Hasan tidak berani dan tak punya keberanian menarik mobil dinas
dari mantan Wali Kota Singkawang Drs Awang Ishak, Rudy memastikan
bersedia sebagai relawan mengambilnya. "Harusnya anggaran ratusan juta
rupiah itu untuk masyarakat. Dan sebagai pemimpin, Hasan bisa lebih
fokus kepada pemenuhan listrik dan air di Kota Singkawang," cetusnya.
Senada, aktivis pemuda Andi Yanuar menyerukan kegeramannya dengan
rencana gila tersebut. "Hasan memiliki otoritas menarik Toyota
Harrier. Hanya saja enggan menggunakan otoritas tersebut sebagai
alasan untuk membeli mobil dinas lagi. Saya juga berani mengambil
langsung mobil dinas yang masih digunakan mantan Wali Kota kalau
memang Hasan benar-benar sudah sangat ketakutan dengan pendahulunya, "
timpalnya berapi-api.
Bila dikilas balik, dalam pelantikan menjadi Wali Kota Singkawang
Hasan Karman SH MM pada 17 Desember 2007 lalu, secara terbuka menolak
pembelian mobil dinas baru. Hanya saja, sikap orang nomor satu di Kota
Singkawang tersebut berubah 180 derajat pasca tujuh bulan memerintah.
"Kok sekarang Wali Kota Singkawang enak saja menerima rencana
pembelian mobil dinas baru. Sementara pada pelantikan secara jelas
dalam koran bersikap menolak," cibir Fui Men, salah seorang warga yang
bermukim di Jalan GM Situt.
Jalan terbaik tambah Fui, Hasan membeli mobil mewah dari kocek sendiri
saja. Tanpa mengotak-atik uang APBD yang notabene untuk kepentingan
rakyat banyak. "Saya memperkirakan mobil dinas yang sudah ada
(X-Trail, red) nanti diberikan kepada istrinya. Sedangkan Hasan
menggunakan mobil dinas baru yaitu Toyota Harier," tandasnya
Senada, M Firdaus yang menjabat Ketua RT di Roban menyebut, tak hanya
membeli mobil, tapi menurutnya sah-sah saja jika Wali Kota Singkawang
misalnya mau membeli helikopter. Hanya saja, mutlak disertai kajian
yang matang dan payung hukum yang jelas.
Terhadap rencana pembelian mobil dinas baru tersebut, Sekretaris
Daerah Kota Singkawang Drs H Suhadi Abdullani membenarkan. Dia
menyebut, pengumuman lelang pun sudah dimuat di koran. Walaupun SPK
(Surat Perintah Kerja)-nya belum terbit.
Senada, Asisten Administrasi Umum Kota Singkawang Ramzi Nurdin SSos
mengaminkan pengadaan mobil dinas tersebut. Hanya saja, alokasi dalam
APBD masuk item pengadaan mobil jenis jeep. "Rangkaian proses lelang
sudah selesai dilaksanakan.
Demikian juga pemenangnya yang tinggal menandatangani kontrak.
Harganya sekitar Rp 430 juta," tukasnya.
Terhadap mobil dinas yang sudah ada, yakni Nissan X-Trail,
diperkirakan Ramzi akan dialihkan menjadi kendaraan dinas pejabat
lain. Entah itu Sekretaris Daerah, DPRD dan sebagainya. Tergantung
hasil pengkajian sisi protokoler. "Untuk menghindari permasalahan
protokoler jika kemungkinan Wakil Wali Kota dan Sekda sama-sama
menggunakan X-Trail, bisa saja tahun 2009 kembali dianggarkan
pembelian mobil dinas untuk Wakil Wali Kota," tandasnya.
Terhadap mobil Toyota Harrier yang masih parkir di garasi mantan Wali
Kota Singkawang, Ramzi memastikan belum ada proses dum (pemindahtanganan) .
Pasalnya, rapat pembentukan panitia dan permintaan persetujuan dari
legislatif belum ada. Dalam Permendagri No 17 Tahun 2004 pasal 62 ayat
2 disebutkan, penjualan kendaraan perorangan dinas yang dipergunakan
pejabat negara yang berumur lima puluh tahun atau lebih dapat dijual
satu unit kepada yang bersangkutan, setelah masa jabatannya berakhir.
Namun, prosesnya harus sesuai aturan yang berlaku. "Ingat, kemampuan
daerah mengganti mobil dinas menjadi pertimbangan. Demikian juga
persetujuan Dewan," tegasnya. (man) 

Source : http://www.equator- news.com/ index.php? mib=berita. detail&id= 5011

 














      

Kirim email ke