Dear all,

Saya juga setuju dengan Tjung Po (welcome back bro) dan Albert.  Susah
mengharapkan kesadaran masyarakat  agar tidak membuang sampah sembarangan.
Jika diibaratkan, kita masih seperti anak SD, yang harus dikasih tau dulu
apa yang boleh dan apa yang nggak boleh dilakukan?

Sebagai contoh gak usah jauh2, bisa ambil contoh milist Singkawang ini.
Perhatikan nggak footer message di milis ini? Ada satu kalimat yang nggak
pernah saya ganti, yaitu: "*Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum
me-reply*". Jika me-reply email, cukup 1-2 email sebelumnya aja yang
diikutsertakan, email yang nggak berhubungan lagi ("sampah") dibuang aja.
Ini perlu dilakukan agar email terlihat rapi ("bersih") dan juga menghemat
bandwidth. Lihat aja thread Sampah di Sungai ini, reply-nya cuman beberapa
baris tapi masih mengikutsertakan FOTO sungai itu, jadinya size email jadi
besar.

Dan ternyata sampai sekarang nggak ada satupun member yang mentaati "aturan"
itu. Bukankah ini menunjukkan kalau member milist ini belum ada KESADARAN
sendiri untuk "membuang sampah pada tempatnya"? Saya yakin kalo saya
bertangan besi pasti member akan mentaati aturan itu :)

Thanks

Salam,
Hendy


2008/8/14 xeno phane <[EMAIL PROTECTED]>

>  wah...dari semua ide dibawah ini, saya paling setuju dgn yg ini; kita
> jangan terlalu baik hati utk mengharapkan kesadaran tumbuh karena kita sudah
> keburu mati, bahkan beberapa kali(jangan hanya dinikmati oleh keturunan kita
> dong....kita juga mau nikmati hasilnya segera hi...hik.....). Kita perlu
> berdayakan tangan hukum as a tool of social enginering untuk mewujudkan
> tatanan masyarakat (termasuk didalamnya ada sungai yg bersih) yg kita
> inginkan; kita perlu bertangan besi dan bersedia ditanganbesihi kalau
> menyimpang he...he.....sorry, ngelantur krn udh sore dan perut lapar....
>
> --- On *Wed, 8/13/08, albert - <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> From: albert - <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [Singkawang] Sungai Singkawang
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, August 13, 2008, 12:26 PM
>
>    Menurut saya, wacana tentang "Kesadaran" terlalu klasik untuk
> masyarakat Singkawang yang apatis. Dari pengamatan saya, lebih cocok
> menggunakan pendekatan Punish n Reward, yang ikut mencemari akan diberikan
> denda apabila tertangkap, sebaliknya jika ada yang mampu memberikan
> sumbangsih bagi kebersihan atau ikut dalam menangkap yang mengotori sungai,
> diberikan reward. Hal ini memang terlihat terlalu rumit dan rasanya bakal
> pudar dalam waktu yang tidak lama. Tapi jika Pemerintah memang
> bersungguh-sungguh, saya rasa saran saya patut dicoba.
>
>

Kirim email ke