Pontianak, Sebentar lagi pabrik pupuk organik terbesar di Asia yang
berada di Singkawang akan beroperasi. Pabrik yang bernama PT. Sinka
Singkawang itu sedang memasuki tahap pemasangan materi mesin. Oktober
depan diresmikan Presiden SBY

"Bayangkan, rangkaian mesin pabrik pupuk organik itu dibawa dengan 15
kontainer. Untuk mengejar waktu, kami mempekerjakan tenaga teknisi
lulusan STM yang kemudian telah disekolahkan program S1 Teknik Mesin
dan Teknik Elektro. Tujuannya, agar putra daerah dapat merakit sendiri
mesin tersebut," jelas Pengurus Freelance PT. Sinka, Drs. Sanusi H.
Koko di Dinas Pertanian Provinsi saat menghadiri acara Musda Perpadi
Selasa (12/8) lalu.

Menurutnya, pabrik pupuk terbesar tersebut akan diresmikan pada
Oktober mendatang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam
persiapan itu, pabrik tersebut akan memproduksi dalam tiga tahapan.
Tapan pertama akan diusahakan produksi pupuk organik 300 ton dalam
satu hari.

"Untuk tahapan kedua, kami menargetkan dapat memproduksi 600 ton dan
pada tahapan ketiga dapat memproduksi 2000 ton pupuk organik," katanya
antusias.

Pihaknya sangat berharap dengan berdirinya pabrik pupuk organik
tersebut dapat memberikan masukan bukan hanya di Kalbar melainkan juga
untuk Indonesia secara umum. "Apalagi dengan lisensi RRC yang kami
dapatkan, kami sangat berharap pabrik pupuk organik dapat memenuhi
kebutuhan akan pupuk seluruh Indonesia," harapnya.

Dalam hal ini, lanjut ayah tiga anak tersebut, pihaknya akan memenuhi
kebutuhan akan pupuk organik khusus untuk Kota Singkawang terlebih
dahulu sebagai prioritas. Jika sudah terpenuhi, kemudian akan
dikembangkan untuk wilayah Kalbar.

"Jika wilayah Kalbar kemudian dapat terpenuhi dengan benar, pihaknya
akan memenuhi kebutuhan pupuk untuk tingkat nasional. Begitu semua
kebutuhan pupuk organik sudah terpenuhi maka kami akan menargetkan
pemenuhan pupuk yang kami arahkan untuk Thailand dan Vietnam di mana
sudah dilakukan pendekatannya," ungkap Pengurus Persatuan Pengusaha
Penggilingan Padi Kabupaten Sambas ini.

Dalam perkembangannya, lanjut Sanusi, PT. Sinka tentu akan
mengupayakan yang terbaik walaupun dalam pelaksanaan nantinya tetap
akan ada factor X yang tidak dapat diperkirakan.

Lebih lanjut Sanusi mengatakan, mengenai bahan baku akan dipasok dari
Kalbar sendiri serta Pulau Jawa. "Hanya saja dalam berapa jumlah yang
diambil tersebut belum dapat dipastikan. Sebab, kami baru saja
memperkirakannya. Yang jelas, kami usahakan dalam perjalanannya ke
depan nanti baru bisa ditentukan. Produksi yang akan kami laksanakan
juga memakai tahapan," tambahnya. (ian)


Source : http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5226

Kirim email ke