Buat Ari Suparmadi, S.Kom dan rekan2 yg baca.

Sudah saya sampaikan diposting sebelumnya di milis ini... dan akhirnya apa mau 
dikata .... guru2 pada demo. tp saya ngak ikut kebetulan ngajarnya full di hari 
itu. tidak tega meninggalkan siswa.

semoga saja bulan september sudah keluar dana yang 1.9 jt itu ... kalau tidak 
mungkin masalahnya akan bertambah runyam... belum lagi tentang tunjangan 
walikelas dan kelebihan jam mengajar yg di hilangkan.



sukses singkawang spektakuler

"united.singkawang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Singkawang, Puluhan guru Kota Singkawang terpaksa meninggalkan para
 murid, dan nekat menyerbu Kantor Diknas Kota Singkawang, Kamis (21/8),
 guna menanyakan tunjangan profesi.
 
 Mereka mengaku sangat kecewa terhadap Pemkot serta Diknas  yang tak
 kunjung membayar hak sekitar 200 pendidik tersebut. "Setiap bulan
 sesuai Surat Edaran Presiden, maka para guru harus mendapat tunjangan
 profesi sebesar Rp 100 ribu. Itu sudah berlaku sejak Januari 2007.
 Ironisnya, sampai sekarang uang itu belum dibayarkan," sesal Yusri
 yang sehari-hari bekerja sebagai guru SMPN 5. 
 
 Para "Oemar Bakrie" tersebut sudah hadir di halaman Kantor Diknas
 sejak sekitar pukul 09.00. Hanya saja tak satu pun pejabat terkait
 yang bersedia menerima, maupun memberi penjelasan hingga pukul 10.40.
 
 Dalam rentang waktu dua jam tersebut, mereka hanya dapat berdiri
 seraya mengumpat terhadap buruknya kinerja pejabat terkait di halaman
 kantor. "Kami sangat memerlukan kejelasan, kapan uang tunjangan
 fungsional tak  dibayarkan. Sementara para guru di Sambas, Sintang,
 Melawi dan daerah lain sudah mendapatkannya," bebernya Yusri.
 
 Senada, para guru berprasangka ada unsur kesengajaan, serta kelalaian
 dengan tujuan memperkaya demi kepentingan pribadi sehingga salaam 18
 bulan tunjangan profesi mereka tak kunjung cair. "Guru-guru hanya
 ingin menuntut haknya sejalan dengan kewajiban yang telah
 dilaksanakan. Selama ini, guru selalu dijadikan kambing hitam terhadap
 kegagalan pendidikan. Sementara pihak yang berkompeten tidak
 menjalankan fungsi pengawasan. Diknas Kota Singkawang tidak
 memperjuangkan nasib guru," sesal Wakil PGRI Ranting 4, Jayadi, SPd.
 
 Puas diterpa panas terik matahari, para guru dipersilakan masuk ke
 Aula Diknas. Di meja depan, telah hadir Kabag Kepegawaian Kota
 Singkawang, Drs Juandi, Plt Kabid Pendidikan Dasar Diknas, Rasyid
 serta jajarannya.
 
 "Kami hadir sebagai bentuk solidaritas sesama guru yang belum mendapat
 bayaran tunjangan profesi. Kami sudah berkali-kali minta penjelasan,
 namun tak kunjung digubris. Sementara uang itu sangat penting untuk
 Bulan puasa dan Ramadan," timpal Siswardi menyampaikan unek-unek
 kepada para pejabat tersebut.
 
 Terhadap itu semua, Juandi dengan tegas mengatakan persoalan yang
 dikemukakan para "pahlawan tanpa tanda jasa" tersebut sebenarnya sama
 sekali bukan suatu permasalahan. "99 persen sudah rampung. Dan akhir
 Agustus atau paling lambat awal September tunjangan profesi itu akan
 kita bayarkan," janjinya. 
 
 Juandi berkelit dengan melontarkan pertanyaan seputar waktu datangnya
 petunjuk pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi dari Pemerintah
 Pusat. Demikian juga jumlah stafnya hanya empat orang dalam memproses
 tunjangan sekitar 2.000 guru di Kota Singkawang. Belum lagi PNS pada
 dinas-dinas lain yang keseluruhan mencapai 4.000 orang.
 
 "Aplikasi pembayaran tunjangan profesi tidak sama di seluruh
 Indonesia. Dari pusat tidak ada aplikasi, sehingga kita sendiri yang
 membuatnya. Ini yang membuat proses menjadi lama," tandas Fredly salah
 satu staf pada Setda Kota Singkawang.
 
 Menanggapi hal tersebut, para guru merasa dobodoh-bodohi para pejabat
 yang terhitung mendapat ilmu dari mereka sebagai pendidik. "Semua
 penjelasan sepertinya ribet sekali. Sementara itu-kan sudah menjadi
 risiko pekerjaan. Kami juga sudah jenuh dengan masalah  itu ke itu.
 Data tidak pernah akurat jadi data yang telah kami serahkan selama ini
 mana?" gugat salah satu guru kepada para pejabat.
 
 Para guru juga meminta konsekuensi bila sampai awal September
 tunjangan profesi guru tak juga cair. "Kepada Kabag Kepegawaian yang
 hadir di sini, kalau permasalahannya SDM yang hanya empat orang,
 sehingga tidak mampu membayar tunjangan profesi guru tepat pada waktu,
 maka langkah apa untuk mengatasinya?" cibir para guru. (man)
 
 Source : www.equator-news.com
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke