Singkawang,-  KEPALA UPT Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan
Pemangkat Uray Suryono menerangkan berdasarkan data, jumlah petani
Pemangkat 4.756 kepala keluarga, yang terdiri Desa Harapan 750 kk,
Perapakan 923 kk, dan Jelutung 755 kk, sisanya di desa lainya, dengan
potensi lahan produktif 5.016 hektar. Dia mengatakan petani Pemangkat
memerlukan pupuk untuk produksi hasil maksimal.

Jenis pupuk yang diperlukan petani adalah urea, SP36, NPK Ponska,
ketiga pupuk ini disubsidi pemerintah. Dia mengakui kebutuhan pupuk
subsidi merupakan harapan petani dikarenakan harga murah.

"Namun ketersedian pupuk subsidi belum memenuhi kebutuhan petani,
memang pupuk non subsidi banyak dipasaran tetapi harganya tidak
terjangkau petani kita," ungkapnya. Hal demikian, kata dia, merupakan
problema petani di Pemangkat dan umumnya di Kalimantan Barat. Selain
keterbatasan pasokan, tidak tepat waktunya pupuk datang ke petani juga
sangat disayangkan, sehingga ketika petani sudah saatnya memupuk
tanaman, pupuk yang ada, kata dia, belum datang.

"Bahkan ketika musim tanam berlalu, pupuk baru datang," katanya.

Akibatnya, petani terpaksa mengurangi pupuk tanaman. Idealnya, satu
hektar lahan mendapat asupan pupuk 200 kg Ponska, 200 kg Urea, 100 kg
SP36. Karena pupuk kurang, petani harus memberi masing-masing separoh
dari yang direkomendasikan. "Walaupun rata-rata satu hektar
menghasilkan 3 ton, namun hasil panen kurang mengembirakan,
dikarenakan padi kurang anakan dan kalaupun berisi tetapi kurang
bernas," ungkapnya. (har)

Sumber : www.pontianakpost.com


Kirim email ke