Singkawang,-  Ratusan warga menikmati layanan berobat gratis yang
digelar Yayasan Budha Tzu Chi, belum lama ini di RSU Harapan Bersama.
Berbagai layanan diberikan antara lain operasi bibir sumbing 27 orang,
hernia 43 orang, minor ( benjolan) 22 orang, katarak 95 orang, dan
petrigium.

Belakangan, jumlah ini ditambah lagi operasi katarak sebanyak 102
orang. Bahkan, warga dari luar pun ikut dilayani.

Sebelum pasien dioperasi, terlebih dahulu dilakukan check –up
kesehatan untuk mengetahui kelayakan operasi mereka. Hal itu
dimaksudkan agar perjalanan operasi menjadi lancar.

Untuk pelaksanaan operasi, sedikitnya panitia menghadirkan 9 dokter
spesialis mata, 6 dokter spesialis bedah dan 4 dokter anestesi.
Kegiatan baksos ini dihadiri Wali Kota Hasan Karman SH MM, pejabat
provinsi dan Dinas Kesehatan.

Salah satu warga asal Dusun Asam Palam, Kecamatan Tebas, Kabupaten
Sambas, Desi (32), sengaja datang dari Tebas ke Singkawang hanya untuk
membawa putranya bernama Leo Vabrianto (4) untuk dioperasi hernia.
Menurut penuturan Desi, putranya mengidap hernia sejak umur 3 bulan.

"Kita bersyukur dan berterima kasih kepada pihak yang menggelar
kegiatan ini. Kami merasa terbantu," katanya. Sekarang, kondisi
Vebrianto sudah semakin membaik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Budha Tzu Chi kantor penghubung Kota
Singkawang, Lim Tet Lung (Tetiono) dalam sambutannya mengatakan,
kegiatan ini merupakan bentuk kepeduliaan sosial dari yayasan dan
masyarakat Singkawang.

"Saya harapkan agar masyarakat mau proaktif terhadap kegiatan yang
murni demi kemanusiaan dan cinta kasih terhadap sesama ini. Di manapun
kita dilahirkan, kita adalah bersaudara walaupun tidak ada hubungan
darah. Marilah kita mendermakan sedikit dari diri kita, guna
kepentingan masyarakat, utamanya untuk masyarakat yang kurang mampu,"
ujarnya.

Ditambahkan Tetiono, kedatangan tim Yayasan Tzu Chi ke Singkawang,
selain melakukan bhakti sosial, sebenarnya akan meresmikan kantor
Yayasan Tzu Chi penghubung, di Singkawang.

Berhubung ada kesalahan teknis serta belum siapnya kepanitiaan
peresmian, maka peresmian tersebut diundur untuk sementara waktu.

Dia juga menyebutkan, yayasan ini memang bukan penyebar agama, akan
tetapi menyebar cinta kasih yang universal, lintas suku, ras dan
agama. Mengakhiri sambutannya, dia mengucapkan terima kasih kepada RSU
Harapan Bersama, donatur, relawan dan semua kalangan terkait yang
telah berpartisipasi.(rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke