Singkawang, Hari ini (Rabu, red) merupakan jadwal sidang paripurna
DPRD Kota Singkawang dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi
terhadap Raperda Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2007. Secara
bersamaan, para wakil rakyat juga telah menetapkan moment tersebut
menjadi batas akhir permohonan maaf Wali Kota Singkawang Hasan Karman
SH MM terhadap statement-nya seputar tidak selevel dengan para
legislatif sekarang ini. "Desakan agar Wali Kota segera
mengklarifikasi pernyataannya sudah saya sampaikan pada paripurna
kemarin. Bahkan saya sudah menegaskan kepada Wali Kota agar jangan
mengeluarkan komentar-komentar yang menyakiti Dewan. Legislatif dan
eksekutif merupakan mitra kerja yang seyogianya sejalan," ujar Ketua
DPRD Singkawang H Zaini Nur ditemui di Ruang Kerja Komisi A, Selasa
(16/9) siang.

Legislator daerah pemilihan Kecamatan Singkawang Utara dan Tengah ini
mengungkapkan, membuka peluang sidang paripurna ditunda seandainya
para anggota Dewan sepakat mengarahkan ke sana. Terlebih, para wakil
rakyat banyak yang menginginkan agar Wali Kota Singkawang terlebih
dahulu mengklarifikasi pernyataannya, setelah itu baru agenda
pandangan umum fraksi-fraksi mulai digelar. "Saya ini hanya pimpinan
yang menghimpun dan mengakomodir keinginan para anggota," aku politisi
PDI Perjuangan ini.

Lebih jauh Zaini menerangkan tentang amanah Dirjen Otonomi Daerah pada
Departemen Dalam Negeri kepada Wali Kota untuk senantiasa menjaga
keharmonisan dengan legislatif. Bahkan harus selalu berkoordinasi
membahas permasalahan yang berkembang. "Jujur saja selama ini
eksekutif selalu membelakangi legislatif. Kita tidak pernah
diikutsertakan, walaupun untuk membicarakan kepentingan masyarakat,"
sesalnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Singkawang Paryanto memastikan sudah
berkoordinasi dengan rekan-rekannya di Fraksi AKSI guna menyikapi
agenda rapat paripurna. "Lihat saja nanti sikap kita," beber politisi
PKS ini.

Sikap legislatif ini setelah anggota DPRD Singkawang Ridha Wahyudi
pada sidang paripurna, Senin (15/9) lalu berkali-kali mengajukan
interupsi seputar pernyataan Wali Kota. Karena rapat tetap berlanjut,
dia akhirnya memilih walk out. Sikap ini disusul wakil rakyat dari
Partai PIB Liu Min Jam. Hanya saja Hasan selaku Ketua DPD Partai PIB
Kalbar mengatakan, Liu keluar dan meninggalkan ruang sidang untuk
keperluan menjemput anaknya dari sekolah. "Itu jadwal Liu menjemput
anak setiap harinya," kilah Hasan terpisah. (man) 

SUMBER : www.equator-news.com


Kirim email ke