Artikel2 yg ada hubungannya dengan naga yg juga mencerminkan toleransi di NKRI.





Menunggu Naga di Sungai Martapura - dapat dibaca di Melayu Online


http://article.melayuonline.com/?a=bWlzL3FMZVZBUkU4Ng%3D%3D=


 









 .......Kalau di Singapura wisatawan yang datang dariarah laut disambut patung 
Merlion berwujud duyung berkepala
singa dan wisatawan ke Tenggarong Kalimantan timur disambut patung
Lembuswana yangberwujud lembu berkepala naga, maka di Pantai Kamali akan
disambut patung naga raksaksa yang dari mulutnya tersembur air. Di
malam hari,ketika ada sorot lampu, semburan itu terlihat sangat indah......

http://gaya.suaramerdeka.com/index.php?id=264

   





SEMANGAT ADMIRAL CHENG HOO
DAN EKSPRESI TOLERANSI MASJID
MUHAMMAD CHENG HOO INDONESIA 

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ars/article/shop/15782/15774






 …… Kesenian ini merupakan akulturasi kebudayaan China ,
Islam, dan Jawa ……

http://www.radarsemarang.com/metropolis/semarang/758-brebes-serbamerah-layaknya-brambang.html






 Spirit Baru Wong Kito .... Sriwijaya Internasional Dragon Boat Festival 
(SIDBF) di
Sungai Musi selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 November …….

http://tv.sripoku.com/index.php?id=10

--- On Thu, 12/11/08, Is Eko <[email protected]> wrote:
From: Is Eko <[email protected]>
Subject: Re: [Singkawang] Naga
To: [email protected]
Date: Thursday, December 11, 2008, 6:21 AM










    
            Betul betul binatang universal. Dari India ,Cina ,Eropa dan 
Kalimantan, komplit dah. 
Dan saya baru tahu kalau di Banjar, naga ada hubungannya dgn Islam.
 


--- On Thu, 12/11/08, United.Singkawang <uni...@singkawang. us> wrote:

From: United.Singkawang <uni...@singkawang. us>
Subject: [Singkawang] Naga
To: singkaw...@yahoogro ups.com
Date: Thursday, December 11, 2008, 2:55 AM





Disadur Kembali dari Wikipedia :
 
Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran 
raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud 
seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap.
 
Versi India
Istilah naga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta atau India kuna yang 
bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa para Naga merupakan 
anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka 
yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan 
Dritarastra.
Bangsa Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan 
disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang merupakan 
putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa. Dengan demikian, 
hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara 
tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat 
perselisihan.
Di antara para Naga ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di 
antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa 
menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta.
 
Versi Cina
Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya 
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk ini 
digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan 
cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.
Naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan. 
Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu 
dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa 
masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan 
menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya 
memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga.
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang 
diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. 
Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu'.
 
Naga di Kalimantan
Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap 
sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan 
disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu 
makhluk yang hidup dalam air.
Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal 
Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang 
disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau 
Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas 
(maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup 
diantara keduanya.
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan 
alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka 
oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam 
bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga
 dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang 
tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran 
makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau 
didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.
 
Naga Barat
Mitos tentang naga juga telah tumbuh di dunia Barat sejak berabad-abad silam. 
Naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki 
yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan 
lidah-lidah api. Naga seperti ini adalah naga yang terlihat dalam film Harry 
Poter : And The Goblet Of Fire. Naga ini selalu digambarkan memangsa manusia.
 
 


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke