Jum'at, 06 Maret 2009 , 10:51:00 22 Maret Sembayang Kubur Dimulai <http://equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=8646#>
Singkawang, Sembayang kubur atau Cheng Beng dijadwalkan digelar pada 22 Maret sampai 4 April 2009. Demikian dikemukakan tokoh masyarakat Tionghoa Kota Singkawang, Suwardi terhadap ritual tahunan keagamaan itu. “Tidak seluruh jadwal sembayang kubur itu baik. Bagi umat harus menyesuaikan dengan shio masing-masing sehingga menemukan jam yang tepat,” paparnya. Prosesi sembayang kubur menurut Suwardi, khusus untuk para anggota keluarga yang telah ditinggalkan. Hubungan jelas dan tegas tergambar antara peziarah dengan arwah yang diberi persembahan. “Sembayang kubur memiliki perbedaan mendasar dengan sembayang rampasan yang dilaksanakan pada bulan Juli. Pada sembayang rampasan, persembahan diberikan kepada arwah yang gentayangan serta tidak jelas keluarga,” ujarnya. Berdasarkan ketentuan, para peziarah tidak diwajibkan beribadah di kelenteng maupun wihara. Di pemakaman, sudah tersedia miniatur rumah-rumah ibadah. Bagi makam pria, miniature rumah ibadah dibangun di sebelah kiri demikian sebaliknya bagi makam wanita. “Bisa saja bagi peziarah yang berasal dari Jakarta langsung sembayang kubur dan pulang. Tanpa harus beribadah di kelenteng-kelenteng besar,” bebernya. Ritual sembayang kubur diurai Suwardi alias Acan tidak harus dibimbing rohaniawan maupun sinsang. Jika pada jadwal yang sama semua menggelar sembayang kubur, otomatis sinsang sibuk. “Bisa saja orang tua langsung memimpin sembayang kubur,” ungkapnya. Kota Singkawang ke depan diyakini Suwardi kondusif, aman dan serasi menjadi lokasi usaha. Ditilik dari nama, Singkawang memiliki gunung, muara dan samudera yang sangat disukai naga. “Pemilu legislatif berjalan lancar demikian juga dengan pemilu presiden,” katanya. Sementara itu pemilik Toko Makmur Jaya, Cen Fa, 40 yang menjual peralatan sembayang kubur terlihat telah memperbanyak persediaan. Suplai barang dari Kuching, Jakarta, Medan dan Surabaya. “Hanya sebagian yang diproduksi di Singkawang,” ucapnya. Peralatan sembayang kubur mencakup seluruh kebutuhan hidup sehari-hari. Perbedaannya, berbahan baku kertas. Seperti, baju, sandal, sepatu, kompor dan komputer. “Para arwah leluhur juga memerlukan barang-barang seperti kita manusia yang masih hidup. Biasanya, mereka memesan lewat mimpi,” aku Cen Fa yang sudah empat tahun menekuni bisnis peralatan sembayang. (man)
