Saudara saudari yg baik,

1. Pada prinsipnya saya setuju dgn yg dikatakan saudara(?) 
   Edhylius.Jgn kita -apalagi yang tidak tinggal di Skw/kalbar- 
   memberikan komentar yang tidak berguna atau malah memperkeruh 
   keadaan. Yang realistis-konstruktiflah...
   Yang terjadi sejak 1 sd 2 tahun ini di Kalbar, saya rasa bukan 
   masalah di tingkat warga masyarakat/akar rumput. Mungkin sekali   
   ini masalah di tingkat atas, masalah politik.
   Masyarakat Singkawang khususnya etnis etnis yg dominan jangan mau 
   diadu domba, yang rugi warga Singkawang sendiri.(saya sendiri 
   tionghoa kelahiran jakarta dan juga berdomisili di Jakarta, setiap 
   tahun 2 kali 'nyadran'/sembahyang kubur datuk saya).
2. Saya menghimbau penting dan perlunya seluruh komponen masyarakat 
   singkawang khususnya etnis etnis yg dominan,untuk bersatu padu 
   "menjaga" Singkawang agar tetap aman dan sejahtera.
3. Siapapun Anda, dari etnis manapun Anda, 'musuh' kita bukan 
   tetangga kita yg berlainan etnis yang sejak datuk buyut kita sdh 
   hidup berdampingan menyaksikan pahit manisnya bumi Borneo sampai 
   saat ini.
   'Musuh' kita yang sesungguhnya adalah KEGELAPAN karena 
   kurang listrik!, KEBODOHAN karena kurang sekolah secara 
   kuantitatif maupun qualitatif!, KEMISKINAN karena kurang gizi, 
   karena kurangnya lapangan kerja,karena kurangnya peluang usaha! 
   Itulah 'musuh' sesungguhnya warga Singkawang,etnis apapun Anda.
   Dan ini semua nyata! ya, nyata! Jangan kita 'berkelahi' untuk 
   hal-hal yang tidak riil, tidak ada manpaatnya.
4. Dalam hidup perbedaan tidak akan ada habisnya dicari, lebih 
   realistis,cerdas dan bijaksana mencari titik temunya.
   Siapapun Anda, dari etnis manapun Anda, dengan segala perbedaan
   yang ada, sesungguhnya Anda semua, kita semua mempunyai 
   harapan,keinginan,cita-cita yang sama bukan?.Kita ingin anak-cucu 
   kita pergi kemana mana aman, kita ingin anak-cucu kita punya 
   pekerjaan atau usaha yang baik, kita ingin anak-cucu kita hidup 
   dengan tenang dan punya masa depan yang baik, dan lain 
   sebagainya....
   Ayo Anda semua, kita semua bergandengan tangan, menyingsingkan 
   lengan baju mengurangi bahkan menghilangkan Kebodohan, Kemiskinan 
   warga Singkawang pada khususnya.Demi anak cucu.

Semoga kita semua hidup berbahagia,

AT

--- In [email protected], "edhylius_sean" <edhylius_s...@...> wrote:
>
>  Salam Milis, Salam Persaudaraan     Saya sangat sedih ada seseorang
> yang mengeluarkan komentar di koran APPost 6 Maret pada topik 'Vihara
> dan Patung Singa Cagar Budaya'. Seharusnya sebelum memberi komentar,
> kita mesti berpikir dan analisa dulu. Kasus ini belum jelas, pelaku
> belum teruangkap, ttp sebagian orang sudah seolah2 menemukan pelakunya,
> disertai hujatan! Kelihatannya target pelaku pengrusakan sudah mulai
> termakan oleh mereka. Pelakunya sudah bodoh dan tak waras, janganlah
> yang memberi tanggapan bersikap lebih bodoh dari mereka. Saya anggap
> contoh komentar di bawah adalah yang TERBODOH dan TERBURUK. Saya sangat
> yakin tulisan orang ini akan melukai banyak orang, karena dalam
> pemakaian 'kata', bisa terlihat siapa yang ia maksud. Kepada pihak yang
> merasa disinggung, saya secara pribadi menyatakan PENYESALAN dan
> PERMINTAAN MAAF yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya. Semoga rekan
> milis yang lain setuju dengan tanggapan saya. 

Kirim email ke