Tuan Hendra,Mudah-mudahan saja ada solusi kreatif efektif dari pemerintah kota
Singkawang yang terpilih untuk bisa lebih menyediakan dan mencukupi berbagai
elemen pokok/fundamental yang memadai bagi perkembangan kota Singkawang dan
kehidupan masyarakatnya, termasuk listrik. Jangan sampai kegiatan keep earth
seperti itu dijadikan sebagai alasan mulia untuk mematikan lampu beberapa hari
sekali. Saya rasa pada dasarnya kita semua tidak perlu tahu itu urusan siapa,
yang pasti adalah bahwa dengan menjadi pemerintah/pemimpin sebuah komunitas, 
berarti menerima mandat masyarakat untuk menyiapkan dan mengakomodasi segalanya 
(kasarnya, orang bilang sembelit/susah buang air pun akan pergi cari mereka). 
Kalau tidak nasibnya akan sama seperti
kata Pramoedya Ananta Toer, ya minggir saja (baca:mundur saja). Biar tidak
buang-buang waktu terus. Tentang bagaimana cara menyediakan segalanya itu ya 
harusnya
mereka yang cari jawabannya. Terserah bagaimana. Kalau urusan-urusan pokok 
seperti itu saja tidak
bisa dicarikan solusinya dan akhirnya tak berdaya, kita sebaiknya siap-siap 
untuk
lebih pesimis lagi terhadap rencana-rencana besar yang katanya spektakuler.Tuan 
Hendra, thanks buat info-infonya tentang Singkawang.
Semua itu rasanya lebih berharga dan lebih riil daripada segala macam rencana
pembangunan atau investasi atau ekonomi kerakyatan, makro, mikro atau apapun
tetek bengek yang lain. Itu saja. Hah ngomong panjang lebar nanti juga gelap
lagi.PS. Tuan Hendra saja yang jualan listrik.
Best Regards.

 

> To: [email protected]
> From: [email protected]
> Date: Tue, 31 Mar 2009 00:42:18 +0000
> Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
> 
> Bung Ardy,
> 
> Kenapa saya harus pesimis kali ini dan mengatakan pemkot tidak berdaya? 
> Karena dari informasi yang saya terima dari pelbagai sumber, kas pemkot itu 
> sangat terbatas. Tidak heran Pak Wali itu harus pandai-pandai melobi 
> pengusaha agar mau terlibat dalam pelbagai event, misalnya MTQ, CGM dan 
> lain-lain. Singkawang sangat bergantung kepada pendanaan luar, khususnya eks 
> warganya yang sukses di perantauan. Bagaimana pemkot bisa sediakan kapasitas 
> listrik lebih besar ? Bila Pemkot Singkawang seperti Pemda Kutai Kertanegara 
> atau Balikpapan, mungkin pandangan saya menjadi lain dan sangat optimis. 
> Dengan kas yang banyak, bisa saja membeli banyak mesin pembangkit dan 
> dikelola bekerjasama dengan PLN. Atau barangkali ada investor swasta yang 
> berminat jualan listrik di Singkawang ? Atau impor listrik saja dari Sarawak, 
> Malaysia ?
> 
> Namun begitu ada sedikit berita baik, PLN Singkawang telah membangun jaringan 
> SUTET yang sempat mendapat protes dari sejumlah warga yang rumahnya di bawah 
> jaringan SUTET dengan beberapa alasan. Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan 
> proyek ini karena tidak mengikuti. Moga saja masalah listrik di Singkawang 
> bisa teratasi bila jaringan SUTET ini telah rampung dibangun/dipasang.
> 
> NB. Warga Singkawang tidak tahu bagaimana pengelolaan uang PPJU (pajak 
> penerangan jalan umum) sebesar 7% dari jumlah tagihan listrik PLN menjadi 
> total tagihan yang yang harus dibayarkan pelanggan. Moga saja ada 
> transparansinya kelak.
> 
> Salam,
> Hendra B.
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> ------------------------------------
> 
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
> United Singkawang - http://www.singkawang.us
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

_________________________________________________________________
What can you do with the new Windows Live? Find out
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

Kirim email ke