*Pembahasan SUTT Dijadwalkan 28 Mei* Singkawang, Wali Kota Singkawang Hasan Karman direncanakan akan bertemu dengan pihak Pembangkit Listrik dan Jaringan (Pikitring) Kalbar, Kamis (28/5). Pertemuan ini guna membahas pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV. Kepastian tersebut dikatakan Manajer PLN (Pesero) Cabang Singkawang, Ahmad Ismail ST, kemarin. Dipaparkannya, pembangunan SUTT masih mengalami kendala di Kompleks Kowina Singkawang. Ismail mengharapkan pertemuan tersebut mampu menghasilkan solusi sehingga proyek aliran listrik ini bisa dilanjutkan.
"Pemerintah Kota Singkawang mudah-mudahan bisa mencarikan solusi," ungkapnya. Sementara itu, aktivis pemuda Singkawang, Dedi Mulyadi menyebut, seringnya pemadaman listrik di Kota Singkawang harus segera dicarikan solusi terbaik. Mengenai persoalan adanya penolakan yang dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat terhadap jaringan SUTT 150 KV, yakni di Kompleks Kowina Singkawang, tentulah perlu dicarikan akar permasalahannya. "Kita berharap, PLN, pemerintah dan masyarakat yang menolak diajak ngomong dan dijelaskan bahwa jaringan ini tentu mengatasi persoalan krisis listrik di Kota Singkawang dan sekitarnya," katanya. Menurut Dedi, harus dipikirkan seberapa banyak penolakan dengan keinginan dari masyarakat untuk menikmati listrik. "Jangan sampai penolakan itu hanya segelintir, kemudian mengorbankan banyak pelanggan yang ada," katanya. Kata Dedi, coba dibayangkan bagaimana semua orang mengantungkan kehidupan ini dengan penerangan dari PLN. "Anak-anak mengalami kesulitan belajar di malam hari. Pasien-pasien yang ada di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang kesusahan karena krisis listrik. Jadi, kita tidak boleh mengedepankan ego kita pribadi untuk mempertahankan pendapat," tegasnya. Apalagi lanjutnya, banyak warga yang membutuhkannya dan tergantung pada ketersediaan energi listrik. "Saya yakin, bila semua diberitahu soal krisis, dan bila SUTT ini beroperasi, tentu mampu menerangi dan mengurangi pemadaman bergilir yang terjadi di Kota Singkawang dan sekitarnya. Lihat saja, mesin rusak satu saja, pemadaman bergilir diperluas," kata Dedi memberikan penjelasan. Aktivis pemuda lainnya, Rudi Harjana mendukung pemerintah membantu PLN dalam menghadapi krisis listrik. "Kita sudah mendengar penjelasan dari PLN secara langsung bahwa proyek SUTT tidak bisa dilanjutkan dengan alasan adanya penolakan dari segelintir warga," kata Popo, panggilan akrabnya. Popo menyatakan harus ada solusi dan penjelasan secara detail mengenai proyek SUTT yang ditolak oleh segelintir warga tersebut, sehingga tidak mengorbankan yang lainnya. "Harus diakui, apa pun namanya kalau pembangunan pasti ada yang harus dikorbankan dan diuntungkan. Sekarang harus dilihat, apakah banyak yang dirugikan atau sebaliknya," kata dia. (man)
