*Krisis Listrik Singbebas Perlu Solusi*

*PEMANGKAT*—Permasalahan yang menimpa PLN sehingga terjadi pemadaman listrik
bergilir seharusnya tidak terjadi. Diperlukan solusi terbaik dan segera
memecahkan kebuntuan krisis listrik di wilayah Singbebas (Singkawang,
Bengkayang dan Sambas). Karena akibat pemadaman listrik ini pengaruhnya
sangat besar bagi aktivitas masyarakat. “Sepertinya pihak ekskutif dan
legislatif di tiga kawasan yakni pemkot Singkawang dan kabupaten Sambas dan
Bengkayang harus duduk satu meja dengan PLN mencari solusi atas krisis
listrik tersebut. Sehingga tidak berlarut dan masyarakat pun tak merasa
dirugikan,” ungkap tokoh masyarakat Burhan Sya’arin ditemui di Pemangkat,
kemarin.

Kata dia, masyarakat sudah sangat terganggu dengan pemadaman listrik. Akan
tetapi pemakluman masyarakat ini harus dibayar mahal PLN dengan segera
melakukan solusi alternatif, agar pelanggan tidak dirugikan. “Semua orang
tahu mengenai kondisi PLN karena kerusakan mesin, namun setidaknya apabila
tiga lembaga eksekutif dan legislatif dari Singbebas turun tangan ikut
mencarikan solusi, harapannya akan bisa meminimalisir pemadaman,”
paparnya.Jangan lagi, berbicara masalah otonomi daerah. Karena tujuan
otonomi pun sebenarnya demi kesejahteraan masyarakat. Termasuklah
terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dalam kelistrikan.

Krisis listrik ini, harus menjadi beban pemda di Singbebas. Karena
menyangkut kelangsungan bisnis, usaha, pekerjaan masyarakat yang tinggal di
tiga daerah ini. “Dukungan pemkot maupun pemkab sangat penting agar krisis
listrik dapat teratasi, bila perlu ketiga eksekutif urungan melalui dana
APBD masing-masing untuk membeli mesin baru atau ongkos bahan bakar maupun
penggantian alat-alat mesin pendukung, apabila memang kendalam finansial
menjadi halangan utama bagi PLN,” katanya.

Soal mahal maupun besarnya biaya, kata dia, hal tersebut bisa dirundingkan
asalkan masyarakat bisa beraktivitas lebih leluasa. “Pemkot maupun pemkab
juga PLN harus berani berkorban demi kepentingan rakyat, jangan sampai ada
sebutan negeri ini belum bebas karena seringnya mati lampu,” tegasnya.
Usulan ini, kata dia, merupakan reaksi masyarakat yang menginginkan
lancarnya distribusi listrik. “Kalau dibilang masyarakat marah dan stress
akibat pemadaman listri hal tersebut tidak usah ditanyakan, namun yang
penting adalah solusi. Kalau kita mengeluh maka akan jalan ditempat,”
paparnya. Ia berharap pemkot dan pemda dapat memberikan sumbangsih nyata
mengatasi krisis listrik ini. Dia yakin pemkab akan merasakan dampak
pemadaman listrik terhadap perkembangan aktivitas warga. Terutama pada skala
industri menengah ke atas, perkantoran maupun pekerjaan yang menggantungkan
hidup dengan teknologi yang membutuhkan daya listrik. “Rakyat tetap menunggu
aksi nyata pemkot dan pemkab untuk mengatasi krisis tenaga listrik ini,”
katanya. (har)

Kirim email ke