Mengenal Lebih Dekat Orang Hakka dan Kebudayaannya

Oleh : Rio Dharmawan

Asal Muasal Orang Hakka
   Sejarah mengenai orang Hakka(bahasa Mandarinnya : Kejia,baca : Khe Jia)dapat 
kita telusuri hingga abad ke 3 sebelum masehi yaitu pada masa dinasti Qin (baca 
: Chin)dan dinasti Han.Menurut Huang Xiong Xiang(2002:9),mengatakan " nenek 
moyang orang Hakka adalah suku bangsa Han yang menetap di Tiongkok Utara yaitu 
sekitar daerah sungai Huang He(di Tiong Kok ada 56 suku dan suku bangsa Han 
merupakan suku terbesar yang berjumlah 91 % dari total jumlah penduduk di 
Tiongkok saat ini,suku bangsa Han merupakan suku mayoritas di Tiongkok),yakni 
saat sekarang termasuk propinsi Shanxi,Shandong(baca : Shantung),Henan dan 
sekitarnya,dikarenakan bencana alam,peperangan,kelaparan dan serangan dari suku 
bangsa asing terutama bangsa Mongol dari utara,maka mereka meninggalkan kampung 
halaman,bermigrasi ke wilayah Tiongkok selatan,akhirnya sampailah didaerah 
pegunungan dan daerah terpencil propinsi Guangdong,Fujian,da Jiangxi".
   Orang Hakka termasuk dalam ras Mongoloid,namun mengenai termasuk suku bangsa 
manakah orang Hakka itu,masih banyak orang memiliki pandangan yang 
berbeda.Namun setelah diteliti selama ratusan tahun oleh para ahli,setelah 
mendapatkan data yang valid,maka didapatkan kesimpulan yang tak dapat dibantah 
yakni: orang Hakka merupakan suku bangsa Han (suku mayoritas Tiongkok) yang 
tulen.Sebenarnya sebelumnya mungkin dikarenakan orang Hakka menetap didaerah 
yang terpencil,daerah pegunungan yang merupakan daerah yang tertutup dari dunia 
luar,baik bahasa,tradisi,maupun adat istiadat yang tidak sama dengan orang Han 
sekitarnya sehingga terjadi kesalahpahaman,sehingga orang Hakka pernah disebut 
sebagai suku "Ke" yang artinya suku pendatang,suku "Man" yang artinya sebutan 
orang Tiongkok Utara kepada suku-suku bangsa yang ada di Tiongkok Selatan,dan 
suku "Jue" (baca: cue) yang artinya suku bangsa yang bahasanya tidak dapat 
dipahami.
   Berbicara mengenai orang Hakka,tidak terlepas dari suku bangsa 
Han,sebenarnya sebelum adanya dinasti Han,bangsa Han disebut sebagai bangsa 
Huaxia.Sesungguhnya orang Tionghoa (di Tiongkok disebut suku bangsa Han) yang 
dalam bahasa Mandrin adalah Zhonghua (baca :Cunghua),yang artinya orang Hua 
yang menetap di daerah pusat atau sentral (Zhongyuan,baca: Cungyuan),sehingga 
ada anggapan bahwa orang Tionghoa kuno bahwa mereka adalah pusat dunia,yang 
memiliki budaya yang unggul,sehingga suku yang disekelilingnya,harus mengakui 
budaya Tionghoa,yang tidak akan disebut bangsa barbar atau bangsa liar(yang 
disebut Yi Di).Orang tionghoa bukanlah suku bangsa yang original,namun 
terbentuk dari campuran berbagai suku bangsa yang ada di daerah wilayah tengah 
(mandarinnya, wilayah Zhongyuan)Tiongkok,yakni daerah lembah sungai Huanghe 
yang subur.Melalui pengakuan  akan adanya kesatuan kultur,serta melalui 
asimilasi,maka terbentuklah suatu suku bangsa yang besar
 didunia.Huang Di atau Kaisar Kuning,Yan Di,merupakan leluhur orang 
Tionghoa,sehingga ada istilah bahwa orang Tionghoa mereka adalah keturunan 
Huang Di an Yan Di,atau dalam bahasa Mandarinnya disebut Yanhuang Zisun. 
(bersambung)



      

Kirim email ke