Senin, 01 Juni 2009 , 02:30:00 *PLN Defisit Daya 4.873 KW<http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=10322#> *
Singkawang, Daya mampu PT PLN Cabang Singkawang pada saat ini sebesar 21.550 kilowatt (KW). Sedangkan beban puncak mencapai 26.490 KW. Suplai daya dari Pontianak 3.017 KW dan pemakaian PLTD sendiri mencapai 2.950 KW. "Beban puncak saat ini sebesar 23.470 KW. Daya mampu yang tersedia 18.600 KW sehingga terdapat defisit daya sebesar 4.873 KW," jelas manajer PT PLN Cabang Singkawang, A Ismail, ST, baru baru ini. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Singkawang, menurut Ismail, mencapai 11 mesin. Lima di antaranya belum menjalani pemeliharaan periodik. Hari libur nasional, hari raya keagamaan dan tahun baru menjadi pemicunya. "PLN Cabang Singkawang turut menyewa pembangkit. Defisit daya mampu sewatama saat ini sebesar 1.000 KW, disebabkan gangguan satu unit mesin dan dalam tahap perbaikan," ujarnya. Mesin SWD 6 TM, disebut Ismail, mengalami defisit daya mampu sebesar 500 KW. Penyebabnya, gangguan pada trafo step Up 20 KV. "Dampak jika beban pada trafo melebihi 2.500 KW maka terjadi trip alias relay differential bekerja," bebernya. Mesin MAK 6, dijelaskan Ismail, defisit daya mampu sebesar 2.100 KW. Masa kerja mesin sudah mencapai 22.202 jam. Artinya, sudah melampaui batas pemeliharaan periodik major overhaul (MO) 18 ribu jam. MAK 6 sudah menjalani MO. "Dari hasil investigasi pada saat pelaksanaan MO, ditemukan enam connecting rod retak. Hal ini disebabkan terlambatnya melakukan pemeliharaan periodik MO," katanya. Beralih ke mesin MAK 3, Ismail membeberkan, terdapat defisit daya mampu sebesar 1.800 KW. Piston pada silinder nomor 3 mengalami gangguan melekat. "Berhubung masa kerja mesin sudah 23.230 jam. Karena sudah melampaui batas pemeliharaan periodik MO maka sehingga langsung dilakukan MO," serunya. Ismail mengatakan, mesin MAK 1 mengalami defisit daya mampu sebesar 850 KW. Terdapat indikasi temperatur gas buang tinggi. Sehingga mengakibatkan derating. "MAK 1 dalam tahap perbaikan," cetusnya. Mesin pembangkit MAK 2, MAK 4, MAK 5, Daihatsu 1 dan Daihatsu 2 diakui Ismail belum mendapatkan realisasi pemeliharaan periodik. MAK 2 dan MAK 4 harusnya menjalani major overhaul pada Juli dan April 2008. Sedangkan tiga mesin lainnya seharusnya menjalani top overhaul alias pemeliharaan 6 ribu jam kerja pada Oktober, Februari dan Januari 2008. "PLN mengambil kebijakan untuk menunda pemeliharaan dengan segala risiko," pintanya. Adanya defisit daya sebesar 4.885 KW akibat gangguan dan pemeliharaan mesin pembangkit, maka PT PLN (Persero) Cabang Singkawang terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir setiap hari. Dari pukul 17.00- 23.00. "Kiranya para pelanggan dapat mengerti," akunya. Sementara itu, aktivis Pemuda Singkawang Agus Sutomo, mengimbau PLN Cabang Singkawang menggandeng pihak-pihak terkait guna mensosialisasikan kondisi terkini perusahaan penyedia setrum tersebut. Mengingat, masyarakat awam terutama di pelosok desa banyak mengeluh dengan intensitas pemadaman yang semakin tinggi dan lama. "Masyarakat menginginkan pelayanan listrik kontinu dan jauh dari byarpet. Berhubung selama ini mereka selalu taat bayar iuran dan senantiasa tepat waktu," tegasnya. (man)
