Ngabayotn Potensial Jadi Wisata Budaya
<http://www.singkawangkota.go.id/spektakuler2012/index.php/component/content/article/1-berita-terbaru/379-ngabayotn-potensial-jadi-wisata-budaya.html>

Walikota Singkawang, Hasan Karman, S.H, M.M menaruh kagum dan bangga dengan
adat budaya yang dimiliki masyarakat adat Dayak Kota Singkawang, termasuk
Ngabayotn . Adat itu memiliki keunikan yang menimbulkan daya tarik
tersendiri sehingga  berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi aset wisata
Kota Singkawang.

“Ngabayotn mememilki keunikan tersendiri, ini merupakan ritual adat yang
kemurniannya terjaga. Untuk keunikan, Ngabayotn sama halnya dengan perayaan
Cap Go Meh di Kota Singkawang,” katanya, saat menutup acara Ngabayotn di
Rumah Parauman Adat di Kelurahan Bagak Sahwa, Senin (1/6).

Karena keunikan yang dimiliki, Hasan Karman, berharap kepada sang ketua adat
serta para pemangku untuk menjaga kemurnian adat tersebut. Tidak hanya itu,
kualitas pelaksanaan juga harus ditingkatkan, terutama di tahun tahun yang
akan datang.

“Pemerintah selalu mendukung kegiatan kegiatan bermuatan adat. Adat harus
dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” terangmua lagi.

Hasan Karman sendiri menegaskan, Ngabayotn telah dimasukkan sebagai wisata
budaya di Kota Singkawang. Karena itu ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas rumah adat yang
digunakan untuk pelaksanaan ritual.

“Hal lain yang harus dipertahankan adalah keunikan kerajinan tangan yang
akan diperkenalkan. Pada saat nanti, diharapkan karya karya asli masyarakat
adat dapat dimunculkan,” pinta Hasan Karman, S.H, M.M beberapa waktu yang
lalu berhasil menyelesaikan pendidikan S3nya untuk gelar Doktor pada Program
Manajemen Lingkungan.

Selaku Ketua Adat Dayak Salako Bino Garatukng Sangkawongk, Simon Takdir,
menggangap apa yang dikatakan Hasan Karman benar adanya. Simon berkeinginan,
keberadaan adat Ngabayotn harus dipertahankan.

“Namun sayang, saat ini ritual adat seperti saat ini mengalami penurunan.
Terutama para generasi muda,” terang Simon.

Menurutnya salah satu cara untuk menjaga kelestarian adat itu adalah
pengenalkan melalui keluarga. Para keluarga harus memiliki inisiatif untuk
mengajarkan adat kepada anak-anaknya.

“Kalau para keluarga sudah tidak hirau dan tidak mau mengajarkan adat
tersebut, kemungkinan besar, cepat atau lambat, adat itu akan hilang. Dan
suatu saat, adat itu hanya dikenal dalam tulisan,” ulas Simon.(PDE)

Kirim email ke