Kamis, 04 Juni 2009 , 04:00:00 Patung Kayu Dipercayai Bisa Berkomunikasi<http://equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=10445#>
SINGKAWANG. Patung Kayu temuan Ali Ahmad, 55, di dasar Sungai Garam dipercayai bisa berkomunikasi. Ali yang bermukim di Jalan Trisula mengangkat patung kayu berjulukan Akub ke permukaan air, Jumat (29/5) siang. Duda yang hidup seorang diri ini memastikan dirinya berhubungan dengan patung melalui telepati pada pukul 24.00. "Bisa percaya atau tidak, namun ini realita," ungkap Ali ditemui di kediamannya, Rabu (3/6). Pertama sekali Ali "beruntung" menemukan Akub melalui bisikan halus. Lelaki yang sehari-hari mencari kayu di hutan ini menyelam ke dasar Sui Garam. "Keesokan hari, saya mendapat wangsit yang sama, agar kembali menyelam ke dasar sungai untuk mengambil satu lagi patung kayu dan tongkat. Patung kayu kedua berukuran lebih kecil sebagai anak Akub dan tongkat didapat dari lokasi yang sangat berdekatan," ucapnya. Walaupun lama bekerja mencari kayu, namun Ali mengaku tidak tahu jenis kayu sebagai bahan baku patung. Dia hanya mengatakan Akub berasal dari Sambas, dan semasa hidup pernah bermasalah dengan istrinya. "Kondisi di dasar sungai sangat memprihatinkan. Setelah saya bersihkan dan rawat, baru kelihatan bentuk sejatinya," beber pria yang juga mengalami masalah dalam perkawinan ini. Penemuan patung kayu cukup menggemparkan warga sekitar. Bahkan kediaman Ali kerap didatangi para tetangga, aparat maupun orang baru. Tujuan mereka memuaskan hasrat ingin tahu kemampuan patung yang dapat berkomunikasi secara gaib. "Terkadang ramai sekali yang datang hingga terpaksa berdesak-desakan," akunya. Beberapa kalangan, menurut Ali, sudah mengajukan penawaran pembelian terhadap patung kayu. Walaupun diiming-imingi Rp 1 juta, secara tegas ditolaknya. Sesuai dengan pesan patung kayu. "Saya dinasihati untuk tidak menjual patung kayu. Sebaliknya harus disimpan dan dirawat dengan rapi," cetusnya. Permintaan patung kayu terkadang "manusiawi". Ali menjelaskan, patung menolak ditempatkan dalam kotak tertutup karena mengganggu pernapasan. Sebaliknya, patung menginginkan dibuatkan rumah mini dilapisi kain kuning. Di sana, kedua patung kayu dan tongkat bersanding elegan. "Semua sudah saya laksanakan, namun rezeki nihil peningkatan," timpalnya. Di kamar penempatan patung kayu terdapat kotak sumbangan. Kemudian dinding dihiasi dengan berbagai bendera partai politik. Kesan angker bertambah dengan keberadaan tabung kecil berwarna kuning. "Saya masih berkomunikasi dengan patung tiap malam. Ini menjadi kebanggaan saya tersendiri," urai Ali. Senada, Eti yang terhitung sebagai keluarga Ali secara terbuka mengaku tidak dapat berkomunikasi dengan patung kayu. "Pastinya keadaan menjadi heboh pascapenemuan (patung, red) ini," akunya. (man)
