setuju banget.... biar lebih rindang dan tercipta keasriannya jln diponegoro harus terpelihara kehijauannya...
--- On Sat, 7/11/09, United Singkawang <[email protected]> wrote: From: United Singkawang <[email protected]> Subject: [Singkawang] [PP] Kapolres Usulkan Tutup Jalan Diponegor To: "[Y] Singkawang" <[email protected]> Date: Saturday, July 11, 2009, 6:51 AM Sabtu, 11 Juli 2009 , 07:41:00 Kapolres Usulkan Tutup Jalan Diponegoro Sehatkan Warga Lewat Olah Raga SINGKAWANG – Sebuah pemikiran dari Ajun Komisaris Besar Polisi Subnedih, Kepala Kepolisan Resor Singkawang untuk menyehatkan warga Singkawang. Menurut perwira dua bunga di pundak kanan dan kirinya ini, mengusulkan, agar sisi kanan dan kiri Jalan Diponegoro, mulai dari depan hotel Mahkota hingga eks Gedung BNI, setiap Minggu pagi ditutup. “Saya mengusulkan jalan Diponegoro ditutup, mulai dari pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. Setelah ditutup, jalan itu digunakan masyarakat Singkawang untuk berolahraga,” kata Subnedih kepada Pontianak Post kemarin di kediaman Wali Kota Singkawang. Dijelaskan Subnedih, kendati ditutup, jalan tetap diperbolehkan dilalui kendaraan. Khususnya bagi masyarakat yang hendak ke Rumah Sakit, yang melintasi jalan protokol itu. Pun demikian, kata Subnedih, terhadap umat beragama yang akan menuju rumah ibadah untuk melaksanakan perintah agama. “Bagi masyarakat yang ingin ke rumah sakit, dan mau beribadah, tidak boleh diganggu,” kata Subnedih lagi. Menurut dia, di jalan itu nantinya, masyarakat bebas melakukan olahraga. Seperti jogging (lari), jalan santai, bersepeda, senam dan sebagainya. Jika ditutup sementara, kata dia, masyarakat tidak akan merasa was-was untuk beraktifitas. “Misalnya orang tua yang membawa anak-anaknya berolahraga, bebas dan tidak berfikir takut untuk ditabrak,” kata Kapolres. Ia mengatakan, kalau masyarakatnya rajin berolahraga, berarti masyarakat itu akan menjadi sehat. Karena, sambung dia, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. “Kan untuk masyarakat juga. Saya pikir tidak ada masalah, biar masyarakat bisa bebas berolahraga,” katanya. Selain olahraga, kata dia, juga bisa dijadikan tempat kuliner pagi hari. Namun, tetap menjaga kebersihan dan keindahan kota. Kapan itu akan dilaksanakan? Menurut dia, hal ini barulah sekedar usulan. Ia mengatakan, hal ini juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Singkawang. “Wali Kota menyambut gembira hal ini,” kata orang nomor satu di koorps berbaju cokelat Singkawang tersebut. Wali Kota Singkawang Hasan Karman, dimintai pendapatnya kemarin di tempat yang sama, juga sangat menyambut baik. “Boleh saja,” ujar Hasan Karman yang saat itu kedatangan tamu, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, serta Direktur Promosi Dalam Negeri Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fathul Bahri. Kendati demikian, kata Wali Kota, hal ini mesti dilakukan sosialisasi dulu, untuk melihat tanggapan dari masyarakat. Salah satunya lewat media massa. “Kalau perlu kita adakan kuisioner dulu,” ujar Hasan Karman yang juga didampingi Kabag Humas Protokol Setda Singkawang Martinus Missa tersebut. (ody) *
