Beberapa hari lalu, persisnya tgl 21 Januari 2009 jam 20.50 malam, saya lagi
ketemu teman di mall PIM Palembang, di lantai foodcourt. Ketika lagi temu teman
ini, muncul teman lama. Teman lama ini dulu mengejek saya ketika saya lagi
membangun sebuah bisnis. Dan pas temu malam itu pun, ia mengejek saya lagi.
Yang unik menurut saya, sejak dulu, teman lama yang mengejek ini sendiri tidak
ada perubahan, ya tetap ngejek. hehe…padahal menurut saya, dia dan saya dulu
kondisinya sama, sama-sama bermotor. Namun, sekarang, dia tetap masih pakai
“jaket”nya, alias masih tetap bermotor. Untunglah, karena saya diejek oleh dia,
saya mendapatkan energi darinya, dan sudah ”lepas jaket” alias ganti dari motor
ke mobil. Untunglah, saya pernah belajar dari sebuah seminar. Ilmu “Naik Turun”
atau ilmu “Angkat Jatuh”. Apakah itu ilmu “Naik Turun”?
Ketika kita berusaha menjatuhkan orang lain, maka sebetulnya kita terlebih
dahulu jatuh.
Ya, ketika kita ingin menarik orang ke bawah, otomatis, kita harus berada di
bawah orang yang mau ditarik turun ke bawah. Gak mungkin lah, kita berada di
atas orang, lantas mau menarik orang itu turun ke bawah. Mana Mungkin kan? Jadi
kalau ingin menjatuhkan orang lain, sebetulnya kita membuat diri kita jatuh
dulu. Ketika mengejek orang lain pun, artinya merendahkan orang lain terlebih
dahulu.
Sebaliknya, ketika kita mengangkat orang lain, artinya kita mengangkat diri
kita terlebih dahulu.
Kita haruslah berada di atas orang yang akan kita angkat naik. Ya gak? Jadi
ketika kita memuji orang lain dengan tulus dan memberikan penghargaan terhadap
orang lain, artinya kita pun sebetulnya
mengangkat diri kita juga.
Ini salah satu
investasi terbaik yang bisa kita buat pada orang lain.
________________________________
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com