Allo semua,

Di Medan memang banyak terdapat bangunan dan kota tua. Kota tua atau
sebagai cikal bakalnya kota Mean, yaitu Labuan masih bisa dikunjungi
hanya belum dikonservasi. Ada usaha dari rekan-rekan di kampus membuat
suatu kajian tentang kota tua tersebut, dan beberapa rencana dari
badan warisan seperti Sumatra Heitage, tapi belum ada implementasi
hingga sekarang ini.
Kemudian, untuk pelestarian bangunan-bangunan tua di Kota Medan,
beberapa institusi, organisasi (NGO) heritage sudah bergiat membuat
beberapa aksi pelestarian baik itu berupa inventori, seminar, workshop
dan sosialisasi. Bahkan sudah mengusulkan untuk dibuat PERDA nya.

Di Medan. kegiatan-kegiatan tersebut baru dimulai kira-kira satu windu
yang lalu, sepertinya semua itu belum apa-apa, masih banyak lagi yang
harus dikerjakan agar hasilnya terlihat dan diminkmati oleh masyarakat. 

Salah satu kendala yang berarti:
- Kegiatan ini kadang-kadang kurang sinergi dengan pemerintah.
Kebijakan di pemerintahan banyak berseberangan dengan kebijakan
pelestarian,sehingga implementasi kegiatan sulit dilakukan.

- Kurangnya expert dibidang konservasi dan restorasi bangunan,
beberapa proyek konservasi dan restorasi bangunan sering ditangani
oleh konsultan, kontraktor yang tidak punya pengalaman di bidang
konservasi dan restorasi bangunan sehuingga banyak hasil proyek yang
tidak tepat sesuai target.

Selain di Medan, di wilayah Sumatera khususnya Sumatera Utara,
terdapat beberapa kota tua yang masih belum banyak kajiannya.
Seperti Lobu Tua di Barus yang merupakan pelabuhan internasional di
pantai barat sumatera pada kurang lebih abad ke 9. Kota Gunung Sitoli
di Nias, dan masih banyak lagi.

Rekan semua, masih banyak PR yang harus dikerjakan ni..

salam hangat,
isnen




Kirim email ke