Kok nggak ada foto2 jkt tempo dulu ya, kalo ada kirim ya dalam bentuk zip

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Satura Fathur
Sent: Thursday, April 23, 2009 2:31 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [SitusKotaTua] Jalan-jalan Kota Tua siang dan malam

 






silakhan langsung hubungi mas kartum di 08179940173,,untuk daftarnya

 

  _____  

From: agung umar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 23, 2009 10:36:31 AM
Subject: Re: [SitusKotaTua] Jalan-jalan Kota Tua siang dan malam

salam kenal...

 

wah kayanya seru juga tuh, jadi pengen ikut !!!

btw, gmna cara daftarnya ya?

pesertanya terbatas ga sech?

paling telat pendaftarannya tanggal berapa?

 

mohon balasan secepatnya ya

terima kasih


 

regards,

Agung Umar

 

  _____  

From: Satura Fathur <fsat...@yahoo. com>
To: SitusKotaTua@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, April 21, 2009 9:49:34 PM
Subject: [SitusKotaTua] Jalan-jalan Kota Tua siang dan malam

 

Perahu-perahu dagang dengan layar terkembang, melintas gagah di depan Toko
Merah yang megah, membelah aliran de Groote Rivier yang bening tenang.
Jembatan kota Intan membuka lebar daun-daun jembatannya, membiarkan perahu
keluar masuk Bandar. Di tepian dermaga sana, satu persatu kapal dagang dan
perahu, lego jangkar melipat layar. Pintu-pintu loji dan gudang VOC telah
terbuka lebar. Rempah-rempah negeri tropis, siap dimuat ke kapal dagang
kompeni untuk diangkut ke negerinya Nederland. Kuli-kuli bongkar muat
pelabuhan, mulai bermandi keringat mengais rejeki, di sela riuh renda
teriakan juragan, bentakan mandor serta bacotan jawara dan jagoan Bandar.
Pasar-pasar Batavia terus sibuk menggelar dagangan.  
Penduduk Kota Batavia pada keluar rumah. Ke kantor, ke pasar, atau sekedar
pesiar keliling kota, sembari pamer status dan kekayaan. Nyonya-nyonya besar
Kompeni  serta nyai-nyai Belanda, bergaun serba mewah dengan rok
bertingkat-tingkat kayak kurungan ayam, keluar mencari angin di sepanjang
kanal dan terusan batavia. Para budak dan bedienda berjalan mengiringi sang
nyai dan nyonya besar Kompeni, memayungi wajahnya dari sengatan terik
mentari. Budak perempuan terus mengipas-mengipas cari angin buat sang nyai
yang terus mengunyah sirih pinang, memerahi sekujur mulut dan bibirnmya. Dan
dibawah keteduhan pepohonan kenari dan palem yang berjejer rapih di
sepanjang tepian kanal dan terusan, penduduk Batavia lalu lalang di tengah
seribu satu kesibukan.
Saat senja menjelang, rumah-rumah pemandian di sepanjang tepian dinding
kanal dan terusan, dipenuhi wanita telanjang dada berendam diri, zonder
kuatir akan buaya pemangsa, pria iseng yang doyan ngintip serta air kali
yang mulai perlahan sepi. Satu persatu perahu dagang mulai lego jangkar di
tepian dermaga. Para pedagang sibuk berkemas diri meninggalkan pasar.. Encek
dan baba Cina telah kemabli ke rumah, sibuk hitung untung rugi dagangannya
hari itu. 
Daun-daun Jembatan Kota Intan perlahan ditutup, mengakhiri kesibukan siang
di belahan Kali Besar. Kanal dan terusan ikut siap menjemput malam. Dari
tepian Groote Rivier, Toko Merah mulai memamerkan kemegahannya di senja
teduh, mematut diri berkaca ke air Ciliwung yang kian hening sepi. Derap
sepatu serdadu Kompeni berderak keras dari atas bastion-bastion kota, siap
menjaga Kota Batavia yang sebentar lagi menuju ke peraduan malamnya.
Moncong-moncong meriam di bastion kota, menganga lebar siap memuntahkan
isinya kea rah penganggu kota yang hendak berangkat tidur. Lampu-lampu
kandelier mulai berkelip menerangi Batavia, dan di ujung bandar  Batavia
sana, sorot lampu suar mulai menyala, memandu perahu dan kapal dagang. Tapi
Batavia belum mau tidur. 
Di beranda depan, di bawah rerimbunan pepohonan kenari yang berjejer rapi
menghiasi kawasan elit Tijgersgracht, tuan besar Kompeni rebahan santai di
atas kursi malasnya, sembari menghisap pipa. Segelas anggur Rijn di
sampingnya, selalu penuh siap ditenggak. Sang nyai tergolek malas di
bale-bale, dengan kepala beralaskan setumpuk bantal empuk bersulam indah. Ia
terus mengunyah sirih pinang. Sebentar-sebentar ia meludah ke tempolong
ludah di sampingnya. Para budak, jongos, dan bediendanya siap melayani
segala perintah sang nyai. Sembari terus dilayani para kacungnya, tuan dan
nyonya besar Kompeni ikut menghantar Batavia ke peraduan malamnya, menikmati
kerlap kerlip sinar lampu kandelier, yang memantul di permukaan air kanal.
Mereka sibuk menikmati asyiknya pasangan sinyo-noni, yang tengah memadu
kasih memilin janji dari atas gondola dan arumbai Batavia yang melintasi
kanal, diiringi lantunan alunan musik "Kota Bavia yang Berdandan". Tuan dan
nyonya besar  Kompeni ikut larut dalam nostalgia. Melambungkan lamunan jauh
ke alam sinyo dan noninya doeloe. Jauh ke Venesia sana yang penuh gondola
berseliweran di air-air kanal. "Inilah Venesia Negeri Tropis.Batavia,"guman
tuan besar Kompeni. Pesta riah dansa-dansi di gedung pertemuan di bilangan
Tijgersgracht, usai sudah. Pasangan petinggi VOC dan tuan nyonya Kompeni
bergandengan tangan meninggalkan ruangan pesta. Dan Batavia, Sang Ratu dari
Timur, lantas lelap terlena dalam mimpi indahnya. ( Thomas B.Ataladjar,
2003)
   
Nostalgia di Kota Toea
Sabtu, 2 Mei 2009
Pukul : 17.00 - 21.30 WIB
Route : Kawasan Kali Besar, Taman Fatahilah, Bank Tua di Batavia 
Biaya Partisipasi : Rp. 60.000,- (Enam Puluh Ribu Rupiah)
Fasilitas : Makan Malam di Museum Mandiri, Tour Guide, Nonton Film Jadoel,
Id Card dan lain-lain

Keliling Kota Toea dengan Sepeda Onthel
Minggu, 17 Mei 2009
Pukul : 07.30 - 12.00 WIB
Route : Stasiun Barang, Kampung Bandan,Pelabuhan Sunda Kelapa
Biaya Partisipasi : Rp. 75.000,- (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)
Fasilitas : Snack, Lunch, Tour Guide, Id card, Sinopsis dan Peserta di
bonceng Sepeda Onthel
KOMUNITAS  JELAJAH BUDAYA
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta-Kota
Telp : 0817 9940 173 / 021 99 700 131
Email : kartum_...@yahoo. com
www.jelajahbudaya. <http://www.jelajahbudaya.blogspot.com/>  blogspot. com
jelajahkotatua@ yahoogroups. com 

 

 

 

 





DISCLAIMER:
  This message contains confidential information and
  is intended only for the individual named. 
  If you are not the named addressee you should not disseminate, 
  distribute or copy this e-mail. Please notify the sender immediately 
  by e-mail if you have received this e-mail by mistake and delete 
  this e-mail from your system. 
  E-mail transmission cannot be guaranteed to be secure or 
  error-free as information could be intercepted, corrupted, lost, 
  destroyed, arrive late or incomplete, or contain viruses. 
  The sender therefore does not accept liability for any errors 
  or omissions in the contents of this message, 
  which arise as a result of e-mail transmission.
  If verification is required please request a hard-copy version. 
  PT SINGGAR MULIA

Kirim email ke