Koreksi dikit nih..... nama gw adi, bukan hadi tau
nad..
wah ceritanya seru juga yah...
iya nih buat loe yang masih minat main futsal bareng
dateng aja ya lain waktu... jangan takut gak ada yang
dateng lah, kita cuma butunh nunggu kira2 10 orangan
juga bisa langsung dimainkan tuh si kulit bundar...
gw tau loe pada masih minat kan kalo ada acara futsal
ini lain waktu...
yah itung-itung silaturahmi, sambil sedikit
memorabilia di almamater tercinta,...
yang cewek juga bisa ikutan dateng koq, jadi supporter
para pria sewaktu pertandingan berlangsung...

gue harap acara ini bisa jadi langkah awal menjalin
silaturahmi antar kita sesama alumni,.....

oiya ada pesan tuh, buat yang belum pernah liat
halaman sma 1 lagi selepas masa sekolah,...
banyak taman yang lowong yang siap menampung sumbangan
pohon-pohonan dari para alumninya...
angkatan 87 udah memelopori loh...
siapa selanjutnya.... :) 

--- Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hai all,
>   kali-kali ada yang penasaran soal what happened di
> lapangan SMA hari Minggu pagi tanggal 19 Februari,
> berikut ini aku mau sedikit share ceritanya. 
>   Boleh dibilang aku bareng dua gadis manis bermata
> coklat sampai duluan. Suasana masih sepi, hanya
> desiran angin lembut yang menyibak dedahanan
> terdengar dari kejauhan... 
>   Dengan mengendarai motor kami mendekati gerbang
> sekolah. Tapi waduh! Di luar dugaan. Ternyata masih
> terkunci rapat. Bagaimana ini? Kami saling
> berpandangan sejenak. Celingak-celinguk, garuk-garuk
> kepala, kami 'meregangkan otot leher' di depan sana
> selama kurang lebih 1 menit. Kemudian kami berputar
> arah dan alhamdulillah...ketemu juga pintu yang
> terbuka di sisi mesjid Annaba.
>   Hal pertama yang menarik perhatian kami adalah
> seorang pemuda bertopi pet hitam yang tampak duduk
> sendirian di anak tangga mesjid. Dia keliatan rada
> salting ditatap sedemikian rupa sama tiga makhluk
> kece yang baru datang. Bingung tapi penasaran, salah
> satu teman seperjalananku - Eksi - mulai menyikut
> rusukku, "Tanya gih...tanya," desisnya. Aku sudah
> mulai membuka mulut, tapi segera kukatupkan lagi.
> "Tanya apa?" desisku balik. Eksi mendelik,
> "Pertandingan futsal, remember..."
>   Ya yah. Dengan setengah terseret aku mendekati si
> pemuda yang tampak semakin kikuk saja.
> "Ehem...permisi mas. Numpang tanya. Situ mau ikutan
> futsal juga yah?" Yang ditanya bengong sebentar,
> tapi kemudian menjawab, "Nggak, mbak. Saya di sini
> nunggu ekskul..."
>   Wataw. Aku, Eksi, dan Nurul - dara ketiga yang
> hadir juga - saling berpandangan untuk kedua
> kalinya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.48, suasana
> masih sepi nian, tak ada sesuatu selain kami
> berempat dan hembusan angin pelan. Apa
> pertandingannya jadi diadakan? 
>   Singkat cerita, kita memutuskan untuk sedikit
> bernostalgila ketika mendadak tampak sesosok
> bayangan mendekat, perlahan semakin besar dan
> bertambah jelas dan "Nah ini dia yang kita tunggu,"
> kata Nurul senang. "Apa kabar, Min?"
>   Amin sang bayangan - salah seorang jejaka 98 -
> tersenyum dan menanggapi pertanyaan, "Kabar baik.
> Btw mana nih yang lain?" Tatapannya beralih padaku.
> "Eh...itu...ehm...yah kemungkinan masih pada di
> jalan. Tahu kan di milis kemaren rame...Kali karena
> hujan pada agak ketiduran". Agak atau kebablasan?
> pikirku dalam hati. Sulit mengambil definisi yang
> tepat karena waktu nggak mau berhenti di tempat.
> Tahu-tahu sudah jam 7 lewat 5 saja. 
>   Singkat cerita, di tengah kebingungan muncul
> manusia lain naik kendaraan roda dua. Kaosnya kuning
> dikombinasi celana pendek. "Nih kayaknya mo maen
> juga," bisik Eksi. "Jangan terlalu yakin," timpalku.
> "Siapa tahu ini gaya terkini anak SMA jaman
> sekarang. "Anak SMA mana," sangkal Eksi. "Orang ini
> gue yakin lebih tua dari kita..." - "Eh memangnya
> elo nggak inget? Kemaren dulu kita pernah ketemu
> anak laen yang kita sangka tuaan, ternyata lebih
> muda empat tahun. Kurikulum yang berat dan stress
> tinggi bisa nambah umur satu-dua..."
>   Tidak ada waktu merumpi lebih jauh lagi karena si
> kaos kuning sudah di depan mata. "Angkatan 95?"
> tanyaku tidak yakin. "Iya," balasnya ramah.
> "Hadi..."
>   Perlahan tapi pasti, bertambah banyak orang. Yang
> paling menarik mungkin pasangan Kak Risman-Kak
> Puspita dan putra mereka yang lincah dan cerdas -
> yang dengan teramat sayang aku lupa namanya. Tampak
> keharmonisan sebuah keluarga dengan tawa dan acara
> khas akhir pekan yang aku rasa dambaan setiap
> pasangan (ca ela). Tapi bener loh. Apalagi ketika
> kita mendengar celoteh si kecil. "Ayah...ayah..."
> Wuah! Lengkap sudah gambaran sebuah keluarga
> bahagia. 
>   Singkat cerita lagi, dari mula-mula bertiga,
> menjadi berempat, berlima sampai kontan berdelapan
> belas dan di penghujung acara berdua puluh satu.  
>   Andai dinarasikan, meski sebatas perkenalan dalam
> angan, inilah dialog kecil yang tercipta: 
>   "Dan inilah mereka para pemainnya...dari kubu 98:
> Amin! (plok plok plok)...dan...ehem...ada lagi? Dan
> yah itulah pemainnya: Amin! (plok plok plok)...
> sedangkan dari angkatan 95 dibantu angkatan 99 dan
> 2004: Hadi, Risman..."
>   Yah begitulah. Angkatan 95 campur 99 (maaf jika
> salah) diwakili oleh 10 orang, sementara 2004 dan 98
> masing-masing 1 orang. 98 hanya menang disupporter:
> 5 orang, sementara 95 ditambah supporter ceria dari
> angkatan 97 dan bocah 1 tahun yang dengan riang
> bernyanyi kencang: "Celamat ulang tahun kami
> ucapkaaaan...Celamat..."
>   Dari tepian lapangan (atau barangkali sudut
> terjauh lapangan), permainan terlihat berlangsung
> cepat dan alot hingga berakhir seri. 
>   Di akhir waktu bersua, aku meminta seluruh anggota
> tim dan
> supporter foto bersama. Sebetulnya ada niat juga
> meminta semua mengisi buku alumni, sayang buku
> tersebut diantar terlambat, tepat ketika futsal
> tahapan kedua dimulai kembali.
>   Soal foto, aku sudah berusaha mengirimnya. Tapi
> sayang disayang. Sambungan internet tak rela
> menyampaikannya. Mungkin suatu hari nanti bakal
> berhasil. 
>   Sampai saat itu tiba, jangan kapok main futsal
> lagi. Khusus dari '98, ada permohonan maaf dari
> anggota tim yang tidak hadir. Mendadak saja ada
> shift kerja dan kecelakaan kecil yang membuat mereka
> berhalangan. Insya Allah lain kali - jika
> berkesempatan - mereka akan datang memenuhi janji.  
>   Hidup SMA 1! Salam hangat selalu. 
>   (Nadiah Abidin, 21 Februari 2006, pukul 11.39)
>   NB: 
>   - Maaf yah kalau ceritanya rada garing, nggak
> runut dan mungkin agak terdistorsi. Maklum. Bikinnya
> langsung di warnet. Jadi nggak pakai diedit lagi... 
>                                                     
>                                                     
>          - Foto aku usahakan send...Mudah-mudahan
> lain waktu bisa...                              -
> Buat yang datang, salam kenal. Bisa minta info nama
> dan angkatan dari kiri ke kanan, atas-bawah sesuai
> urutan foto kemarin? Thanks a million... 
> 
>                       
> ---------------------------------
>  Yahoo! Mail
>  Use Photomail to share photos without annoying
attachments.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke