waa.. boreh jugra ceritranya, kaya nya asyik juga kemarin. bulan depan bikin lagi dong...
----- andri --- In [email protected], adi masliardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Koreksi dikit nih..... nama gw adi, bukan hadi tau > nad.. > wah ceritanya seru juga yah... > iya nih buat loe yang masih minat main futsal bareng > dateng aja ya lain waktu... jangan takut gak ada yang > dateng lah, kita cuma butunh nunggu kira2 10 orangan > juga bisa langsung dimainkan tuh si kulit bundar... > gw tau loe pada masih minat kan kalo ada acara futsal > ini lain waktu... > yah itung-itung silaturahmi, sambil sedikit > memorabilia di almamater tercinta,... > yang cewek juga bisa ikutan dateng koq, jadi supporter > para pria sewaktu pertandingan berlangsung... > > gue harap acara ini bisa jadi langkah awal menjalin > silaturahmi antar kita sesama alumni,..... > > oiya ada pesan tuh, buat yang belum pernah liat > halaman sma 1 lagi selepas masa sekolah,... > banyak taman yang lowong yang siap menampung sumbangan > pohon-pohonan dari para alumninya... > angkatan 87 udah memelopori loh... > siapa selanjutnya.... :) > > --- Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Hai all, > > kali-kali ada yang penasaran soal what happened di > > lapangan SMA hari Minggu pagi tanggal 19 Februari, > > berikut ini aku mau sedikit share ceritanya. > > Boleh dibilang aku bareng dua gadis manis bermata > > coklat sampai duluan. Suasana masih sepi, hanya > > desiran angin lembut yang menyibak dedahanan > > terdengar dari kejauhan... > > Dengan mengendarai motor kami mendekati gerbang > > sekolah. Tapi waduh! Di luar dugaan. Ternyata masih > > terkunci rapat. Bagaimana ini? Kami saling > > berpandangan sejenak. Celingak-celinguk, garuk-garuk > > kepala, kami 'meregangkan otot leher' di depan sana > > selama kurang lebih 1 menit. Kemudian kami berputar > > arah dan alhamdulillah...ketemu juga pintu yang > > terbuka di sisi mesjid Annaba. > > Hal pertama yang menarik perhatian kami adalah > > seorang pemuda bertopi pet hitam yang tampak duduk > > sendirian di anak tangga mesjid. Dia keliatan rada > > salting ditatap sedemikian rupa sama tiga makhluk > > kece yang baru datang. Bingung tapi penasaran, salah > > satu teman seperjalananku - Eksi - mulai menyikut > > rusukku, "Tanya gih...tanya," desisnya. Aku sudah > > mulai membuka mulut, tapi segera kukatupkan lagi. > > "Tanya apa?" desisku balik. Eksi mendelik, > > "Pertandingan futsal, remember..." > > Ya yah. Dengan setengah terseret aku mendekati si > > pemuda yang tampak semakin kikuk saja. > > "Ehem...permisi mas. Numpang tanya. Situ mau ikutan > > futsal juga yah?" Yang ditanya bengong sebentar, > > tapi kemudian menjawab, "Nggak, mbak. Saya di sini > > nunggu ekskul..." > > Wataw. Aku, Eksi, dan Nurul - dara ketiga yang > > hadir juga - saling berpandangan untuk kedua > > kalinya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.48, suasana > > masih sepi nian, tak ada sesuatu selain kami > > berempat dan hembusan angin pelan. Apa > > pertandingannya jadi diadakan? > > Singkat cerita, kita memutuskan untuk sedikit > > bernostalgila ketika mendadak tampak sesosok > > bayangan mendekat, perlahan semakin besar dan > > bertambah jelas dan "Nah ini dia yang kita tunggu," > > kata Nurul senang. "Apa kabar, Min?" > > Amin sang bayangan - salah seorang jejaka 98 - > > tersenyum dan menanggapi pertanyaan, "Kabar baik. > > Btw mana nih yang lain?" Tatapannya beralih padaku. > > "Eh...itu...ehm...yah kemungkinan masih pada di > > jalan. Tahu kan di milis kemaren rame...Kali karena > > hujan pada agak ketiduran". Agak atau kebablasan? > > pikirku dalam hati. Sulit mengambil definisi yang > > tepat karena waktu nggak mau berhenti di tempat. > > Tahu-tahu sudah jam 7 lewat 5 saja. > > Singkat cerita, di tengah kebingungan muncul > > manusia lain naik kendaraan roda dua. Kaosnya kuning > > dikombinasi celana pendek. "Nih kayaknya mo maen > > juga," bisik Eksi. "Jangan terlalu yakin," timpalku. > > "Siapa tahu ini gaya terkini anak SMA jaman > > sekarang. "Anak SMA mana," sangkal Eksi. "Orang ini > > gue yakin lebih tua dari kita..." - "Eh memangnya > > elo nggak inget? Kemaren dulu kita pernah ketemu > > anak laen yang kita sangka tuaan, ternyata lebih > > muda empat tahun. Kurikulum yang berat dan stress > > tinggi bisa nambah umur satu-dua..." > > Tidak ada waktu merumpi lebih jauh lagi karena si > > kaos kuning sudah di depan mata. "Angkatan 95?" > > tanyaku tidak yakin. "Iya," balasnya ramah. > > "Hadi..." > > Perlahan tapi pasti, bertambah banyak orang. Yang > > paling menarik mungkin pasangan Kak Risman-Kak > > Puspita dan putra mereka yang lincah dan cerdas - > > yang dengan teramat sayang aku lupa namanya. Tampak > > keharmonisan sebuah keluarga dengan tawa dan acara > > khas akhir pekan yang aku rasa dambaan setiap > > pasangan (ca ela). Tapi bener loh. Apalagi ketika > > kita mendengar celoteh si kecil. "Ayah...ayah..." > > Wuah! Lengkap sudah gambaran sebuah keluarga > > bahagia. > > Singkat cerita lagi, dari mula-mula bertiga, > > menjadi berempat, berlima sampai kontan berdelapan > > belas dan di penghujung acara berdua puluh satu. > > Andai dinarasikan, meski sebatas perkenalan dalam > > angan, inilah dialog kecil yang tercipta: > > "Dan inilah mereka para pemainnya...dari kubu 98: > > Amin! (plok plok plok)...dan...ehem...ada lagi? Dan > > yah itulah pemainnya: Amin! (plok plok plok)... > > sedangkan dari angkatan 95 dibantu angkatan 99 dan > > 2004: Hadi, Risman..." > > Yah begitulah. Angkatan 95 campur 99 (maaf jika > > salah) diwakili oleh 10 orang, sementara 2004 dan 98 > > masing-masing 1 orang. 98 hanya menang disupporter: > > 5 orang, sementara 95 ditambah supporter ceria dari > > angkatan 97 dan bocah 1 tahun yang dengan riang > > bernyanyi kencang: "Celamat ulang tahun kami > > ucapkaaaan...Celamat..." > > Dari tepian lapangan (atau barangkali sudut > > terjauh lapangan), permainan terlihat berlangsung > > cepat dan alot hingga berakhir seri. > > Di akhir waktu bersua, aku meminta seluruh anggota > > tim dan > > supporter foto bersama. Sebetulnya ada niat juga > > meminta semua mengisi buku alumni, sayang buku > > tersebut diantar terlambat, tepat ketika futsal > > tahapan kedua dimulai kembali. > > Soal foto, aku sudah berusaha mengirimnya. Tapi > > sayang disayang. Sambungan internet tak rela > > menyampaikannya. Mungkin suatu hari nanti bakal > > berhasil. > > Sampai saat itu tiba, jangan kapok main futsal > > lagi. Khusus dari '98, ada permohonan maaf dari > > anggota tim yang tidak hadir. Mendadak saja ada > > shift kerja dan kecelakaan kecil yang membuat mereka > > berhalangan. Insya Allah lain kali - jika > > berkesempatan - mereka akan datang memenuhi janji. > > Hidup SMA 1! Salam hangat selalu. > > (Nadiah Abidin, 21 Februari 2006, pukul 11.39) > > NB: > > - Maaf yah kalau ceritanya rada garing, nggak > > runut dan mungkin agak terdistorsi. Maklum. Bikinnya > > langsung di warnet. Jadi nggak pakai diedit lagi... > > > > > > - Foto aku usahakan send...Mudah-mudahan > > lain waktu bisa... - > > Buat yang datang, salam kenal. Bisa minta info nama > > dan angkatan dari kiri ke kanan, atas-bawah sesuai > > urutan foto kemarin? Thanks a million... > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Mail > > Use Photomail to share photos without annoying > attachments. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
