Hallo Semua,

Perkenalka nih 'member' baru:

Vanda Vandhana , class 91, BIO3

Mail : [EMAIL PROTECTED]

         [EMAIL PROTECTED]

YM :  vanda_almega

Evie, apa kabar? 

Anak ku baru satu cowok umur 4 tahun,udah TK. 

Kamu gimana vie, 

Mubarok meninggal kalau ga salah tahun 93, kecelakaan di pantai anyer..

 

Best regards,

Vanda

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
evie chaeruni
Sent: Saturday, 16 December, 2006 11:06 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Noon Coffee Break

 

Waduh VIT, gara2 NCB-nya elo ngangkat kasus poligami jadi rame nich....semua
mau mengeluarkan pendapat....boleh-boleh aja...tapi janPgan sampe sewot2an
dunk apalagi berantem, milist ini kan tujuannya buat silaturahmi...tetep
kepala dingin......masing2 punya pandangan sendiri2 kan ??? 

 

Saya ga mau ikut membahas masalah ini krn terus terang saya tidak mempunyai
elmu yang cukup ttg ini, kalo mengeluarkan pendapat  pake perasaan n' logika
doank entar jadi egois, biarlah para ahli aja yg ngurusin ini ya ga ...?????
Bener kata Ka Komar ...Cukup Sudah...kayak lagu Glen Fredly...hikhik....

 

BTW, ini Ka Komar yg Inswapala ya?? Yang item & galak ??? alah...maap Ka
(bercanda) ? mungkin dulu juga tidak bermaksud galak...abis sy pernah
dibentak2 sama Ka Komar waktu penataran P4....tenang ka udah saya maapin
kok...hehe...tapi lucu kalo inget masa SMA.....Ka Komar, Ka Istu itu yang
pake kacamata (dulunya), mungil, pinter, pernah ikut cerdas cermat ya sama
Ka Rone ? Pisus juga kan ?? sama Ka Ahmad yani ? Salam ya......

 

Hi Ka Vanda, masih ngurus Pramuka, atau udah jadi Bapak Pramuka ?????
<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif> 

Ka Vanda ini orang yang murah senyum, baik hati dan tidak sombong.....alah
basi dech.

Udah punya anak berapa Ka ?
Ka, bener ga sich, denger2 Ka Mubarok (gendut) udah meninggal ya beberapa
tahun yg lalu ?

 

Maju terus alumni SMA 1 Bks

 

Evie Chaeruni

Bio 2 - Ang' 92

 


Arifa Murti Untoro <arifaun [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> com>
wrote:

Assalamualaikum semua...
Ikutan kasih pendapat boleh ya....

Saya sendiri bingung dengan keberanian kaum saya (baca: laki-laki) yang
melakukan poligami. Saya suka berpikir, sebenarnya apa yang dicari di
poligami? Kenikmatankah? Surgakah? Atau "kah-kah" yang lainnya? Dengan tidak
mengurangi rasa kpd rekan2 sekalian yg membahas ini dari sisi keimanan, coba
kita pikir dari sisi perasaan. Atau setidaknya kita sebagai kaum laki2, coba
deh untuk menempatkan diri kita sebagai kaum perempuan. Kalo gak salah
istilah Inggrisnya: "Put yourself in others shoes" (Moga2 bener tuh
tulisannya...)

Pernah terpikir gak oleh kita sbg kaum laki2,  bahwa ketika kita melakukan
poligami ,mungkin saja, tidak senang dengan tindakan tersebut. Ketika saya
melihat di TV bagaimana seorang ibu yang datang ke pengajian Aa' Gym, dan
secara lugas menyatakan ketidaksetujuan terhadap poligami yg dilakukan oleh
Aa' Gym, saya kembali berpikir. Walaupun keputusan poligami adalah keputusan
pribadi dan hanya melibatkan keluarga kita sendiri, tapi kita harus ingat,
kita juga sebagai mahluk sosial yang tentunya berinteraksi dengan keadaan
dan pribadi2 lain di luar lingkaran kehidupan kita. Harap pikir2 baik u/
mereka yg berpoligami, bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan
psikologis anak. Walaupun mereka sudah diberi pengertian, tapi ketika mereka
diluar lingkungan pengawasan kita, tentunya akan dihujani pertanyaan2 dari
orang lain seputar tindakan poligami yang dilakukan ayahnya.

Berpikir soal itu, saya lalu menanamkan semacam prinsip (atau apalah namanya
itu...) bahwa ketika saya menikah nanti (Oalah...ternyata saya sendiri belum
menikah, tokh. Ckckck...
<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif> ) saya hanya mau
punya 1 istri. Amin...

PS: Kalo ada yg mau menanggapi, tolong tulisannya jgn yg terlalu"berat".
Kasihan otak saya. Bikin tulisan yg cm spt diatas saja susah banget
mikirnya.   <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/08.gif> 

 

--ARIFA M. UNTORO--

PROJECT EXECUTIVE

Satrio Wicaksono Indepth Consulting

Address        : Jln. Masjid Al-Anwar No. 46 Jakarta Barat 11540 

Phone /Fax   : (021) 530-5050 / (021) 548-3862

 

----- Original Message ----
From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92 <[email protected]>;
[EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Wednesday, December 6, 2006 1:41:28 PM
Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break

Noon Coffee Break

 

Siapa hayoo yang setuju poligami? ckckck..para pria ngacung semua :p

Wah, topik poligami ada di mana-mana nih, ya di televisi, internet, majalah,
koran.. cerpen di femina terbaru juga topiknya tentang itu. Pro dan kontra
yang kayaknya berlangsung sepanjang abad ya... Sejak jaman dulu juga
poligami sudah ada. Bedanya, karena sekarang komunikasi dan informasi sudah
jauh lebih maju, berita seputar ini lebih mudah diekspos.

 

Tapi, ada perubahan apa ya yang terjadi di diri para perempuan? Apa karena
perempuan makin 'cerdas', makin besar kiprahnya, isu ini jadi mencuat
'tajam'. Kalau ingat kata dosen saya yang Ph. D itu, "dunia ini memang
didominasi laki-laki", makanya peperangan dan segala jenis alat bantunya,
bisa berkembang dengan sangat pesat. Kalau perempuan yang dominan, mungkin
ga ada tuh perang... Dunia akan lebih aman-nyaman, tenang, damai... tapi
diujungnya dosen saya menambahkan, "dan mungkin TI juga tidak bisa sepesat
sekarang.." hihi..bagusnya setelah TI pesat, perempuan yang mendominasi,
soale kudu banyak belajar biar ga gatek :))

 

Karena kasus poligami ini, para perempuan keluar dari 'kandangnya' dan
'mengaum'. Nyaris semuanya menyatakan 'menolak' dengan terang-terangan (ini
cerita yang saya ambil dari acara Subuhnya di masjid Darut tauhid lhoo,
khususnya respon ibu-ibu). Kalau para prianya sih... pastinya sangat sedikit
yang berada di barisan ibu-ibu hehehe...

 

Nyokap juga ikutan sewot, adik saya yang cewek juga ikut nambah-nambahin.
Kalo disurvey ibu-ibu di erte saya juga kayaknya 99% sewot semua.. Kalau ada
yang nggak sewot dianggap nggak normal, contohnya ya saya...hahaha. 

"Situ sih belom nikah, coba aja ntar..."

eeit, kok jadi bawa-bawa status neh...

 

Menurut saya, kalau suami poligami artinya dia sudah menyakiti perasaaan
istrinya. Jadi ya itulah sikap yang dia pilih. Konsekuensinya harus siap,
sama seperti istri. Kalau dia 'mengijinkan' suaminya, ridho dan ikhlas,
berarti siap dengan konsekuensinya. Hidup itu kan pilihan. Menikah, tidak
menikah (bedain dengan yg belum menikah), poligami, monogami, punya satu
anak, banyak anak dll semua kan pilihan. Jadi ya masing-masing punya
konsekuensi kan? Poligami ada konsekuensinya, monogami juga... Yang banyak
anak belom tentu lebih bagus daripada yg belom punya anak, demikian juga
yang sebaliknya.

 

Monogami juga belom tentu lebih bagus dari yang poligami, demikian juga
sebaliknya. So..kayaknya tinggal gimana ngejalaninnya ya... kita yang
outsider perasaan ga perlu sewot...hehehe, itu sih pendapat saya lhooo...

 

Di sini aja dingin, kenapa situ yang panas.... kayak iklan rokok...:)

 

ps.

dicari: pria yang tidak ingin menyakiti istrinya.... hihihi

 

 


  _____  


Check out the all-new Yahoo! Mail beta
<http://us.rd.yahoo.com/evt=43257/*http:/advision.webevents.yahoo.com/mailbe
ta>  - Fire up a more powerful email and get things done faster. 

 

 


  _____  


Everyone is raving about the
<http://us.rd.yahoo.com/evt=42297/*http:/advision.webevents.yahoo.com/mailbe
ta>  all-new Yahoo! Mail beta. 

 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 

Kirim email ke