Salam Alumnus Vie,
Bener kok, tapi gak komplit juga..., aku bantuin ya biar komplit.
Ka Komar yang Item & Galak, tambahin vie..., Jelek terus tambah gendut lagi
sekarang.
Ka Vanda yang murah senyum, baik hati dan tidak sombong, tambahin vie...,
Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rajin menabung (biar lengkap Dasa
Dharma nya).
Ka Istu dan Ka yang lain tadi disebut Evie, nanti deh dilengkapi kalo dah
ketemuan ya... .
Cuma Vie...., aku kok gak disebut sih...? . Awas kalo ketemu ya... .
Salam untuk keluarga dan jaga selalu persatuan diantara kita.
Wishnu'91
evie chaeruni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waduh VIT, gara2 NCB-nya elo ngangkat kasus poligami jadi rame
nich....semua mau mengeluarkan pendapat....boleh-boleh aja...tapi janPgan sampe
sewot2an dunk apalagi berantem, milist ini kan tujuannya buat
silaturahmi...tetep kepala dingin......masing2 punya pandangan sendiri2 kan ???
Saya ga mau ikut membahas masalah ini krn terus terang saya tidak mempunyai
elmu yang cukup ttg ini, kalo mengeluarkan pendapat pake perasaan n' logika
doank entar jadi egois, biarlah para ahli aja yg ngurusin ini ya ga ...?????
Bener kata Ka Komar ...Cukup Sudah...kayak lagu Glen Fredly...hikhik....
BTW, ini Ka Komar yg Inswapala ya?? Yang item & galak ??? alah...maap Ka
(bercanda) ? mungkin dulu juga tidak bermaksud galak...abis sy pernah dibentak2
sama Ka Komar waktu penataran P4....tenang ka udah saya maapin
kok...hehe...tapi lucu kalo inget masa SMA.....Ka Komar, Ka Istu itu yang pake
kacamata (dulunya), mungil, pinter, pernah ikut cerdas cermat ya sama Ka Rone ?
Pisus juga kan ?? sama Ka Ahmad yani ? Salam ya......
Hi Ka Vanda, masih ngurus Pramuka, atau udah jadi Bapak Pramuka ?????
Ka Vanda ini orang yang murah senyum, baik hati dan tidak sombong.....alah
basi dech.
Udah punya anak berapa Ka ?
Ka, bener ga sich, denger2 Ka Mubarok (gendut) udah meninggal ya beberapa tahun
yg lalu ?
Maju terus alumni SMA 1 Bks
Evie Chaeruni
Bio 2 - Ang' 92
Arifa Murti Untoro <arifaun [EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum semua...
Ikutan kasih pendapat boleh ya....
Saya sendiri bingung dengan keberanian kaum saya (baca: laki-laki) yang
melakukan poligami. Saya suka berpikir, sebenarnya apa yang dicari di poligami?
Kenikmatankah? Surgakah? Atau "kah-kah" yang lainnya? Dengan tidak mengurangi
rasa kpd rekan2 sekalian yg membahas ini dari sisi keimanan, coba kita pikir
dari sisi perasaan. Atau setidaknya kita sebagai kaum laki2, coba deh untuk
menempatkan diri kita sebagai kaum perempuan. Kalo gak salah istilah
Inggrisnya: "Put yourself in others shoes" (Moga2 bener tuh tulisannya...)
Pernah terpikir gak oleh kita sbg kaum laki2, bahwa ketika kita melakukan
poligami ,mungkin saja, tidak senang dengan tindakan tersebut. Ketika saya
melihat di TV bagaimana seorang ibu yang datang ke pengajian Aa' Gym, dan
secara lugas menyatakan ketidaksetujuan terhadap poligami yg dilakukan oleh Aa'
Gym, saya kembali berpikir. Walaupun keputusan poligami adalah keputusan
pribadi dan hanya melibatkan keluarga kita sendiri, tapi kita harus ingat, kita
juga sebagai mahluk sosial yang tentunya berinteraksi dengan keadaan dan
pribadi2 lain di luar lingkaran kehidupan kita. Harap pikir2 baik u/ mereka yg
berpoligami, bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis anak.
Walaupun mereka sudah diberi pengertian, tapi ketika mereka diluar lingkungan
pengawasan kita, tentunya akan dihujani pertanyaan2 dari orang lain seputar
tindakan poligami yang dilakukan ayahnya.
Berpikir soal itu, saya lalu menanamkan semacam prinsip (atau apalah namanya
itu...) bahwa ketika saya menikah nanti (Oalah...ternyata saya sendiri belum
menikah, tokh. Ckckck...) saya hanya mau punya 1 istri. Amin...
PS: Kalo ada yg mau menanggapi, tolong tulisannya jgn yg terlalu"berat".
Kasihan otak saya. Bikin tulisan yg cm spt diatas saja susah banget mikirnya.
--ARIFA M. UNTORO--
PROJECT EXECUTIVE
Satrio Wicaksono Indepth Consulting
Address : Jln. Masjid Al-Anwar No. 46 Jakarta Barat 11540 Phone /Fax
: (021) 530-5050 / (021) 548-3862
----- Original Message ----
From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92 <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]
Sent: Wednesday, December 6, 2006 1:41:28 PM
Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break
Noon Coffee Break
Siapa hayoo yang setuju poligami? ckckck..para pria ngacung semua :p
Wah, topik poligami ada di mana-mana nih, ya di televisi, internet, majalah,
koran.. cerpen di femina terbaru juga topiknya tentang itu. Pro dan kontra yang
kayaknya berlangsung sepanjang abad ya... Sejak jaman dulu juga poligami sudah
ada. Bedanya, karena sekarang komunikasi dan informasi sudah jauh lebih maju,
berita seputar ini lebih mudah diekspos.
Tapi, ada perubahan apa ya yang terjadi di diri para perempuan? Apa karena
perempuan makin 'cerdas', makin besar kiprahnya, isu ini jadi mencuat 'tajam'.
Kalau ingat kata dosen saya yang Ph. D itu, "dunia ini memang didominasi
laki-laki", makanya peperangan dan segala jenis alat bantunya, bisa berkembang
dengan sangat pesat. Kalau perempuan yang dominan, mungkin ga ada tuh perang...
Dunia akan lebih aman-nyaman, tenang, damai... tapi diujungnya dosen saya
menambahkan, "dan mungkin TI juga tidak bisa sepesat sekarang.." hihi..bagusnya
setelah TI pesat, perempuan yang mendominasi, soale kudu banyak belajar biar ga
gatek :))
Karena kasus poligami ini, para perempuan keluar dari 'kandangnya' dan
'mengaum'. Nyaris semuanya menyatakan 'menolak' dengan terang-terangan (ini
cerita yang saya ambil dari acara Subuhnya di masjid Darut tauhid lhoo,
khususnya respon ibu-ibu). Kalau para prianya sih... pastinya sangat sedikit
yang berada di barisan ibu-ibu hehehe...
Nyokap juga ikutan sewot, adik saya yang cewek juga ikut nambah-nambahin.
Kalo disurvey ibu-ibu di erte saya juga kayaknya 99% sewot semua.. Kalau ada
yang nggak sewot dianggap nggak normal, contohnya ya saya...hahaha.
"Situ sih belom nikah, coba aja ntar..."
eeit, kok jadi bawa-bawa status neh...
Menurut saya, kalau suami poligami artinya dia sudah menyakiti perasaaan
istrinya. Jadi ya itulah sikap yang dia pilih. Konsekuensinya harus siap, sama
seperti istri. Kalau dia 'mengijinkan' suaminya, ridho dan ikhlas, berarti siap
dengan konsekuensinya. Hidup itu kan pilihan. Menikah, tidak menikah (bedain
dengan yg belum menikah), poligami, monogami, punya satu anak, banyak anak dll
semua kan pilihan. Jadi ya masing-masing punya konsekuensi kan? Poligami ada
konsekuensinya, monogami juga... Yang banyak anak belom tentu lebih bagus
daripada yg belom punya anak, demikian juga yang sebaliknya.
Monogami juga belom tentu lebih bagus dari yang poligami, demikian juga
sebaliknya. So..kayaknya tinggal gimana ngejalaninnya ya... kita yang outsider
perasaan ga perlu sewot...hehehe, itu sih pendapat saya lhooo...
Di sini aja dingin, kenapa situ yang panas.... kayak iklan rokok...:)
ps.
dicari: pria yang tidak ingin menyakiti istrinya.... hihihi
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and
get things done faster.
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com