Noon Coffee Break
   
      Musibah dan bencana itu memang di tangan Tuhan. Tidak ada seorang pun 
yang bisa menolak ketika Tuhan menghendaki. Tapi kalau musibah dan bencana 
datang terus-menerus, apa iya semata-mata karena Yang Di Atas sana?
   
  Baru awal tahun, satu per satu musibah itu datang lagi, sementara yang duluan 
belum ada penanganan dan penyelesaian secara tuntas. Kapal tenggelam, pesawat 
hilang, area luapan lumpur Lapindo terus meluas, Banjir di Aceh dan beberapa 
tempat yang lain. Syukurlah, bangsa ini bangsa yang ‘kuat’ atau… ‘bebal’? 
Sekian banyak musibah yang berdatangan memang kehendak Tuhan atau ada andil 
kita di dalamnya?
   
  Seorang teman cerita, bahwa dia mau pulang kampung ke Malang. Naik pesawat, 
turun di Surabaya lalu berkendaraan lagi ke Malang.
  “Dari Surabaya Malang berapa lama?”
  “Paling satu setengah jam, Mbak. Tapi karena sekarang lewat jalan alternatif, 
bisa molor satu jam…”
  Iya juga, jalan tol kan sudah terendam lumpur. Konon, jembatan yang ada pun 
akan di’rubuh’kan mengingat kontur tanan di bawahnya yang rawan. Kompleks 
sekali dampaknya. Itu baru dampak fisik, dampak sosiologis, psikis, 
antropologis dll pasti jauh lebih besar. Moga-moga orang pandai (dan kaya) 
negri ini bisa bersatu dan tolong-menolong.
   
  Jadi ingat kata-kata ustadz saya dulu, “doa itu menolak bala.” Ibadah, baik 
sholat, beramal jariah, berkurban, sedekah ke pengemis-tukang ngamen, menengok 
orang sakit, menolong orang yang susah, bikin gembira orang yang sedih, 
menyingkirkan ‘duri’ di jalanan, dan segudang kebaikan itu…bisa menolak 
musibah. Lalu, kalau orang lebih banyak bersikap sebaliknya, apa itu artinya 
justru malah akan mengundang musibah? Dan bisa jadi yang kena adalah 
orang-orang yang baik dan tidak bersalah..(hiks)
   
  Negara kita yang dulu “gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja” ini 
tinggal kenangan? Trus tinggal cerita ke anak cucu.
  “Dulu, di sini ini sawah yang subur lo Nak.”
  “Dulu, pulau Jawa ini makmur..”
  “Dulu di sini ada jalan tol yang ramai..”
  “Dulu di sini ada kampung yang hidup…” sementara sejauh mata memandang hanya 
lumpur kering serta udara berasap yang baunya mirip belerang.. (moga-moga 
jangan sampai begitu)
   
Wallahu’alam









 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke