Bener banget tuh bang, Ane setuju banget... Ane pun dulu punya mimpi ingin mencari pendamping hidup yang berasal dari desa yang sejuk dan damai, dan Alhamdullilah ane dapet istri yang berasal dari tempat dimana ane bisa duduk mancing sambil tidur-tidur ditiup angin sepoi-sepoi pesawahan... Pertama kali kerja tahun 1996, kita semua harus melewati yang namanya training. Ane di training di puncak selama 1 bulan penuh dan tidak boleh pulang.. Ane kagum dengan trainernya, dalam pikiran entah kapan ane ingin seperti beliau... dan Alhamdullah, tahun 2005 ane diberi kesempatan menjadi Trainer. Ingin keliling Indonesia dan berkunjung ke luar negeri, karena ane pegang Nasional maka ane harus putar-putar indonesia... mimpi ane yang sekarang adalah pengen ngajak keluarga besar naik haji sama-sama....do'a in ya....
Eway '92 ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of komar udin Sent: Wednesday, June 27, 2007 11:24 PM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [sma1bks] The Power of Dreams, I Prove it! The Power of Dreams Saya punya sejumlah mimpi yang sekarang sudah menjadi kenyataan. Barangkali buat orang lain ini mimpi kecil. Remeh temeh. Gak ada artinya. Tapi buat saya ini suatu anugerah terindah dari Allah. Bermimpilah, dan Allah pasti akan mengabulkan semua mimpi itu. Kata Walt Disney, If you can dream itu, you can achieve it. Semasa SMA, sekitar tahun 1990-an, saya bermimpi nama saya tertera di sampul buku. Tepat di Gramedia Bekasi, di depan hamparan buku-buku Islam, hati saya berbisik. "Coba yah kalau ada buku saya di bawah ini." Langsung terbayang sebuah buku kecil berwarna merah muda. Setelah empat belas tahun. Ternyata....saksikanlah, Desember 2004 buku saya terbit. Judulnya Sekuntum Cinta untuk Istriku. Saya pun bersyukur dan bergumam, if you can dream itu, you can achieve it. Mimpi ke dua. Sejak kecil saya tinggal di perkampungan. Kampung Dua, Jakasampurna, Bekasi Barat.. Yah, tahu sendiri khan lingkungannya berbeda dengan perumahan. Tidak teratur. Jalan sempit berkelok-kelok seenaknya bak jalanan tikus. Lubang septi tank dan lubang sumur gak jelas jaraknya. Saya merasa sumpek dan bete. Saya pun bermimpi punya rumah di perumahan. Dengan ukuran seragam. Jalanan luas. Cukup untuk jalanan dua mobil. Alhamdulillah....tahun 2001 saya mampu beli rumah dan tanah di perumahan. Luasnya tak banyak hanya 108 meter. Lebih dari cukup untuk satu istri dan dua anak. Mimpi pun berwujud. Mimi ke 3. Tanah seluas 108 meter juga 'bayar hutang' sebab ketika tahun 90-an saat saya mau kuliah, saya harus jual tanah peninggalan orang tua, 100 meter. Sebenarnya, tanah ini adalah asset untuk biaya nikah. Maklum, orang Betawi. Kalau menikah tak cukup hanya 'sekadarnya'. Buat sewa 'kembang'. Itu lho pelaminan, sewa kostum dan singgasana pengantin. Buat bikin dodol. Beli perabot. Wuuiiih...pokoknya ribet bin ngejimet. Makanya, orang tua saya menyediakan tanah untuk biaya nikah. Tapi dengan tekad sekeras baja, saya jual untuk biaya kuliah. Setelah dijual ke Engkong haji Sinur, saya pun bermimpi suatu saat saya akan ganti. Alhamdulillah...sebelas tahun kemudian mimpi itu terbayar lunas. Bahkan, ada bonusnya. Lebih luas delapan meter. sebidang rumah dan 'badminton view'. The dream come true. Tahun 2001 ketika masih menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Tabloid FIKRI, saya seperti punya istri dua. Satu yang di rumah. Satu lagi pekerjaan sebagai Pimred. Perkaranya, setiap malam Jum'at hingga minggu pagi saya harus stand by di kantor mengawal terbitnya Tabloid mingguan keluarga tersebut. Sebagai ayah pun, saya hanya separuh waktu. Munculah dari resah gelisah itu sebuah artikel berjudul AKulah, Ayah Paruh Waktu. Artikel ini Anda bisa dapatkan di buku Sekuntum Cinta untuk Istriku (GIP). Saya pun bermimpi bagaimana dapat menjadi ayah penuh waktu. Bisa di rumah. Menemani anak-anak main bola, main layangan atau main PS. Tapi, bisa tetap dapat uang untuk mempertahankan dapur supaya terus ngebul...bul...bul. Subhanallah...dua tahun kemudian saya ditakdirkan banting stir jadi Manager Produksi penerbitan Khairul Bayaan Press. Ini mengubah hidup saya dari seorang wartawan menjadi seorang penulis. Ternyata, menjadi penulis dapat mewujudkan mimpi saya untuk menjadi Ayah full time. Dua tahun kemudian, saya menekuni profesi sebagai penulis dan menjadi karyawan kontrak di Penerbit Dian Rakyat. Saya bekerja hanya Selasa Jum'at ke kantor. Selebihnya dilakukan di rumah dan mengirimkan pekerjaannya via email. Subhanallah......tahun 2004 mimpi saya untuk menjadi ayah penuh waktu tercapai. Sekarang saya bisa mendapatkan senyum Aiz, anak saya kelas 3 kalau ia pulang seolah dan melihat ada saya yang menjemput. Ia tak bersedia dijemput orang lain. Lagi-lagi mimpi saya terkabul. Kalau saya ceritakan, saya bisa berikan contoh lagi betapa banyak mimpi-mimpi saya terkabul. Aneh yah? seakan semesta alam mendoakan saya ketika mimpi itu, ting! Terbit di kepala saya. Dua tahun terakhir ini saya gandrung dengan buku-buku pengembangan diri. Di perpustakaan pribadi saya banyak bertebaran buku yang mengangkat soal ini. Ups, baru saya tahu. Bahwa kesuksesan-kesuksesan memang harus diawali dengan mimpi dan rasakan the power of dreams (kekuatan mimpi). Dalam sebuah acara penganugerahan prestasi musik. Maaf, saya lupa detilnya dan di channel berapa. Yang jelas Anggun C. Sasmi mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi Indonesia yang sukses di luar negeri. Ketika ia memberikan sambutan, ia bilang cerita begini. "Menurut bapak saya, kalau kita punya cita-cita maka bermimpilah...." Selain itu, lihatlah sekeliling Anda. Mulai dari handphone hingga layar televise. Segalanya berawal dari mimpi manusia. Ketika manusia susa berkomunikasi dalam jarak yang jauh munculah telepon yang masih pakai kabel. Lalu dirasakan tidak efektif, mimpi pun menjalar jadi telepon yang mobile. Bisa dibawa ke mana-mana. Kini bahkan bisa melihat wajah dari yang menelpon dengan teknologi 3G-nya. Akhirnya, buat Anda. Bila Anda akan mendapatkan sesuatu. Cita-cita. Maka beranilah bermimpi. Jangan hanya dikhayalkan. Berhenti baca tulisan ini. Ambil kertas kosong dan tulislah mimpi Anda. Luangkan satu menit untuk menulisan kira-kira berapa lama Anda akan mewujudkan mimpi itu. Dan, rasakan kekuatan mimpi, the power of dreams. Bermimpilah dengan detil dan lengkap. Misalnya kalau Anda bermimpi menjadi penulis best seller. Bayangkanlah nama Anda di buku dan diletakan dibawah tulisan Best Seller di Toko Buku Gramedia. Atau, rasakanlah suasana ketika di Panggung Utama Islamic Book Fair di Istora dan dari pengeras suara ada panggilan, "kepada Bapak Komarudin Ibnu Mikam, seorang penulis best seller kami persilahkan naik ke panggung." Buat Anda ganti nama saya dengan nama pena Anda. Bermimpilah dan biarkan mimpi itu berwujud di halaman nasib Anda! [komarudin ibnu mikam, Ketua Dewan Pembina FLP Bekasi] komaribnumikam.multiply.com __________________________________________________________ Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+ki ds&cs=bz <http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+k ids&cs=bz> ********************************************************************* This message and any attachments are solely for the intended recipient. If you are not the intended recipient, disclosure, copying, use or distribution of the information included in this message is prohibited -- Please immediately and permanently delete.
