Bang Komar.. lulu ikutan ya..
  Setuju banget lo masalah mimpi ini.
  yg jelas.. mimpinya gak neko2 n dijalanin dg usaha plus doa
  insyaAllah.. dapet deh..
  aku jg pernah.. waktu pertama kerja.. di Perusahaan Korea
  Jd stax Exim.. yg sbt n minggu lembur mulu.. sedih bgt kan
  sp akhirnya.. pengen bgt pindah ke perusahaan yg lebih baik..
  sp kepikir .. bisa gak yaa kerja.. trus bs keluar negri gak pk biaya..kaya 
bos2.. hehehe
  finally...
  Alhamdulillah.. setelah melewati beberapa perusahaan
  nyangkut jg disini.. yg alhamdulillah.. 4th disini.. bisa mampir ke 4 negara 
tetangga
  Alhamdulillah..

  tapi.. ada juga lo bang..
  aku udh usaha kuat rasanya.. udh doa banyak rasanya
  udh sabar bertahun-tahun.. tapi mimpi itu belum terwujud
  orang yg dinanti2.. justru akhirnya harus direlakan pergi...
  gimana dong bang ?? huhuhu.... ini mungkin yang namanya TAKDIR.. kehendak 
Allah.. ya gak ?
  tp insyaAllah.. masih dalam catatan mimpi.. menanti penggantinya..hehehehe.. 
( bukan promosi.. cm curhat kaleee )

  Jd inget lg favorite.. letto :
  Tetap semangat dan teguhkan hati..
  Kalau kau kejar mimpimu.. salut !!!
  Kalau ingin berhenti.. jgn lupa tuk mulai lg..

  Have a nice day

  ----- Original Message ----- 
  From: komar udin 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, June 27, 2007 11:23 PM
  Subject: [sma1bks] The Power of Dreams, I Prove it!


  The Power of Dreams

  Saya punya sejumlah mimpi yang sekarang sudah menjadi
  kenyataan. Barangkali buat orang lain ini mimpi kecil.
  Remeh temeh. Gak ada artinya. Tapi buat saya ini suatu
  anugerah terindah dari Allah. Bermimpilah, dan Allah
  pasti akan mengabulkan semua mimpi itu. Kata Walt
  Disney, If you can dream itu, you can achieve it. 

  Semasa SMA, sekitar tahun 1990-an, saya bermimpi nama
  saya tertera di sampul buku. Tepat di Gramedia Bekasi,
  di depan hamparan buku-buku Islam, hati saya berbisik.
  "Coba yah kalau ada buku saya di bawah ini." Langsung
  terbayang sebuah buku kecil berwarna merah muda. 

  Setelah empat belas tahun. Ternyata..saksikanlah,
  Desember 2004 buku saya terbit. Judulnya Sekuntum
  Cinta untuk Istriku. Saya pun bersyukur dan bergumam,
  if you can dream itu, you can achieve it.

  Mimpi ke dua. Sejak kecil saya tinggal di
  perkampungan. Kampung Dua, Jakasampurna, Bekasi
  Barat.. Yah, tahu sendiri khan lingkungannya berbeda
  dengan perumahan. Tidak teratur. Jalan sempit
  berkelok-kelok seenaknya bak jalanan tikus. Lubang
  septi tank dan lubang sumur gak jelas jaraknya. Saya
  merasa sumpek dan bete. Saya pun bermimpi punya rumah
  di perumahan. Dengan ukuran seragam. Jalanan luas.
  Cukup untuk jalanan dua mobil. Alhamdulillah..tahun
  2001 saya mampu beli rumah dan tanah di perumahan.
  Luasnya tak banyak hanya 108 meter. Lebih dari cukup
  untuk satu istri dan dua anak. Mimpi pun berwujud.

  Mimi ke 3. Tanah seluas 108 meter juga 'bayar hutang'
  sebab ketika tahun 90-an saat saya mau kuliah, saya
  harus jual tanah peninggalan orang tua, 100 meter.
  Sebenarnya, tanah ini adalah asset untuk biaya nikah.
  Maklum, orang Betawi. Kalau menikah tak cukup hanya
  'sekadarnya'. Buat sewa 'kembang'. Itu lho pelaminan,
  sewa kostum dan singgasana pengantin. Buat bikin
  dodol. Beli perabot. Wuuiiih.pokoknya ribet bin
  ngejimet. Makanya, orang tua saya menyediakan tanah
  untuk biaya nikah. Tapi dengan tekad sekeras baja,
  saya jual untuk biaya kuliah. Setelah dijual ke
  Engkong haji Sinur, saya pun bermimpi suatu saat saya
  akan ganti. Alhamdulillah.sebelas tahun kemudian mimpi
  itu terbayar lunas. Bahkan, ada bonusnya. Lebih luas
  delapan meter. sebidang rumah dan 'badminton view'.
  The dream come true.

  Tahun 2001 ketika masih menjabat sebagai Pimpinan
  Redaksi Tabloid FIKRI, saya seperti punya istri dua.
  Satu yang di rumah. Satu lagi pekerjaan sebagai
  Pimred. Perkaranya, setiap malam Jum'at hingga minggu
  pagi saya harus stand by di kantor mengawal terbitnya
  Tabloid mingguan keluarga tersebut. Sebagai ayah pun,
  saya hanya separuh waktu. Munculah dari resah gelisah
  itu sebuah artikel berjudul AKulah, Ayah Paruh Waktu.
  Artikel ini Anda bisa dapatkan di buku Sekuntum Cinta
  untuk Istriku (GIP). Saya pun bermimpi bagaimana dapat
  menjadi ayah penuh waktu. Bisa di rumah. Menemani
  anak-anak main bola, main layangan atau main PS. Tapi,
  bisa tetap dapat uang untuk mempertahankan dapur
  supaya terus ngebul.bul.bul. 
  Subhanallah.dua tahun kemudian saya ditakdirkan
  banting stir jadi Manager Produksi penerbitan Khairul
  Bayaan Press. Ini mengubah hidup saya dari seorang
  wartawan menjadi seorang penulis. Ternyata, menjadi
  penulis dapat mewujudkan mimpi saya untuk menjadi Ayah
  full time. Dua tahun kemudian, saya menekuni profesi
  sebagai penulis dan menjadi karyawan kontrak di
  Penerbit Dian Rakyat. Saya bekerja hanya Selasa Jum'at
  ke kantor. Selebihnya dilakukan di rumah dan
  mengirimkan pekerjaannya via email. Subhanallah..tahun
  2004 mimpi saya untuk menjadi ayah penuh waktu
  tercapai. Sekarang saya bisa mendapatkan senyum Aiz,
  anak saya kelas 3 kalau ia pulang seolah dan melihat
  ada saya yang menjemput. Ia tak bersedia dijemput
  orang lain. Lagi-lagi mimpi saya terkabul.

  Kalau saya ceritakan, saya bisa berikan contoh lagi
  betapa banyak mimpi-mimpi saya terkabul. Aneh yah?
  seakan semesta alam mendoakan saya ketika mimpi itu,
  ting! Terbit di kepala saya. 

  Dua tahun terakhir ini saya gandrung dengan buku-buku
  pengembangan diri. Di perpustakaan pribadi saya banyak
  bertebaran buku yang mengangkat soal ini. Ups, baru
  saya tahu. Bahwa kesuksesan-kesuksesan memang harus
  diawali dengan mimpi dan rasakan the power of dreams
  (kekuatan mimpi). 

  Dalam sebuah acara penganugerahan prestasi musik.
  Maaf, saya lupa detilnya dan di channel berapa. Yang
  jelas Anggun C. Sasmi mendapatkan penghargaan sebagai
  penyanyi Indonesia yang sukses di luar negeri. Ketika
  ia memberikan sambutan, ia bilang cerita begini.
  "Menurut bapak saya, kalau kita punya cita-cita maka
  bermimpilah.."

  Selain itu, lihatlah sekeliling Anda. Mulai dari
  handphone hingga layar televise. Segalanya berawal
  dari mimpi manusia. Ketika manusia susa berkomunikasi
  dalam jarak yang jauh munculah telepon yang masih
  pakai kabel. Lalu dirasakan tidak efektif, mimpi pun
  menjalar jadi telepon yang mobile. Bisa dibawa ke
  mana-mana. Kini bahkan bisa melihat wajah dari yang
  menelpon dengan teknologi 3G-nya.

  Akhirnya, buat Anda. Bila Anda akan mendapatkan
  sesuatu. Cita-cita. Maka beranilah bermimpi. Jangan
  hanya dikhayalkan. Berhenti baca tulisan ini. Ambil
  kertas kosong dan tulislah mimpi Anda. Luangkan satu
  menit untuk menulisan kira-kira berapa lama Anda akan
  mewujudkan mimpi itu. Dan, rasakan kekuatan mimpi, the
  power of dreams.

  Bermimpilah dengan detil dan lengkap. Misalnya kalau
  Anda bermimpi menjadi penulis best seller.
  Bayangkanlah nama Anda di buku dan diletakan dibawah
  tulisan Best Seller di Toko Buku Gramedia. Atau,
  rasakanlah suasana ketika di Panggung Utama Islamic
  Book Fair di Istora dan dari pengeras suara ada
  panggilan, "kepada Bapak Komarudin Ibnu Mikam,
  seorang penulis best seller kami persilahkan naik ke
  panggung." Buat Anda ganti nama saya dengan nama pena
  Anda.

  Bermimpilah dan biarkan mimpi itu berwujud di halaman
  nasib Anda! 

  [komarudin ibnu mikam, Ketua Dewan Pembina FLP Bekasi]
  komaribnumikam.multiply.com

  __________________________________________________________
  Got a little couch potato? 
  Check out fun summer activities for kids.
  
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
 


   

Kirim email ke