Menurut sotoy ane, kemandirian merupakan salah satu hal yg kurang. kita baru sebatas konsumen teknologi, bukan penemunya... Apa hebatnya sih orng IT Indonesia yang membanggakan pemprograman, padahal mah baru sebatas jago mendayagunakan salah satu jenis soft buatan luar..ada ga si Soft Indonesia yg murni Made in Java(misalnya)....
Atau kalo di bidang science, ada g sih peralatan2 lab yg murni buatan hasil pemikiran bangsa... klo rusak gimana tuh jika diembargo, kolaps deh...
On 5/28/08, Dicky Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Cuma tanya: > Model pemerintahan khilafah yang kayak gimana ya? Kesultanan yang monarki, > atau ngikutin Demokrasi ala Barat. Kalo model kesultanan yang monarki > (dinasti) bagi saya itu suatu kemunduran. Kalau ala Barat kok rasanya Islam > gak punya model pemerintahan. > Kalau emang khilafanh Islam yang bisa membuat negara ini maju kok saya > skeptis juga ya, mengingat negara-negara Arab yang kebanyakan Islam malah > otoriter dan memperkaya diri sendiri. Atau di Malaysia yang malah membungkam > kebebasan berbicara (baca: diskusi). > Indonesia memang sengaja dibuat untuk bergantung sama negara lain. Indonesia > memang sengaja dibuat miskin oleh negara lain....jadi mesti gimana? Silakan > dikoreksi juga.... > > > It's only a transition... > > Dicky Kurniawan > News Camera Person > NEWS DIVISION > PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) > Gd. Trans TV 3rd Fl. > Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A > Jakarta Selatan 12790 > +628174964705 > [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] > omongkosongku.blogspot.com > answerlieswithin.multiply.com > > > > > > ----- Original Message ---- > From: Tubagus Farid <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, May 27, 2008 11:04:35 AM > Subject: [sma1bks] Khilafah Islamiyah > > > Sewaktu terjadi reformasi di tanah air hati kecil saya sudah berkata 'ini > akan gagal'. Permasalahan yang ada di Indonesia begitu kompleks > dan kokoh, ibaratnya jika permasalahan tsb sekokoh Mike Tyson dan reformasi > adalah tamparan Elyas Pical ke muka Mike Tyson, tentu saja Mike Tyson tidak > bergeming menerima tamparan tersebut (malah pasti marah membalas). > > Sebetulnya Indonesia perlu obat yang lebih keras, revolusi atau yang > selevelnya, yang bisa membuat sesuatu up side down karena memang kondisi > kita sekarang up side down. Orang baik seperti orang aneh, sementara orang > jahat sepertinya orang biasa-biasa saja. Contoh kasus Aa Gym dan Yahya > Zaini, yang satu berbuat halal dan yang satunya berbuat haram, tapi coba > lihat dalam konteks umum masyarakat kita siapa kira-kira yang dianggap > paling bersalah ? Saya tidak bermaksud untuk mendiskusikan tingkah polah > masyarakat kita sehari-hari karena kita semua sudah sama-sama tahu. > > Seandainya salah satu Parpol Islam menang, hampir bisa dipastikan kejadian > seperti di Turki, Alzajair dan Palestina akan terjadi. Barat intervensi > membonceng salah satu kekuatan anti Islam sampai akhirnya Partai Islam > tersebut terdongkrak jatuh. > > Jika terjadi revolusi Islam, keadaan yang lebih genting bisa terjadi. > Intervensi militer oleh Barat akan terjadi di sini. Tentara reguler kita > tidak akan bertahan lama. Pernah seorang anggota dewan mendesak Presiden > Megawati kenapa beliau menahan seorang Abu Bakar Bashir yang tidak bersalah > ? Mega menjawab dengan ringan 'kalau tidak dituruti militer kita cuma mampu > bertahan dua minggu (dari gempuran Barat)'. Sebagai gambaran Jakarta yang > luasnya 500km persegi hanya di jaga oleh beberapa unit Arhanud (arteleri > pertahan udara), Rapiers buatan Inggris. Oh lemahnya.... > Pantas sewaktu terjadi pemisahan diri oleh Tim-tim, Australia sudah > memperingatkan RI, kalau macam-macam Jakarta akan dibumi hanguskan > (Australia memiliki pesawat pembom berat F-111). > > Ada seorang sarjana ilmu politik asal Brasil, Ghaltung (tolong dikoreksi > kalau saya salah menulisnya). Dia penasaran terhadap Negara-negara Amerika > Latin, Negara-negara tersebut (seperti Brasil, Colombia, Argentinadll) lebih > lama merdeka dibandingkan dengan Negara-negara Barat (AS, Canada dll) tetapi > negara Amerika Latin cenderung memilki pertumbuhan ekonomi yang stagnan > (susah terus), karena penasaran Ghaltung mempelajari kejanggalan ini. Dia > berakhir pada sebuah konklusi bahwa kemiskinan/ketergan tungan yang terjadi > di Amerika Latin terjadi karena adanya kekuatan luar yang mendorong mereka > untuk tetap berada pada posisi tersebut (miskin dan tergantung terus). Saya > khawatir Indonesia juga termasuk salah satu negara yang memiliki indikasi > yang sama, kaya sedikit terus jatuh, membangun lagi, jatuh lagi. Ingat > resesi ekonomi tahun 60-an, pertengahan 70-an, 80-an dan 90-an akhir ? > > Sewaktu masih kuliah, saya sempat mengikuti diskusi dengan rektor. Saya > bertanya pada beliau kenapa dunia Islam tidak mempunyai pemimpin > international? Beliau terdiam dan menjawab seharusnya punya. > > Saya sempat tersentak ketika melihat sebuah organisasi Islam, Hizbut Tahrir, > berteriak-teriak tentang Khilafah Islamiyah. Saya buka buku-buku, > hadisthadist tentang khilafah Islam/Akhir Zaman, saya tersentak banyak > sekali berita-berita tentang kejayaan Islam di masa depan; Damaskus negeri > paling maju saat itu, perang semesta (Islam dan Non-Islam, melibatkan 88 > negara musuh), kemakmuran dan susahnya membayar zakat (karena sudah makmur > semua), kemajuan teknologi, tumbuhnya pohon-pohon di padang pasir dan masih > banyak lagi. > > Kalau saya boleh menelurkan hipotesis tentang masa depan (futurologi) , saya > berpendapat bahwa kemajuan di Indonesia tidak terlepas dengan tegaknya > khilafah Islamiyah di dunia ini, artinya selama khilafah Islamiyah belum > berdiri Indonesia akan begini-gini saja (tidak maju-maju). Silahkan > dikoreksi... . > > > > > > > > >
