Assalamu'alaikum Pak Dicky,

 

Maaf kalau tulisan saya membuat gamang. 

 

Saya merasa tidak nyaman jadi tempat bertanya, mengingat saya bukanlah
cendikia, ilmu sedikit, tetapi tidak apa-apa saya akan jawab sesuai yang
saya mampu.

 

Bukan dua-duanya, bukan kesultanan yang monarki atau pun demokrasi ala
barat. Tapi sebuah kekhilafahan yang memegang teguh al Qur'an dan sunnah
Rasulullah SAW, kekhalifahan yang mengikuti manhaj nabawiyyah dengan lurus.

 

" Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, berkata
: " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Adalah masa
kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah.
Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk
mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian (
Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian
Allah mengangkatnya apabila ia telahmenghendaki untuk mengangkatnya.
Kemudian adalah masa kerajaan yang menggigit ( Mulkan 'Adlan ), adanya atas
kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki
untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menyombong ( Mulkan
Jabariyyah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya,
apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa
Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian ( Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah ) "
kemudian beliau (Nabi) diam.

 

Akhi jangan lihat kondisi kaum muslimin saat ini, saya juga skeptic. Pada
saat kemunculan khilaf ini nantinya, yang pertama-tama menentang dengan
keras (perang) adalah pemerintah Arab Saudi sendiri didukung oleh sekutu
dekatnya AS. Siapa yang rela melepaskan harta dan kedudukan yang begitu
banyak ?

 

Untuk kasus Indonesia masalahnya begitu kompleks, sperti benang kusut, tapi
kalau dengan sabar dan kerja keras bisa diurai. Saya melihat ada empat
masalah utama di Indonesia :

 

1.  Hukum, saya tidak hendak membicarakan dulu hukum apa yang kita pakai,
tetapi menitik beratkan dulu masalah penegakannya. Hukum dan penegak hukum
harus superior terhadap individu maupun golongan manapun. Di sini kita
enak-enak saja menggores mobil orang, coba lakukan itu di Singapura ! (kalau
berani).

2.   Demografi, penataan penduduk kita begitu semrawut tidak merata. Hal ini
memicu berbagai permasalah social lainnya. Jadi tata penduduk dengan baik,
dulu transmigrasi bagus, tetapi perlu ditingkatkan lagi polanya. Misalnya
dengan memindahkan ibu kota Negara atau kawasan industry ke luar Jawa.

3.  Moral, saya begitu miris melihat masyarakat kita yang mudah naik pitam,
hampir tidak ada tenggang rasa, sampai-sampai orang mau nyebrang jalan pun
susah ! Kita perbaiki dulu dari diri kita pribadi, keluarga, lingkungan kita
dan seterusnya. Saya tahu bangsa Indonesia pada dasarnya berjiwa lembut,
baik, tetapi tidak dikondisikan untuk itu.

4.  Kemandirian, Kurangi ketergantungan terhadap pihak luar, ekonomi,
pangan, sandang, politik juga militer. Coba pelajari Indonesia di zaman
Orla, dari segi militer saat itu kita lebih mandiri dibandingkan sekarang.

 

Wallahu'alam

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Dicky Kurniawan
Sent: Wednesday, May 28, 2008 7:27 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Khilafah Islamiyah

 

Cuma tanya:

 Model pemerintahan khilafah yang kayak gimana ya? Kesultanan yang monarki,
atau ngikutin Demokrasi ala Barat. Kalo model kesultanan yang monarki
(dinasti) bagi saya itu suatu kemunduran. Kalau ala Barat kok rasanya Islam
gak punya model pemerintahan.

 

Kalau emang khilafanh Islam yang bisa membuat negara ini maju kok saya
skeptis juga ya, mengingat negara-negara Arab yang kebanyakan Islam malah
otoriter dan memperkaya diri sendiri. Atau di Malaysia yang malah membungkam
kebebasan berbicara (baca: diskusi).

 

Indonesia memang sengaja dibuat untuk bergantung sama negara lain. Indonesia
memang sengaja dibuat miskin oleh negara lain....jadi mesti gimana? Silakan
dikoreksi juga....


 

It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
 <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
 <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
 <http://omongkosongku.blogspot.com/> omongkosongku.blogspot.com

answerlieswithin.multiply.com

  

 

 

----- Original Message ----
From: Tubagus Farid <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 27, 2008 11:04:35 AM
Subject: [sma1bks] Khilafah Islamiyah

Sewaktu terjadi reformasi di tanah air hati kecil saya sudah berkata 'ini
akan gagal'. Permasalahan yang ada di Indonesia begitu kompleks dan kokoh,
ibaratnya jika permasalahan tsb sekokoh Mike Tyson dan reformasi adalah
tamparan Elyas Pical ke muka Mike Tyson, tentu saja Mike Tyson tidak
bergeming menerima tamparan tersebut (malah pasti marah membalas).

 

Sebetulnya Indonesia perlu obat yang lebih keras, revolusi atau yang
selevelnya, yang bisa membuat sesuatu up side down karena memang kondisi
kita sekarang up side down. Orang baik seperti orang aneh, sementara orang
jahat sepertinya orang biasa-biasa saja. Contoh kasus Aa Gym dan Yahya
Zaini, yang satu berbuat halal dan yang satunya berbuat haram, tapi coba
lihat dalam konteks umum masyarakat kita siapa kira-kira yang dianggap
paling bersalah ? Saya tidak bermaksud untuk mendiskusikan tingkah polah
masyarakat kita sehari-hari karena kita semua sudah sama-sama tahu. 

 

Seandainya salah satu Parpol Islam menang, hampir bisa dipastikan kejadian
seperti di Turki, Alzajair dan Palestina akan terjadi. Barat intervensi
membonceng salah satu kekuatan anti Islam sampai akhirnya Partai Islam
tersebut terdongkrak jatuh.

 

Jika terjadi revolusi Islam, keadaan yang lebih genting bisa terjadi.
Intervensi militer oleh Barat akan terjadi di sini. Tentara reguler kita
tidak akan bertahan lama. Pernah seorang anggota dewan mendesak Presiden
Megawati kenapa beliau menahan seorang Abu Bakar Bashir yang tidak bersalah
? Mega menjawab dengan ringan 'kalau tidak dituruti militer kita cuma mampu
bertahan dua minggu (dari gempuran Barat)'. Sebagai gambaran Jakarta yang
luasnya 500km persegi hanya di jaga oleh beberapa unit Arhanud (arteleri
pertahan udara), Rapiers buatan Inggris. Oh lemahnya....

Pantas sewaktu terjadi pemisahan diri oleh Tim-tim, Australia sudah
memperingatkan RI, kalau macam-macam Jakarta akan dibumi hanguskan
(Australia memiliki pesawat pembom berat F-111).

 

Ada seorang sarjana ilmu politik asal Brasil, Ghaltung (tolong dikoreksi
kalau saya salah menulisnya). Dia penasaran terhadap Negara-negara Amerika
Latin, Negara-negara tersebut (seperti Brasil, Colombia, Argentina dll)
lebih lama merdeka dibandingkan dengan Negara-negara Barat (AS, Canada dll)
tetapi negara Amerika Latin cenderung memilki pertumbuhan ekonomi yang
stagnan (susah terus), karena penasaran Ghaltung mempelajari kejanggalan
ini. Dia berakhir pada sebuah konklusi bahwa kemiskinan/ketergan tungan yang
terjadi di Amerika Latin terjadi karena adanya kekuatan luar yang mendorong
mereka untuk tetap berada pada posisi tersebut (miskin dan tergantung
terus). Saya khawatir Indonesia juga termasuk salah satu negara yang
memiliki indikasi yang sama, kaya sedikit terus jatuh, membangun lagi, jatuh
lagi. Ingat resesi ekonomi tahun 60-an, pertengahan 70-an, 80-an dan 90-an
akhir ?

 

Sewaktu masih kuliah, saya sempat mengikuti diskusi dengan rektor. Saya
bertanya pada beliau kenapa dunia Islam tidak mempunyai pemimpin
international ? Beliau terdiam dan menjawab seharusnya punya. 

 

Saya sempat tersentak ketika melihat sebuah organisasi Islam, Hizbut Tahrir,
berteriak-teriak tentang Khilafah Islamiyah. Saya buka buku-buku, hadist
hadist tentang khilafah Islam/Akhir Zaman, saya tersentak banyak sekali
berita-berita tentang kejayaan Islam di masa depan; Damaskus negeri paling
maju saat itu, perang semesta (Islam dan Non-Islam, melibatkan 88 negara
musuh), kemakmuran dan susahnya membayar zakat (karena sudah makmur semua),
kemajuan teknologi, tumbuhnya pohon-pohon di padang pasir dan masih banyak
lagi.

 

Kalau saya boleh menelurkan hipotesis tentang masa depan (futurologi) , saya
berpendapat bahwa kemajuan di Indonesia tidak terlepas dengan tegaknya
khilafah Islamiyah di dunia ini, artinya selama khilafah Islamiyah belum
berdiri Indonesia akan begini-gini saja (tidak maju-maju). Silahkan
dikoreksi... .

 

 

 

 

 

 

 

 

Kirim email ke