Sepulang dari buka bersama forum entrepreneur dengan pengisi Valentino Dinsi di Restoran Eskrim Ragusa yang maknyus banget dan acara kongkow penikmat puisi di pasar malam sastra semalam, aku menerima sms dari Andi, mahasiswaku. Ia menyampaikan rencananya untuk mengadakan sahur bersama anak-anak jalanan di pondokan yang dikelola kakaknya, Ujang, pada hari Sabtu, tanggal 20 September 2008, nanti. Andi dan Ujang sendiri termasuk anak-anak jalanan yang biasa mengamen di bis-bis kota trayek Bekasi-Jakarta. Dengan gitar di tangan atau kecrekan, mereka mengumpulkan kepingan uang logam dan receh yang dimanfaatkan bukan hanya untuk mendanai diri mereka sendiri, tetapi juga membina anak-anak yang senasib dengan mereka. Patut diakui, sejak pertama kali berkenalan, aku selalu dibuat kagum oleh duo kakak-beradik ini. Berbekal keyakinan kepada Allah SWT dan kerja keras tanpa henti, mereka bukan hanya berhasil secara rutin mendanai kuliah Andi di universitas tempat aku mengajar, melainkan juga membuka warung kecil di Jalan Hasibuan, membentuk tim nasyid anak jalanan yang mereka sebut ANJALIS (Anak Jalanan Islam), menulis novel, dan perlahan memperoleh naungan pondokan yang kini menampung 15 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. Di luar itu, ada puluhan anak jalanan lain yang ikut mereka bina. Namun, karena keterbatasan tempat, mereka memprioritaskan anak-anak perempuan dulu untuk menempati tempat tinggal bersama mereka. Sebagai tambahan, Ujang pun kerap mengisi talkshow yang membahas tentang semangat dan perjuangan hidup sebagai anak jalanan serta aktif di forum ESQ Bekasi. Subhanallah. Betapa banyak hal istimewa yang dapat dipelajari dari anak bangsa yang selalu berpikiran positif dan bersemangat juang seperti mereka. Lain kali, insya Allah, aku akan membahas kehidupan mereka. Nah, khusus pada email kali ini, aku spesial ingin mengetuk hati teman-teman sekalian untuk ikut menyumbangkan dana, pakaian sehari-hari, seragam sekolah, bahan makanan, obat-obatan, peralatan sekolah, atau apa saja sesuai kemampuan dan keikhlasan teman-teman kepada Andi dan kawan-kawan yang tengah membutuhkan. Aku yakin semua pemberian akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena berbeda dengan anak jalanan kebanyakan yang biasa ngelem, pakai obat-obatan, atau ugal-ugalan, di bawah binaan Ujang dkk mereka setiap hari diajari mengaji, menjauhkan diri dari kebiasaan buruk, sehingga menjadi bagian dari umat Islam bersahaja namun bertakwa. Amien. Bagi teman-teman yang ikhlas memberi sumbangan, boleh menitipkannya kepadaku di alamat: RS Zainuttaqwa, Jalan Raya Kaliabang Tengah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria 17131. Langsung saja ke rumah tingkat dua persis di sebelah RS. Bilang saja mau bertemu Nadiah. Atau jika kepepet, boleh juga dititipkan di RS dengan tujuan Nadiah – meski lebih baik ke rumah saja. Seluruh sumbangan pasti akan kusalurkan kepada Andi dkk. Rutenya: Ikuti angkot K15 atau K15 A arah Pondok Ungu Permai. Tanyakan saja RS Zainuttaqwa atau kediaman Dokter Jinul – orang Bekasi kesulitan menyebut nama Zainal – yang ada dekat perempatan Nain. Jika masih bingung juga, boleh sms atau telepon ke HP-ku di 081310765420. Yang berminat jadi donatur tetap pun, boleh kontak-kontak. Nanti aku coba hubungkan dengan Andi dkk. Terima kasih sebelumnya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Islam mengajarkan kita ukhuwah. Islam mengajarkan kita berbagi dan mencintai dengan sepenuh hati. Kebaikan yang terasa setitik bagi kita mungkin terasa sebukit bagi yang membutuhkannya. Maka, kapan lagi kita mau berbagi jika bukan mulai saat ini, hari ini, sebelum kita menutup usia? Salam hangat selalu, Nadiah (Nadiah Abidin, Bekasi, 18 September 2008, 3:33 PM)
