Tolong team radio one center bisa merespon hal ini,
ini penjelasan logis,
 
ide bagus untuk menyebarkan keberadaan Radio One Center misalnya pasang iklan 
di sonora, nih ada alumni SMA1 yg disana,

rgds




----- Forwarded Message ----
From: vici <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, September 20, 2008 1:13:53 PM
Subject: RE: [smunsasi98] Selamat mengudara Radio One Center (Radionya Alumni 
SMA 1 Bekasi)


Tapi, perlu diingat apakah Radio One Center dengan frek 98,1 MHz, mempunyai 
izin siar resmi dari pemerintah??…dan seperti yang sempet saya dengar 
siarannya, siaran radio inil Lebih bersifat komunitas, dimana radio komunitas 
menempati frek diatas 107 MHz dengan luas jangakaun tidak lebih dari2,5 km..
Dengan mengambil frekuensi tersebut sangat menggangu penerimaan radio Kayu 
manis di 97,9 dan mandarin 98,3 MHz, yang jelas2 radio komersil yang mempunyai 
izin resmi dan hidup dari penerimaan iklan…dan sesuai peraturan jeda frekuensi 
radio mminimal 0,4 MHz. misalkan dari 97,9 ke 98,3. jika radio tsb memakai frek 
98,1…patut dipertanyakan  keberadaanya…Itu aja sedikit masukan..Piss
 

________________________________

From:[EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] ups.com ] On Behalf 
Of Nadiah Abidin
Sent: 18 September 2008 16:42
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com ; [EMAIL PROTECTED] .com; smpn1bekasi95@ 
yahoogroups. com
Cc: Annas Fikri; [EMAIL PROTECTED]; Forum Lingkar Pena; pengurus_flpbekasi@ 
yahoogroups. com; rollingaction@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] com
Subject: [smunsasi98] Selamat mengudara Radio One Center (Radionya Alumni SMA 1 
Bekasi)
 
Hari Selasa yang lalu aku dan Andri menyempatkan diri datang ke empang tersohor 
salah seorang tetua kami, Mang Engkus. Kunjungan ini bukan kunjungan 
sembarangan tapi terkait dengan isu yang tak lagi sebuah isu tentang kehadiran 
sebuah radio yang insya Allah memiliki masa depan yang cerah, Radio One Center 
Bekasi. Berdasarkan informasi dari kakak angkatan kami yang terhormat, Bang Ali 
Anwar, Radio One Center telah mulai mengudara dan akan dengan senang hati 
menerima inspeksi, kritikan, pujian, atau apapun jualah demi kedigjayaan SMA 
tercinta dan Bekasi umumnya. (Merdeka!)
 
Maka, di siang hari yang terik itu, aku dan Andri melangkah mendekati tempat 
pemancingan yang langsung memberikan hawa kesegaran - kalau nggak mau dibilang 
hawa lapar dan dahaga demi melihat ikan-ikan yang berenang lincah dalam air, 
kian kemari, kanan dan kiri, mengundang selera.
 
Sebuah spanduk menyambut kami dengan tulisan yang kurang lebih berbunyi 
"Selamat Radio One Center 98.10 FM, 29 Agustus 2008" - sepanjang jalan balik 
aku dan Andri berdebat tentang gelombang FM-nya, apakah 98.01, 98.10, atau 
98.03 - gara-gara kurang memperhatikan spanduk tadi dan tak sempat bertanya.
 
Anyway, kami melenggang melewati orang-orang yang tengah memancing dan mencapai 
markas One Center yang terletak di belakang Giant Hypermat Bekasi. Suasana 
pendopo yang mirip saung-saungan di atas wahana empang terlihat cukup lengang. 
Papan tulis telah dihapus bersih, bangku-bangku dan meja bambu teratur rapi, 
grafiti dan bilik kecil tampak di pojok kiri, semua membawaku merasa berada di 
alam pedesaan yang asri. Suara penyiar jelas terdengar dari radio besar yang 
terpajang di salah satu meja. Lalu, aku melihat kakak laki-laki yang satu itu.  
 
Ia tengah duduk sendirian dan tampak terkejut melihat kedatangan kami. Aku 
dengan sigap memperkenalkan diriku dan Andri kepadanya sambil menyebutkan 
angkatan kami - angkatan 98 - seraya langsung menanyakan tempat siaran 
radionya. Oh ya. Kebiasaan basa-basiku agak menguap gara-gara rasa ingin tahu 
yang membuncah untuk melihat tempat cuap-cuap milik alumni SMA ini. 
 
Ia segera menunjukkan sebuah bangunan kecil bercat hijau di pojok yang lain. 
"Radionya 
ada di sana . Langsung aja ketemu sama Sahid dan Apung di dalam," begitu 
katanya.
 
Maka, kami pun beranjak dan langsung memasuki bangunan kecil itu. Dinginnya AC 
langsung menerpa wajahku. Rasanya sangat nyaman, sementara kulihat dua orang 
lelaki memerhatikan dari balik kaca siaran. Seorang laki-laki berkacamata 
membuka pintu dan berkata singkat, "Ya?" Yang langsung kujawab, "Siang, Bang. 
Saya Nadiah, ini teman saya Andri. Kita anak SMA 1 angkatan 98 dan spesial 
kemari mau liat-liat radionya anak SMA. Infonya kemarin dapet dari Bang Ali". 
 
Si lelaki yang tak lain Bang Sahid ini serta-merta mempersilahkan kami masuk 
dan memberikan informasi bahwa radionya masih baru dan belum banyak memperoleh 
kunjungan.
 
"Paling-paling kemarin ada Komar yang mampir," jelas Bang Sahid. "Nah, kalian 
ini, angkatan di atasnya Komar yah?" 
 
"Lha iya, Bang. Emang Abang pikir kita angkatan berapa, hayo?" kilahku dan 
Andri sambil terkekeh geli. 
 
Tapi mungkin pantas Bang Sahid bingung secara selama ini ia cuma terbiasa 
kedatangan tamu-tamu dari angkatan 70-an dan 80-an. "Komar itu orang pertama 
dari angkatan 90". Wuih, ternyata. Aku dan Andri mendadak merasa muda belia. 
 
Memang pernah ada juga anak angkatan 2000 yang mampir, katanya, tapi dia tak 
ingat siapa. 
 
Kami berbicara terus dengan sesekali jeda untuk memberikan kesempatan kepada 
Bang Apung bercuap-cuap dengan leluasa. Acaranya tak lain dan tak bukan acara 
Dangdut on air. Buat yang belum tahu, kakak-kakak atau teman-teman angkatan 
bawah kita ini kini sudah punya manajemen PengDut alias Topeng Dangdut. 
Barangsiapa yang berminat menyewa, silahkan saja hubungi Mang Engkus atau Bang 
Ali. 
 
Sambil mengobrol, aku dengan antusias memerhatikan peralatan yang lain. Aduh, 
jadi mupeng deh pengen siaran. Cuma ketika ditanya apa acara selanjutnya, teng 
teng teng...rupanya acara Nostalgia. "Yang kita puter yah Pambers, Bimbo, Koes 
Plus. Sekarang udah lumayan banyak atensi yang masuk, mulai dari wilayah Bekasi 
sini sampai Bogor loh."
 
Wah, keren banget tuh. Ternyata, walaupun radionya masih baru, pendengarnya 
sudah sampai luar daerah. Top abis. 
 
"Cuma memang kadang ada kendala juga. Gelombang masih timbul-tenggelam di 
beberapa area gara-gara bertabrakan dengan gelombang Dakta dan Elgangga. Tapi, 
insya Allah kita sudah punya ijin dan sebentar lagi bakal memasang menara 
setinggi 4 (atau 40?) meter", akunya. 
 
Ya, bagus itu. Semakin jauh siarannya, semakin banyak pendengar yang budiman. 
Dan semakin banyak pendengar yang budiman, semakin besar pula kesempatan tenar 
bagi siapapun yang ikut siaran di dalamnya. Hoho. 
 
Pikiranku jadi melayang jauh. Tapi, tunggu dulu. Memangnya siapa yang ngajak 
siaran? Terus mau siaran apa? 
 
Segmen selanjutnya seperti telah disebut acara Nostalgia. Dan sayang sungguh 
disayang. Pengetahuanku tentang lagu-lagu nostalgia jaman dulu minim banget. 
Paling banter aku bisa menyebutkan dengan fasih penyanyi-penyanyi luar macam 
NKOTB, Cindy Lauper, George Michael, Air Supply, sesuai genre dan penyanyi 
ngetop masa mudaku dulu. Lha, ini yang disiarkan sama Bang Sahid dan Bang Apung 
- plus Bang Taufik yang kebetulan tidak ada di tempat - lagu-lagu jaman aye 
belom lahir. Gimana dong? 
 
Anyway, tampaknya prospek Radio One Center terbilang bagus. Aku dengan ceria 
mencantumkan namaku kali-kali mereka membutuhkan penyiar narsis bersuara 
cempreng yang paling doyan dengerin hitlist dan ngobrol hal-hal khusus 
tentang cewek. Tentu saja, Radio One Center perlu mencari keunikan dan ciri 
khasnya yang mampu dirinya menonjol dan berbeda dibandingkan radio lain.
 
Apapun, selamat atas mengudaranya Radio One Center . Semoga dapat bertahan dan 
berjaya selalu. 
 
Aku dan Andri meninggalkan lokasi dengan rasa bangga di hati bahwa kakak-kakak 
kami telah berhasil memberikan sesuatu kepada Bekasi, bukan hanya sebuah 
buletin bernama One Center yang terbit sebulan sekali, kelompok Pengdut dan 
kaset yang mulai dikenal di mana-mana, pelatihan-pelatihan yang mampu meluaskan 
cakrawala pemikiran, melainkan juga sekarang sebuah radio yang mudah-mudahan 
bakal oke tenan :)
 
Salam hangat selalu, Nadiah
 
(Nadiah Abidin, 18 September 2008, 4:23 PM) 
 
  
  


      

Kirim email ke