Patut direnungkan juga, terlepas dari validitas beritanya,
HNF
----- Original Message -----
From: "Arbi Rajab"
To: "koberisi psikopat" , "fadhil smu 1 bekasi" , "ekspedisi rinjani" ,
"bem ui"
Cc: "dian nurlita"
Subject: [fadhil] Fw: psy-ui-03 Genius!!
Date: Wed, 17 Sep 2008 19:50:36 -0700 (PDT)
--
Be Yourself @ mail.com!
Choose From 200+ Email Addresses
Get a Free Account at www.mail.com!
Genius…..!!!
Siapakah orang yang terpandai yang pernah hidup ?
Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di
kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa
Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.
Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang
pernah hidup bernama William Sidis. Seorang Jahudi Rusia yang beremigrasi ke
Amerika.
Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert Eistein
sebagai prototype jenius memiliki IQ 160, Sidis memiliki IQ yang 'out of
scale'. Diperkirakan IQ-nya berkisar 250-300.
Menurut ibunya, Sidis mulai berbicara pada usia 4 bulan dan
membaca Koran pada usia 18 bulan. Pada usia 8 tahun ia mengajari dirinya
sendiri bahasa Latin, Yunani, Rusia, Prancis, Jerman, Ibrani , Armenia dan
Turki. Ia akhirnya dapat menguasai 40 bahasa dan kabarnya ia bisa belajar
bahasa dalam satu hari.
Pada usia tiga tahun sudah bisa mengetik, menulis empat
buku diantara usia empat dan delapan tahun, dua diantaranya mengenai antomi dan
astronomy.
Ia menyelesaikan SD dalam 7 bulan, Sekolah Menengah 6
minggu dan lulus Kedokteran Harvard dan MIT pada waktu berusia 11 tahun.
Semuanya dengan Cumlaude.
Dia juga kuliah di Fakultas Hukum Harvard.
Sayangnya William Sidis meninggal pada usia 46 tahun karena
stroke dan sejarah hampir tidak mencatat kontribusi pentingnya dalam dunia ilmu
pengetahuan.
Ia tidak punya peninggalan hebat seperti jenius lainnya.
Ia tidak memiliki sesuatu yang cukup berarti untuk bisa
disumbangkan bagi peradaban manusia padahal ia lahir di abad ke 20.
Hidup dan potensinya sia-sia karena tidak ada keinginan
untuk menyumbangkan sesuatu bagi 'kepentingan dunia'.
Kepandaian dan tingkat pendidikan yanng tinggi tidak
menentukan kontribusi dan pengaruh yang kita berikan bagi sesama.
Dampak bagi umat manusia hanya datang dari keinginan atau
desire untuk melakukan dan mengembangkan dan potensi yang kita miliki untuk
kepentingan umat manusia. Itulah yang menentukan tingginya puncak hidup
seseorang.
Kebanyakan kita tidak dilahirkan sebagai orang jenius,
namun kita adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan kekurangan juga
kelebihan.
Kepada kita telah diberikan kemampuan yang unik oleh Sang
Pencipta.
Tujuan Allah agar manusia bisa menjadi abdi Nya.
Jangan sia-siakan potensi yang Allah sudah investasikan
dalam hidup kita.
Temukan dan kembangkan.
------------ --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- ---------
--
hmm,,patut direnungkan juga tulisan di atas..
oia,,ini sumbernya kalo mau baca lebih lengkap:
http://en.wikipedia .org/wiki/ William_James_ Sidis
salam hangat,,
Arbi S. Rajab
"Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak
manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
yuk,,kita berlomba-lomba dalam kebaikan..
<<attachment: Genius-Sidis.jpg>>
