Hahahaha......... Kayaknya bukan begitu deh maksud utama Bang Komar. Intinya tuh, kalo mau survive dan ga terlalu terpengaruh dengan krisis global yah emang bagusnya bergerak di sektor riil. Terutama yang bisnis ritel semacam tukang bakso, dkk. Soalnya, tukang bakso ga bakal kena biaya bunga yang tinggi karena sedikit sekali tukang bakso yang ambil kredit di bank. Mengenai krisis keuangan sekarang ini sih sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, hal ini karena peran media saja yang terlalu menebar sentimen negatif sehingga iklimnya jadi tidak kondusif. Cuma, ada beberapa hal yang harus diwaspadai: 1. Untuk sementara waktu jangan mengambil kredit terlebih dahulu (termasuk penggunaan kartu kredit). Tahan dulu pengeluaran besar yang harus dilakukan dengan kredit untuk sementara waktu. Justru sekarang ini lebih baik memasukkan dana di instrumen investasi yang risk-free seperti deposito karena tingkat pengembaliannya sedang tinggi. 2. Bagi yang bermain di Pasar Modal sebaiknya tidak usah panik atau melakukan aksi ikut-ikutan. Kalo Anda memang investor sejati, tidak semestinya Anda panik, wait and see aja dulu. Kecuali jika Anda bermain di Pasar Modal sebagai seorang spekulan. Yah itu sih tergantung hati nurani Anda saja, tapi SBY kan bilang: "Spekulan adalah Pengkhianat Rakyat". 3. Tidak usah ikut-ikutan beli dollar lah, selain Anda merugikan negara Anda sendiri, toh kenaikan harga dollar itu sebenarnya kenaikan yang semu. Logikanya, Amerika tuh sedang resesi, secara fundamental ekonomi kondisinya sedang carut marut. Jadi, kenaikan dollar itu murni karena permainan di Pasar Valas. Karena BEI tutup, para spekulan mengalihkan dananya ke Valas yang akibatnya menaikkan nilai dollar karena permintaan terhadap dollar besar. Nanti, kalau pasar keuangan sudah kembali beroperasi dengan normal lagi (BEI ga ditutup), normalnya nilai dollar bakalan melemah. 4. Sebaiknya hindari konsumsi, atau lebih tepatnya kurangi dan mengalihkannya ke saving (tabungan). Kondisi semacam ini biasanya menimbulkan kepanikan sehingga banyak orang yang menarik dananya dari tabungan untuk motif berjaga-jaga. Itu hal yang wajar karena kondisi pasar menjadi unpredictable. Hanya saja, jika kita mau sedikit "berpuasa" (toh masih belom lama kita meninggalkan bulan puasa, jadi mestinya masih kuat lah...) itu akan lebih menguntungkan. Pertama kita bisa menghemat uang, dan berharap kondisi lebih baik di masa mendatang. Kedua, secara perekonomian makro kalo semua orang mau nahan uangnya di tabungan, itu bisa menekan angka inflasi. Mungkin itu dulu....Tapi bagi para analis ekonomi dan keuangan yang lain jika ingin menambahkan, yah silakan, monggo.... 5. .... 6. ..... 7. .... -Irvan Hermala, SE- Department Management, Faculty of Economics, University of Indonesia --- On Mon, 10/13/08, kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [sma1bks] SUbprime morgagge, (2) To: [email protected] Date: Monday, October 13, 2008, 10:59 AM jangan ngejelek2in karyawan atau pegawai, setiap orang punya posisi masing2. kalo mau jadi tukang bakso ya monggo. ga kebayang kalo tiba2 semua karyawan telkom berhenti dari telkom buat buka usaha masing2, bisa2 ga bisa nelpon deh. pas nelpon call centernya, suara rekaman menyambut dengan ucapan "maaf, saat ini tidak ada cutomer service yang bisa melayani anda". atau tiba2 pegawai bank berhenti semua, repot kan kalo mau ngurus kredit atau KPR. menjadi besar bukan berarti merendahkan yang kecil 2008/10/13 komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> friends, Met kerja dan kembali aktif lagi....(dah seminggu...kali) kembali soal Subprime morgage, Kalao baca dan mendengar banyak analisa, kayaknya kita boleh lebih optimis. Bahwa krisis saat ini jauuuuh lebih baik dari yang lalu. Lihat saja kompas hal pertama. Misalnya NPL (kredit bermasalah) th 98 itu 60 persen, sekarang 2persen. KRisis ini baru terbatas di pasar saham. Dan, orang indonesia hanya 1 juta. Bandingin dengan 230juta yang lain. Dan, hikmah yang laen. Bisnis retail emang lebih menjanjikan ya? Di Indopos beberapa waktu yang lalu di halaman muka diulas. DI atas krisis amrik, dihal bawahnya profil tukang bakso dengan omset 22 milyar...TOP! gue mikir, aih...mendingan jadi tukang bakso ieeeuy..... jadi karyawan, status doang neh yang keren...duitnya mah letoooy.... mendingan jadi tukang bakso..... di wisma asri kabarnya ada yang punya 6 warteg...... ia hidup mapan... top pisan Ya seriusnya gini, kayaknya kita mesti ngelirik bisnis kecil2an yang gak keitung deh. Persoalannya emang di ritel itu gak se-megah kerja dikantoran.. ... he..he..he.. ...kalau gue masih mikir. Mungkin ada yang mau share gitu..... pengalaman jadi tukang bakso.....? atau, temanya gini Asyiknya Jadi Tukang Mie.... ............ ......... ....... -- Kurniawan http://www.ptc- vaganza.info
